Jakarta Kembali PSBB, Pemerintah Pusat Tetap Ingin PNS dan Pekerja Ngantor Test massa COVID 19 oleh Mabes Polri. (Foto: Kanugrahana)

MerahPutih.com - Pemerintah DKI Jakarta, 14 September 2020, bakal menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBb) dengan aturan seperti awal diberlakukannya. Salah satunya bekerja dari rumah kecuali sektor tertentu yang berhubungan dengan hajat orang banyak.

Namun, Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menegaskan, pekerja di kantor pemerintah bakaltetap berjalan sesuai dengan peraturan yang diterbitkan oleh Kemenpan RB atau mengatur antara work from home dan work from office.

"Dan tentunya untuk pekerja perkantoran disiapkan mekanisme fleksibel working, jadi ada yang bekerja di rumah dan ada yang bekerja di kantor, di mana nanti persentasenya akan ditentukan," kata Menko Airlangga.

Baca Juga:

Pengusaha Maklumi Keputusan Anies Terapkan PSBB Total

Pemerintah memilih menggelar Operasi Yustisi yakni operasi yang mengetatkan kedisiplinan masyarakat dan ini sudah dirapatkan juga dalam komite yang melibatkan Wakapolri dan Wakasad sehingga ini akan terus dijalankan, termasuk di perkantoran. Airlangga menegaskan, bahwa untuk kegiatan produktif harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat serta pemerintah terus mendorong sektor-sektor produktif tetap berjalan dan menjalankan protokol kesehatan.

Menko
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id).

Pemerintah juga mendorong kampanye menjaga jarak atau menghindari kerumunan yang sangat relevan dengan kegiatan Pilkada ke depan.

"Kita melihat pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi, kita bergerak dalam satu bahasa dan satu tindakan, serta rapat koordinasi yang tadi dilakukan adalah untuk menyeimbangkan dan juga mengkoordinasikan hal-hal yang menjadi masukan-masukan yang ada," ujar Airlangga.

Baca Juga:

Kebijakan PSSB Total Bikin Menteri Jokowi Kebakaran Jenggot

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cocokan Data, Tim DVI Lihat CCTV Penumpang Sriwijaya Air Saat Boarding
Indonesia
Cocokan Data, Tim DVI Lihat CCTV Penumpang Sriwijaya Air Saat Boarding

Pihak DVI Polri juga akan melibatkan 51 ahli Ante Mortem untuk memaksimalkan proses pengidentifikasian korban peristiwa tersebut.

Gerindra Resmi Dukung Gibran, Ketua DPC PDIP Solo: Dua Partai Lainnya Menyusul
Indonesia
Gerindra Resmi Dukung Gibran, Ketua DPC PDIP Solo: Dua Partai Lainnya Menyusul

Rudy mengaku komunikasi telah dilakukan bersama kedua partai tersebut.

Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air Resmi Dihentikan
Indonesia
Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air Resmi Dihentikan

Ia mengapresiasi tim gabungan yang telah menjalankan upaya pencarian

Kinerja DPR Dinilai Buruk dalam Awasi Penanganan COVID-19
Indonesia
Kinerja DPR Dinilai Buruk dalam Awasi Penanganan COVID-19

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia menilai kinerja parlemen dalam pengawasan COVID-19 sangat buruk.

Meski Kasus Meningkat, Sumatera Barat Tak Akan Perpanjang PSBB
Indonesia
Meski Kasus Meningkat, Sumatera Barat Tak Akan Perpanjang PSBB

Sumbar tidak berencana menerapkan PSBB lagi meski dalam beberapa hari terakhir jumlah kasus COVID-19 mengalami peningkatan.

Hongaria Nyatakan Vaksin Sinopharm dan Sputnik V Lebih Baik dari Vaksin Barat Manapun
Indonesia
Hongaria Nyatakan Vaksin Sinopharm dan Sputnik V Lebih Baik dari Vaksin Barat Manapun

Pemerintah Hongaria menyebut, lebih banyak orang yang jatuh sakit setelah vaksinasi dengan vaksin Pfizer-BioNtech

Komisi D Panggil Pengembang Perumahan Melati Terkait Longsor di Ciganjur
Indonesia
Komisi D Panggil Pengembang Perumahan Melati Terkait Longsor di Ciganjur

Pertemuan itu, kata Ida, akan berlangsung pada Senin (19/10) pekan depan.

Kapolri Jenderal Listyo Tawarkan Anak-anak Prajurit KRI Nanggala 402 Jadi Polisi
Indonesia
Kapolri Jenderal Listyo Tawarkan Anak-anak Prajurit KRI Nanggala 402 Jadi Polisi

Pemerintah menggelar upacara penganugerahan tanda kehormatan dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) terhadap prajurit awak KRI Nanggala 402.

Dokter Tersangka Klinik Aborsi Raden Saleh Meregang Nyawa
Indonesia
Dokter Tersangka Klinik Aborsi Raden Saleh Meregang Nyawa

Tersangka meregang nyawa di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur setelah dirawat selama tiga hari.

Suami Jaksa Pinangki, AKBP Napitupulu Yogi Ikut Bantu Tukar Uang Suap dari Djoko Tjandra
Indonesia
Suami Jaksa Pinangki, AKBP Napitupulu Yogi Ikut Bantu Tukar Uang Suap dari Djoko Tjandra

Pinangki menerima uang suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dari Djoko Tjandra melalui pengusaha Andi Irfan Jaya senilai USD500 ribu.