Jakarta Didominasi Penduduk Berusia Produktif Ilustrasi Sensus Penduduk 2020. Foto: Istimewa

Merahputih.com - Hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2020 menyatakan bahwa usia produktif penduduk Jakarta mencapai 71,98 persen dari total 10,56 juta jiwa. Usia produktif yang dimaksud adalah penduduk dengan usia di kisaran 15 sampai 64 tahun.

"Sehingga saat ini, DKI Jakarta masih dalam masa bonus demografi," tulis pemprov DKI Jakarta di laman instagramnya, @dkijakarta.

Baca Juga

Anies Buat Jalur Sepeda di Jalan Tol, Gerindra: Mau Ngapain?

Berdasarkan komposisi penduduk, dari 10,56 juta jiwa penduduk, sebanyak 1,32 persen termasuk generasi pre boomer lahir sebelum tahun 1945; Kemudian sebanyak 11,09 persen termasuk generasi baby boomer atau lahir pada tahun 1946-1964.

Kemudian, sebanyak 23,64 persen termasuk Generasi X atau yang lahir di antara tahun 1965-1980; Lalu sebanyak 26,78 persen termasuk ke dalam generasi milenial atau yang lahir antara tahun 1981-1996.

Sebanyak 25,65 persen termasuk Generasi Z atau yang lahir antara tahun 1997-2012; Dan sebanyak 11,25 persen termasuk ke dalam kategori setelah (post) generasi Z atau yang lahir setelah tahun 2012.

Selain itu, berdasarkan sebaran penduduk, dari 10,56 juta penduduk, sebanyak 28,76 persen atau sekitar 3,04 juta jiwa tinggal di Jakarta Timur, yang menjadikannya wilayah terpadat penduduk di DKI Jakarta.

Baca Juga

Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Indef: Selesaikan Dulu Pandeminya

Setelah Jakarta Timur, populasi terpadat berada di Jakarta Barat dengan besaran sebanyak 23,05 persen, kemudian Jakarta Selatan 21,08 persen. Setelahnya, ada Jakarta Utara sebanyak 16,84 persen, Jakarta Pusat sebanyak 10,01 persen, dan Kepulauan Seribu sebanyak 0,26 persen dari total populasi. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Tangkap Tersangka Dulu Sebelum Diumumkan, Pengamat: Tak Bertentangan dengan Putusan MK
Indonesia
Tagihan Listrik Naik di Pagebluk COVID-19, PLN Ditegur Anak Buah Prabowo
Indonesia
Tagihan Listrik Naik di Pagebluk COVID-19, PLN Ditegur Anak Buah Prabowo

Apalagi, beberapa warga mengaku pemakaian listrik tak sebesar biasanya.

Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, AHY Ngadu ke Jokowi
Indonesia
Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, AHY Ngadu ke Jokowi

AHY meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memberikan pengesahan terhadap hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang.

Muhammadiyah Nilai Aksi Teror di Sigi Bukan Konflik Antar Umat Beragama
Indonesia
Muhammadiyah Nilai Aksi Teror di Sigi Bukan Konflik Antar Umat Beragama

"Aparatur keamanan harus segera bertindak dan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku," kata Sekertaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

Ganggu Pemadangan Mata, Gerobak Pemulung di Kawasan Senen Ditertibkan
Indonesia
Ganggu Pemadangan Mata, Gerobak Pemulung di Kawasan Senen Ditertibkan

“Kami bersama anggota Satpol PP Kecamatan dan Satpol PP Kelurahan menertibkan puluhan gerobak pemulung, karena merusak pemandangan mata sehingga menjadi kumuh," kata Agus

Begini Antisipasi Kemenkes Bila Terjadi Lonjakan Kasus COVID-19
Indonesia
Begini Antisipasi Kemenkes Bila Terjadi Lonjakan Kasus COVID-19

Sebab, kasus COVID-19 di Indonesia masih menunjukkan tren meningkat

Bobby dan 10 Kader Murni Menangkan Pilkada di Sumut, PDIP: Sumut Masih Merah
Indonesia
Bobby dan 10 Kader Murni Menangkan Pilkada di Sumut, PDIP: Sumut Masih Merah

Tidak sia-sia DPP menugaskan Pak Djarot Saiful Hidayat

Jumlah Kasus Corona Hampir Tembus 90 Ribu
Indonesia
Jumlah Kasus Corona Hampir Tembus 90 Ribu

Data penambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Selasa (21/7) ini dipublikasikan di situs Kementerian Kesehatan.

Waketum Persis Tegaskan Minuman Keras Induk Segala Kejahatan
Indonesia
Waketum Persis Tegaskan Minuman Keras Induk Segala Kejahatan

"Sebagai bangsa dan masyarakat religius, kita harus berpedoman kepada norma dasar agama yang menyatakan bahwa al khamru, ummul khabaaits, minuman keras adalah induk segala kejahatan," kata Ustaz Jeje

Kekompakan TNI-Polri di Level Bawah dinilai Belum Harmonis
Indonesia
Kekompakan TNI-Polri di Level Bawah dinilai Belum Harmonis

Presiden Joko Widodo bisa memprakarsai perubahan UU 31 tahun 1997