Jakarta Diprediksi Tenggelam pada Tahun 2050 Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin. (ANTARA/HO-HUMAS PAM JAYA)

MerahPutih.com - Wilayah Jakarta terutama di utara diprediksi akan tenggelam pada tahun 2050, karena tingginya penggunaan air tanah oleh warga ibu kota.

"Prediksinya di tahun 2050, diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta, terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam," kata Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, saat acara diskusi, Senin (8/8).

Baca Juga:

Kasus Aktif COVID-19 di Jakarta Capai 19.271

Arief pun menyayangkan, penggunaan air tanah di DKI yang tergolong cukup tinggi. Hal ini memicu land sinking atau penurunan permukaan tanah.

"Karena budaya atau kemudian penggunaan air yang tidak segera diselesaikan dan terus mengambil air dari tanah," tuturnya.

Menurutnya, penggunaan air tanah yang masif ini akan berdampak banyak pada efek ekologi. Oleh sebab itu, mantan Direktur Utama (Dirut) Pasar Jaya ini mengatakan, pihaknya akan berupaya memenuhi kebutuhan air masyarakat Jakarta lewat pipanisasi air.

Baca Juga:

Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan pada Pagi dan Siang hari

Ia mengakui bahwa saat ini belum seluruh warga Jakarta mendapat pelayanan pipanisasi air. Arief pun mengatakan, PAM Jaya menargetkan 100 persen warga Jakarta dapat terlayani air pipa pada 2030.

"Target itu juga pernah kita sampaikan di publik juga bahwa 2030 menjadi target kita, air yang kemudian kita dapatkan, kita berikan ke Jakarta merupakan air dari pipanisasi," paparnya. (Asp)

Baca Juga:

Sistem Parkir Modern Hadir di Mal Jakarta Pusat

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Respons NasDem soal Usulan Duet Anies-AHY di Pilpres 2024
Indonesia
Respons NasDem soal Usulan Duet Anies-AHY di Pilpres 2024

"Tentu proses membangun chemistry satu dan lain penting, ini kan bukan kawin paksa," kata Willy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/7).

Kasus Tanah Munjul, Eks Dirut Sarana Jaya Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara
Indonesia
Kasus Tanah Munjul, Eks Dirut Sarana Jaya Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara

Yoory Corneles Pinontoan dihukum 6 tahun dan 8 bulan penjara serta pidana denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

[HOAKS atau FAKTA]: Gunakan Obat Bius Setelah Vaksin COVID-19 Sebabkan Kematian
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gunakan Obat Bius Setelah Vaksin COVID-19 Sebabkan Kematian

Beredar informasi tentang penggunaan obat bius setelah vaksin COVID-19 menyebabkan kematian.

Indonesia Ajak Singapura Ikut Serta dalam Pembangunan Food Estate dan Ibu Kota Baru
Indonesia
Indonesia Ajak Singapura Ikut Serta dalam Pembangunan Food Estate dan Ibu Kota Baru

Indonesia mengajak Singapura ikut serta dalam pengembangan food estate dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Masyarakat Masih Tunda Vaksinasi Karena Pilih Merek
Indonesia
Masyarakat Masih Tunda Vaksinasi Karena Pilih Merek

hingga saat ini 100 juta orang lebih yang mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Ketercukupan stok vaksin ini akan lebih optimal, jika ditunjang dengan percepatan program vaksinasi.

Anggaran ASEAN Para Games di Solo Capai Rp 375 Miliar
Berita
Anggaran ASEAN Para Games di Solo Capai Rp 375 Miliar

Acara seremonial pembukaan dan penutupan APG XI 2022 rencananya dilakukan di Stadion Manahan Solo, pada 30 Juli dan 6 Agustus mendatang.

Kader PDIP Solo Beri Kaos Bergambar Banteng Celeng, Ganjar Tutupi dari Wartawan
Indonesia
Kader PDIP Solo Beri Kaos Bergambar Banteng Celeng, Ganjar Tutupi dari Wartawan

Ganjar Pranowo berusaha menutupi kaos yang diberikan kepadanya ketika awak media berusaha mengambil gambar.

Pemerintah Sediakan 1,2 Miliar Liter Minyak Goreng Murah
Indonesia
Sidang Isbat Tentukan Idul Adha 1443 H Dimulai Nanti Sore
Indonesia
Sidang Isbat Tentukan Idul Adha 1443 H Dimulai Nanti Sore

"Kami akan menggelar Sidang Isbat Awal Zulhijah pada 29 Juni 2022 untuk menetapkan Idul Adha 1443 H," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Adib dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (29/6)

Komisi III Ingatkan Kejagung Jangan Manfaatkan Restorative Justice Jadi Lahan Pemerasan
Indonesia
Komisi III Ingatkan Kejagung Jangan Manfaatkan Restorative Justice Jadi Lahan Pemerasan

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Santoso mengingatkan agar jajaran Kejagung tidak memanfaatkan pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) sebagai ladang pemerasan baru.