Jakarta Kebanjiran, Anies Dianggap Pasrah dengan Takdir Anies mengecek alat pemilah sampah dan air yang akan melalui Pintu Air Karet di dekat Rumah Pompa Jati Pinggir 1. (ANTARA/ Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait banjir yang melanda ibu kota beberapa hari terakhir.

Ferdinand kembali mengunggah video pernyataan Anies saat masa Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Kala itu, Anies memberikan ide pembuatan drainase vertikal. Menurut Anies resapan air itu bisa menjadi jalan keluar mengatasi banjir.

Baca Juga:

RSCM Kembali Kebanjiran di Ruang Operasi dan Radiologi

Dalam video tersebut, Anies mengatakan bahwa hujan yang turun dari langit harus dimasukkan ke dalam tanah, dan bukan dialirkan ke laut melalui gorong-gorong raksasa karena melawan sunatullah.

Anies juga mengkritik kinerja Pemprov DKI yang waktu itu dipimpin Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Ia menyebut Pemprov DKI telah melakukan kesalahan fatal lantaran mengalirkan air hujan ke laut.

Ferdinand mengaku tidak heran jika Anies membiarkan Jakarta dilanda banjir karena memang pasrah pada takdir.

"Kalau sudah bicara tentang sunnatullah, artinya bicara takdir dan pasrah menerima," tulis Ferdinand, Senin (24/2).

Kondisi Pintu Air Manggarai Siaga 2,Selasa (25/2/2020) (ANTARA/ Livia Kristianti)
Kondisi Pintu Air Manggarai Siaga 2,Selasa (25/2/2020) (ANTARA/ Livia Kristianti)

"Saya jadi tidak heran mengapa Anies membiarkan Jakarta banjir, rupanya dia mau pasrah menerima takdir saja tanpa mau berbuat sesuatu. Padahal banjir itu bukan sunatullah," jelas Ferdinand.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli dengan menyentil pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut jika banjir besar di ibu kota selalu terjadi di hari libur karena doa Anies, gubernur soleh.

"Ini banjir di Jalan Rasuna Said Kuningan sepinggang orang dewasa, ini hari Selasa bukan hari libur," kata Guntur.

"Doa gubernur soleh dikasih bonus yang kata pendukungnya banjir cuma hari libur sekarang di hari kerja," sindir Guntur Romli.

Wakil Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Rahmat HS mengatakan, warga Jakarta harus bersyukur karena banjir besar di ibu kota selalu terjadi pada hari libur.

Menurutnya, banjir terjadi di hari libur karena doa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang merupakan orang soleh.

Rahmat mengungkapkan hal tersebut saat menjadi narasumber di acara Talk Show TV One, Minggu (23/2). Penggalan video pernyataan Rahmat ini viral di media sosial.

"Kita harus bersyukur lo, banjir besar kita ini selalu hari libur. Ini kalau bukan Anies gubernur soleh doanya ini (banjir) terjadi Senin, Selasa, Rabu," katanya.

Baca Juga:

Anggota DPR Semprot Ketidakbecusan Anies Tangani Banjir Jakarta

Dengan banjir terjadi di hari libur, lanjut Rahmat, ada hikmah yang dapat diambil. Salah satunya adalah pelayanan masyarakat tidak terganggu.

"Kalau hari libur tidak menganggu kerja, pelayanan masyakat tidak diganggu, devisa Jakarta hari libur biasa ke Puncak, ke mana-mana, di rumah," ucap Rahmat HS.

"Ada hikmahnya, hikmahnya yang kita ambil," sambungnya.

Lebih lanjut, Rahmat mengungkapkan badai di Jakarta ini akan berlalu setelah bulan Maret 2020.

"Tapi haqqul yaqin setelah bulan Maret, setelah curah hujan kecil, saya yakin badai itu akan berlalu," ucap dia.

"Dan kita akan merasakan bagaimana Jakarta sebagai kota megapolitan dengan penyelenggaraan Formula E yang luar biasa dan pasti orang Jakarta akan happy," jelas Rahmat. (Knu)

Baca Juga:

Banjir Rendam Pemukiman Pondok Maharta Tangerang Selatan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH