Jakarta dan Australia Jadi Target Peredaran 1 Ton Sabu Yang Diungkap TNI-AL di Batam TNI AL berhasil menangkap kapal MV Sunrise Glory berbendera Singapura yang membawa sabu-sabu seberat 1 ton pada Rabu (7/2) siang WIB. (Foto: Dittip Narkoba Bareskrim Polri)

Merahputih.com - Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman mengatakan 1 Ton Narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan di Selat Phillipina rencananya akan dibawa ke Australia.

Selain Australia, kemungkinan barang haram itu juga akan diedarkan di wilayah selatan Indonesia. Hal itu terungkap berdasarkan pengakuan empat tersangka yang berhasil diamankan.

"Karena beberapa kali Angkatan Laut RI menangkap (kapal pembawa narkoba) di Lampung, Pelabuhan Ratu dan beberapa tempat lainnya," katanya di Batam, seperti dilansir Antara, Sabtu (10/2).

Sabu-sabu itu ditemukan di KM Sunrise Glory dan dibawa empat orang anak buah kapal warga negara Taiwan berinisial berinisial Alf, Aca, Cch, dan Cct.

Dari berbagai operasi TNI AL, penangkapan kapal pembawa sabu-sabu itu merupakan yang paling besar karena beratnya lebih dari 1 ton.

Wakasal mengatakan pihaknya pernah menangkap kapal penyelundup 20 senjata api dan narkoba di Jakarat saat dia menjadi Panglima Armada Barat (Pangarmabar) pada 2015.

Bahkan, karena terlalu banyaknya, pencarian barang haram itu sempat dihentikan karena anjing pelacak jenis K-9 milik Bea dan Cukai Kota Batam lemas, setelah mengendus narkoba dalam jumlah yang banyak.

"Tadi kata Bea Cukai anjing pelacaknya 'fly' setelah mencium sabu-sabu satu ton lebih setelah segar kita akan cari lagi," katanya.

Ia menduga jumlah barang haram tersebut lebih satu ton karena pencarian belum dilakukan secara menyeluruh di setiap sisi kapal, terutama di tumpukan beras.

Saat ini, tim gabungan sudah mengumpulkan 1,29 ton sabu-sabu yang ditemukan dari atas kapal KM Sunrise Glory.

Selanjutnya, seluruh barang bukti akan diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Sementara mengenai identitas kapal dan lain-lain itu menjadi tugas kita," kata Wakasal. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH