Jakarta Kembali Macet, PDIP: Belum Ada Kerja Nyata Anies Ilustrasi - Kemacetan di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Kamis (20/1/2022). (Foto: MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Lalu lintas Jakarta kembali mengalami kemacetan parah, padahal DKI masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak mengatakan, membeludaknya kendaraan di jalan raya ini, dikarenakan belum ada tindakan nyata jajaran Gubernur Anies Baswedan dalam mengatasi kemacetan.

Baca Juga:

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Wagub Sebut Ibu Kota Macet Kembali Setelah Pelonggaran

Dia pun mengakui, bahwa saat ini situasi lalu lintas di Ibu Kota sudah kembali normal.

"Tidak jelas bagaimana upaya Pemprov DKI untuk mengatasi kemacetan," ucap Gilbert saat dihubungi awak media, Kamis (7/4).

Lucunya, Pemprov DKI pernah mengungkapkan tingkat kemacetan di Jakarta menurun. Hal ini berdasarkan hasil survei TomTom, bahwa pada tahun 2021 Jakarta menempati peringkat 46 dari 404 kota termacet di dunia.

Klaimnya, penurunan angka kemacetan itu berkat adanya transformasi sistem transportasi yang selama ini Gubernur Anies Baswedan lakukan, selama memimpin Ibu Kota.

Kemacetan di ruas jalan Jakarta. Foto; ANTARA
Kemacetan di ruas jalan Jakarta. Foto; ANTARA

Gilbert pun mempertanyakan klaim Anies tersebut. Sebab, kemacetan Jakarta turun tahun 2021 lalu, karena pemerintah memberlakukan berbagai aturan pembatasan mobilitas warga di tengah tingginya tren kasus COVID-19.

Jika saat ini Jakarta kembali macet, ucap Gilbert, hal itu terjadi karena kegiatan masyarakat telah dilonggarkan. Mulai dari pelaksanaan PTM di sekolah dengan kapasitas 100 persen, hingga kapasitas moda transportasi yang sudah normal.

Anggota Komisi B DPRD ini menganggap, klaim Gubernur Anies Baswesan soal turunya kemacetan itu, sebenarnya merupakan kebohongan publik.

"Kalau saat itu dikatakan kondisinya tidak macet, karena semua WFH dan anak-anak juga tidak masuk sekolah. Jadi, sekarang ini adalah kondisi yang real, bukan yang kemarin," pungkas Gilbert. (Asp)

Baca Juga:

Polda Metro Ungkap Penyebab Jalanan di Jakarta Macet saat Ramadan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lurah Depok Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat, Satgas COVID Turun Tangan
Indonesia
Lurah Depok Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat, Satgas COVID Turun Tangan

Resepsi pernikahan di Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

KPK Periksa Eks Ketum PPP Romahurmuziy Terkait Kasus DAK
Indonesia
KPK Periksa Eks Ketum PPP Romahurmuziy Terkait Kasus DAK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muchammad Romahurmuziy.

Arkeolog Sebut Rel Trem di Proyek MRT Tertua di Indonesia
Indonesia
Arkeolog Sebut Rel Trem di Proyek MRT Tertua di Indonesia

Ia mengatakan, rel trem yang ditemukan merupakan rel trem tertua di Indonesia.

Penambahan Kasus Harian COVID-19 di Atas 2 Ribu Hari Ini
Indonesia
Penambahan Kasus Harian COVID-19 di Atas 2 Ribu Hari Ini

Penambahan kasus harian COVID-19 kembali menyentuh angka di atas 2 ribuan per hari.

Seminggu Jelang Lebaran, Pemprov DKI Bangun Posko Vaksin di Terminal
Berita
Seminggu Jelang Lebaran, Pemprov DKI Bangun Posko Vaksin di Terminal

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyiapkan posko vaksinasi COVID-19 di terminal Jakarta, untuk masyarakat yang melangsungkan mudik lebaran 1443 Hijriah/2022.

Yahya Waloni Digiring ke Bareskrim
Indonesia
Yahya Waloni Digiring ke Bareskrim

Yahya Waloni tiba di gedung Bareskrim pada pukul 18.26 WIB

IKN Nusantara Bakal Geser Arah Pembangunan dari Barat ke Timur
Indonesia
IKN Nusantara Bakal Geser Arah Pembangunan dari Barat ke Timur

Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan, bakal menjadi stimulus pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional

Waspada Peningkatan COVID-19 Jelang Nataru, Kapolri: Tak Boleh Lalai
Indonesia
Waspada Peningkatan COVID-19 Jelang Nataru, Kapolri: Tak Boleh Lalai

Karena di negara tetangga kita masih terjadi fluktuasi terhadap angka covid

Iran Akan Putuskan Sambungan Kamera Pengawas Badan Energi Atom Internasional
Dunia
Iran Akan Putuskan Sambungan Kamera Pengawas Badan Energi Atom Internasional

Iran mengatakan kepada IAEA bahwa negara tersebut berencana untuk memutuskan sambungan 20 kamera pemantauan dan peralatan lainnya.

Jenguk Pasien COVID-19, Kapolri: Kalau Obat Habis Lapor Babinsa
Indonesia
Jenguk Pasien COVID-19, Kapolri: Kalau Obat Habis Lapor Babinsa

Listyo menambahkan, apabila pasien isoman kehabisan atau kekurangan obat untuk segera melapor ke Babinsa agar kembali dikirimkan paket obat yang sudah disiapkan oleh Pemerintah.