Jakarta Hidden Tour, Cara Lain Mengagumi Suasana di Utara Jakarta Kegiatan ini rata-rata diikuti oleh penghobi fotografi (Sumber: Foto/Syamsudin Ilyas)

DEBURAN ombak yang menabrak tanggul terdengar kencang. Beberapa ayam tampak mengais di atas kulit-kulit kerang hijau yang kini menjadi padat. Sampah terlihat di sana-sini, tentu dengan sedikit bau khasnya. Pemandangan itu selalu menemani masyarakat di Kampung Nelayan Cilincing setiap harinya.

Saya sengaja datang ke lokasi tersebut pada Minggu (27/1), memenuhi undangan dari Syamsudin Ilyas, kawan lama saat liputan di KRI Dewaruci tahun lalu. Sudah lama ia melakukan aktivitas sosial untuk bocah-bocah di pesisir. Berbekal kemampuannya di bidang jurnalistik, Ilyas membentuk sebuah sekolah terbuka bernama Jurnalis Cilik.

Jalan di perkampungan tampak becek karena beberapa hari lalu diterpa hujan. Matahari tidak begitu menyengat karena ditutupi awan mendung, namun hal itu tak menyurutkan anak-anak di kampung nelayan untuk tetap semangat. Sejak pagi mereka antusias mengikuti agenda Jurnalis Cilik dengan tema Jakarta Hidden Tour.

Krematorium  Cilincing, lokasi pertama Jakarta Hiden Tour (Sumber: Foto/Syamsudin Ilyas)
Krematorium Cilincing, lokasi pertama Jakarta Hiden Tour (Foto: Syamsudin Ilyas)

Kegiatan ini unik karena anak-anak Jurnalis Cilik diminta memandu tamu dari berbagai komunitas dan kampus untuk melihat suasana yang disuguhkan Kampung Nelayan Cilincing. Ada tiga tempat yakni Krematorium Cilincing, Kampung Kerang Hijau dan tepat Belah Kapal.

Kali ini ada 50 anak yang ikut dalam kegiatan. Pukul 08.00 Wib, mereka membuka acara dengan menari, dipandu oleh Diah Kusumawardani pimpinan dari komunitas Belantara Budaya Indonesia (BBI). Usai menari, anak-anak pesisir utara Jakarta itu mengajak ke lokasi pertama, yakni Krematorium Cilincing, salah satu tempat pembakaran mayat di Jakarta.

Tujuan selanjutnya menaiki tanggul Utara yang langsung berhadapan dengan rumah rumah penduduk nelayan kerang hijau. Tumpukan kerang, bau anyir tak sedap hingga angin pesisir tak menyurutkan tamu yang hadir untuk melihat keeksotisan pesisir Utara.

Tempat ini menjadi lokasi menarik untuk hunting foto (Sumber: Foto/Syamsudin Ilyas)
Tempat ini menjadi lokasi menarik untuk hunting foto ( Foto: Syamsudin Ilyas)

Lokasi eksotis lainnya adalah melihat langsung aktifitas para pembelah kapal. Setelah, hari menjelang sore, kecerian peserta dan para pemandu cilik ditutup dengan salam perkenalan dari peserta. Bagi pencinta fotografi, lokasi-lokasi tersebut sangat layak untuk hunting foto feature. Ada banyak kegiatan warga yang amat sayang jika tidak diabadikan.

"Semoga program ini bisa berlanjut dan menjadi salah satu destinasi kunjungan wisatawan untuk memajukan ekonomi kreatif masrakat pesisir," Ujar Ilyas, sapaan akrab Syamsudin Ilyas. (YNI)

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH