Jakarta dalam Nyanyian Beberapa lagu yang menjadikan Jakarta sebagai inpirasi musisi dalam berkarya (Foto: Pixabay/thekaleidoscope)

SELAMAT ulang tahun Jakarta, tahun 2019 menjadi penanda hari jadi ibu kota negara Indonesia yang sudah menginjak usia ke-492. Layaknya ibu kota negara di dunia, Jakarta menjadi pusat pemerintahan, bisnis, ekonomi, sampai peradaban modern. Tak heran banyak orang dari bebagai daerah di Indonesia berbondong-bondong mencoba mengadu nasib di ibu kota dan mencari harapan baru untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Tak sedikit pula musisi yang menjadikan hiruk pikuk ibu kota Jakarta sebagai inspirasi mereka dalam berkarya, baik dalam segi lirik maupun musiknya sendiri. Mulai dari yang menyampaikan pesan cinta dan semangat untuk ibu kota Jakarta, sampai yang memaparkan fenomena yang terjadi di kota tersebut.

Dari yang lawas hingga yang kekinian dan berbagai genre, berikut beberapa lagu dari para musisi yang secara implisit maupun eksplisit menggambarkan ‘semangat’ dari ibu kota Jakarta melalui karya mereka.

1. Kojek Rap Betawi – Enjoy Jakarte

Rapper asli ibu kota Jakarta, Kojek, memaparkan berbagai hal yang bisa kita temui di ibu kota negara Indonesia tersebut. Lagu yang diisi dengan rima padat, pesan moral, serta alunan beat yang mengambil sampling musik gambang kromong ini nampaknya cocok menjadi salah satu soundtrack untuk Jakarta.

2. Naif – Hai Monas

Termasuk dalam album Jangan Terlalu, lagu Hai Monas dari band Naif menggambarkan bagaimana rutinitas warga ibu kota dengan berlari mengelilingi Monumen Nasional (Monas), yang menjadi salah satu landmark Jakarta.

Diawali dengan alunan musik Tanjidor khas Betawi, dalam liriknya Naif secara eksplisit menyampaikan meski lelah dan napas terengah teruslah berlari dan pantang menyerah mengejar hidup di Jakarta setiap hari.

3. Laze – Kota Keras

Seperti judulnya, Kota Keras, rapper muda Laze menyampaikan secara blak-blakan tentang kondisi sosial yang terjadi di ibu kota Jakata. Lagu yang dimedley dengan lagu lain berjudul Waktu Bicara ini terdapat dalam album perdana Laze yang juga bertajuk Waktu Bicara.

Dengan rima padat yang menggamblangkan berbagai kondisi kehidupan masyarakat Jakarta, kamu mungkin akan menganggukan kepala tentang yang dikatakan Laze bahwa Jakarta adalah kota yang keras.

Kredit : anandadimas


Ananda Dimas Prasetya