Seni

JAKARTA DANCE MEET UP 2023 Mengolah Kreativitas Baru Anak Muda di Seni Tari

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Minggu, 27 Agustus 2023
JAKARTA DANCE MEET UP 2023 Mengolah Kreativitas Baru Anak Muda di Seni Tari
JDMU juga bentuk refleksi dari keinginan bersama untuk melihat seni tari bertumbuh di Jakarta. (Foto: DKJ/Andi Maulana)

SENI tari berkembang dalam bentuk yang berbeda-beda di Jakarta. Dalam panorama seni yang beragam, tari menyajikan ekspresi-ekspresi dinamis, sebuah cermin inovasi dalam karya serta dalam kompleksitas persoalan-persoalan yang menantang perkembangan seni tari.

JAKARTA DANCE MEET UP (JDMU) hadir sebagai ruang percakapan dan kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. Platform ini diinisiasi oleh diinisiasi Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 2017 dan diselenggarakan oleh Komite Tari DKJ.

JDMU bertujuan memfasilitasi dan merangkul komunitas tari di Jakarta, serta memberikan ruang apresiasi dan edukasi terhadap seni tari.

Dengan begitu, komunitas-komunitas tari dapat berproses dan bertumbuh, menciptakan keberlanjutan, memunculkan dialog tentang perkembangan dan persoalan tari di Jakarta, dan berbagi pengalaman-pengalaman estetik.

Josh Marcy, Ketua Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta menyatakan, selain sebuah platform, JDMU juga bentuk refleksi dari keinginan bersama untuk melihat seni tari bertumbuh di Jakarta.

Baca juga:

Merayakan Tari saat International Dance Day

jdmu 2023
JDMU menjanjikan ruang bertemu untuk mengolah kreativitas-kreativitas baru. (Foto: DKJ/Andi Maulana)

"Meski dalam ruang dan waktu yang terbatas, dan selalu ada persoalan-persoalan di dalam dunia tari, JDMU menjanjikan ruang bertemu untuk mengolah kreativitas-kreativitas baru yang berkembang di kalangan kaum muda. Ini adalah harapan yang baik di mana seni tari merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan Kota Jakarta,” tutur Marcy seperti tersua dalam keterangan resmi yang dikirimkan kepada Merahputih.com.

Pada JDMU tahun ini, Komite Tari menggandeng Wiwiek Harie Wahyuni, yang akrab disapa Wiwiek HW, sebagai Kurator. Ia seniman tari lulusan Institut Kesenian Jakarta yang juga melakoni kerja kreatif sebagai sutradara tari dan pengamat tari.

Ia dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor oleh Menteri Pemuda dan Olahraga pada 1993. Ia juga beberapa kali mendapat penghargaan sebagai Penata Tari Terbaik.

Wiwiek menyatakan, ada lebih dari 25 kreator tari di Jakarta yang sangat antusias menjadi bagian JDMU 2023.

"Pada akhirnya terpilih lima kreator yang akan menampilkan koreografi karya tari, sebagai hasil dari proses menuangkan ide dan gagasan dalam menciptakan karya tari juga sekaligus memproduksi ide dan gagasan artistik mereka sendiri,” sebut Wiwiek.

Beberapa komunitas yang mengisi showcase JDMU adalah Komunitas Ariah Indonesia Ngegebrak (KAIN), LASTEAM689, Maheswari Production Indonesia, Mawar Budaya, dan Seni Budaya Khatulistiwa (SBK).

KAIN adalah komunitas yang bergerak di bidang pengembangan dan pelestarian seni budaya. Didirikan pada 20 September 2020, KAIN termasuk komunitas baru. Mereka melakukan pendekatan dengan beberapa medium berkarya seperti tari dan film. Dalam JDMU, KAIN menampilkan karya berjudul “Basundara”.

LASTEAM689 berdiri pada 2019 untuk mengembangkan bakat anak dalam bidang tari. Bagi LASTEAM689, seni tari merupakan wadah pendidikan dan kebudayaan, yang membuat anak lebih percaya diri dan berani untuk berekspresi.

Melalui tari, mereka berupaya menghindarkan anak-anak dari kekerasan, kenakalan remaja, dan narkoba serta hal-hal yang tidak diinginkan di masa pertumbuhan mereka. Dalam JDMU, LASTEAM 689 menampilkan karya berjudul “Terima dan Kasih”.

Maheswari Production Indonesia adalah yayasan kesenian yang berdiri sejak 2017 dan bergerak dalam upaya melestarikan dan mengembangkan seni, khususnya seni tari dan musik tradisional.

Baca juga:

'Jarum dalam Jerami', Penghormatan untuk Koreografer Gusmiati Suid

jdmu
komunitas yang mengisi showcase JDMU adalah Komunitas Ariah Indonesia Ngegebrak (KAIN), LASTEAM689, Maheswari Production Indonesia, Mawar Budaya, dan Seni Budaya Khatulistiwa (SBK). (Foto: DKJ/Andi Maulana)

Maheswari bernaung berada dalam binaan Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Selatan. Dalam JDMU, Maheswari Production Indonesia mempertontonkan karya berjudul “Samba Le Urban”.

Mawar Budaya adalah sanggar tari yang berdiri pada 23 Mei 1990. Dalam perjalanannya, Mawar Budaya berfokus pada pelatihan tari atau pendidikan seni nonformal, serta melakukan pelestarian seni budaya melalui karya-karya yang diciptakan. Dalam JDMU, Mawar Budaya menyajikan karya berjudul “Garanuhing”.

SBK adalah komunitas seni yang berdiri pada 9 Januari 2007 di Jakarta dan beralamat di Jalan Waringin 2 No.10, Utan Kayu Utara, Jakarta Timur.

Pada 2016, SBK mulai mengukuhkan lembaganya menjadi sebuah komunitas yang bergerak di bidang seni tari dan musik nusantara. Kemudian pada 2020, SBK membuka cabang pelatihan diklat di Jalan Srigunting No. 14, Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat. Dalam JDMU, SBK membawakan karya berjudul “Momang”.

JDMU 2023 berlangsung pada Sabtu, 26 Agustus 2023 di Selasar dan Auditorium Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat.

Tak hanya showcase, JDMU juga diisi oleh diskusi “Ada Apa Dengan Komunitas Tari Di Jakarta Hari Ini?” Pembicara diskusi adalah Saras Dewi (Komite Tari), David Tandayu (Komite Tari), Wiwiek HW (Kurator JDMU),

JDMU merupakan kerja bareng Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Unit Pengelola Taman Ismail Marzuki, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Komunitas Ariah Indonesia Ngegebrak, Lasteam 689, Maheswari Production Indonesia, Mawar Budaya, Seni Budaya Khatulistiwa, Eksotika Karmawibhangga Indonesia Foundation, dan Gerakan Indonesia Kita dan Prakarsa Media Parakata. (dru)

Baca juga:

Pidato Kebudayaan DKJ 2022, Pentingnya 'Lumbung' Bagi Kesenian

#Agustus Sebangsa Panjat Sosial #Seni Tari #Dewan Kesenian Jakarta
Bagikan
Bagikan