Jakarta Klaim Lakukan 10.000 Testing PCR Per Hari Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: MP/ Asropih)

MerahPutih.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengakui jika kasus COVID-19 terus mengalami kenaikan hingga dipenghujung akhir tahun 2020.

Alasan melonjaknya kasus corona, sambung Riza, karena Pemprov DKI meningkatkan pemeriksaan swab test terhadap warga iby kota.

"Yah memang jumlah di Jakarta masih cukup tinggi karena setiap hari melakukan terus upaya peningkatan jumlah tes PCR," Wagub Riza di Jakarta, Jumat (24/12).

Baca Juga:

Pekan Depan COVID-19 Bisa Memburuk

Riza menyampaikan, salah satu cara menyelesaikan masalah kasus corona di Jakarta ialah menggelar tracing dan testing. Hal itu yang kini digalakan Pemprov DKI.

"Jadi sering saya sampaikan kalau kita ingin menyelesaikan masalah, maka harus mengetahui titik-titik masalah. Titik-titik masalah itu mulai mengetahui di mana titik-titik penyebaran COVID itu sendiri," katanya.

Sanking gencarnya, ucap Riza, pihaknya sampai melakukan testing PCR sebanyak 10.000 spesimen per hari. Biasanya hanyak dilakukan 6 ribu spesimen.

Rapid Antigen
Rapid Antigen. (Foto: Kanugrahan)

"Jumlahnya tidak hanya 6-7 ribu tapi kami tingkatkan sampai 9.000 bahkan 10.000 per hari dan testing PCR," terangnya.

Ketua DPD Gerindra DKI ini juga mengklaim, jika Pemprov DKI sudah 8 kali lebih tinggi melaksanakan testing dari yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO.

"Namun demikian kita juga melaksanakan 3T, sedangkan warga 3M," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Virus COVID-19 Bermutasi, WNI Dari Luar Negeri Wajib Isolasi 5 Hari

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bansos Tunai Diusulkan Diperpanjang
Indonesia
Bansos Tunai Diusulkan Diperpanjang

Memperpanjang BST akan menjadi solusi atas rendahnya konsumsi atau daya beli masyarakat setelah pemerintah melarang mudik Lebaran.

Pakar Hukum Tata Negara Sebut UU Ciptaker Penuhi Syarat Digugat ke MK
Indonesia
Pakar Hukum Tata Negara Sebut UU Ciptaker Penuhi Syarat Digugat ke MK

Secara formil, pembentukan UU Ciptaker dinilai tidak transparan

Dites Swab Dadakan, Pengemudi Ojol di Stasiun Sudirman Reaktif COVID-19
Indonesia
Dites Swab Dadakan, Pengemudi Ojol di Stasiun Sudirman Reaktif COVID-19

Pengemudi ojol itu merupakan warga Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan

SKB Tiga Menteri Soal Seragam di Sekolah Lindungi Bangsa dari Intoleransi
Indonesia
SKB Tiga Menteri Soal Seragam di Sekolah Lindungi Bangsa dari Intoleransi

Penggunaan jilbab merupakan pilihan individu dari umat Islam sehingga hal itu tidak perlu diatur dalam suatu peraturan daerah (perda).

Pidato Perpisahan, Trump Tetap Tolak Kemenangan Biden
Dunia
Pidato Perpisahan, Trump Tetap Tolak Kemenangan Biden

Dalam pidato yang direkam, Trump mengagungkan berbagai keberhasilan masa kepresidenannya yang dia banggakan. Seperti kesepakatan perdamaian Timur Tengah.

Hasil Penelitian UNIPA Ungkap Manfaat Ekstrak Tailing PTFI Tingkatkan Produksi Pangan Lokal
Indonesia
Hasil Penelitian UNIPA Ungkap Manfaat Ekstrak Tailing PTFI Tingkatkan Produksi Pangan Lokal

Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2015 ini menemukan bahwa kandungan unsur hara mikro pada ekstrak tailing PTFI dapat meningkatkan kesuburan tanaman

PDIP Puji NU Benteng NKRI
Indonesia
PDIP Puji NU Benteng NKRI

PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan Nahdatul Ulama (NU) adalah bagian besar yang menjadi struktur benteng yang menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang tak perlu diragukan.

Peneliti UGM Temukan Alat Pendeteksi Virus Corona Hitungan Detik
Indonesia
Peneliti UGM Temukan Alat Pendeteksi Virus Corona Hitungan Detik

Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil menciptakan alat pendeteksi COVID-19 hitungan detik.

Soal Reshuffle Kabinet, PPP Akui Belum Ada Komunikasi dengan Jokowi
Indonesia
Soal Reshuffle Kabinet, PPP Akui Belum Ada Komunikasi dengan Jokowi

Reshuffle kabinet juga sebaiknya tidak sekadar jadi cara memenuhi kepentingan politik tertentu

DPR Kritik Rencana Kemenperin Soal RSNI untuk Masker Kain
Indonesia
DPR Kritik Rencana Kemenperin Soal RSNI untuk Masker Kain

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi mengkritik rencana Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang tengah merumuskan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) untuk masker dari kain.