Jakarta Berlakukan PSBB Jilid 2, Ribuan Warga Perantauan Asal Wonogiri Mudik Pemudik dari Jakarta turun di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (15/9). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pengelola Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Jawa Tengah mencatat ribuan warga asal kota itu yang merantau di Jakarta mudik ke kampung halaman sejak Minggu (13/9).

Warga Wonogiri memilih mudik setelah Pemprov DKI Jakarta memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid ll selama 14 hari mulai tanggal 14-27 September.

"Ada lonjakan pemudik dari Jabodetabek yang turun di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri mulai Sabtu kemarin," ujar Kepala Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri Agus Hasto, Selasa (15/9).

Baca Juga:

Wagub DKI: Selama PSBB Jilid II Pelibatan TNI Polri Ditingkatkan

Agus menjelaskan, lonjakan penumpang terjadi tak lama setelah Pemprov DKI Jakarta mengumumkan PSBB jilid ll selama 14 hari berlaku efektif Senin (14/9).

Data petugas terminal, sebanyak 2.286 pemudik tiba di Wonogiri pada hari Minggu. Angka ini juga diimbangi dengan jumlah penumpang bus dari Wonogiri menuju ke Jakarta yang juga meningkat menjadi 2.076 orang.

"Pada hari Senin kemarin, tercatat ada 1.422 orang pemudik yang tiba, dan 1.286 orang yang melakukan perjalanan ke Jabodetabek," papar dia.

  Kepala Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto, Selasa (15/9). (MP/Ismail)
Kepala Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto, Selasa (15/9). (MP/Ismail)

Ia menjelaskan, sebagian besar warga Wonogiri yang mudik ini bekerja berbagai macam mulai jual makanan, pekerja bangunan, dan lainnya. Mereka tersebar dari sejumlah kecamatan mulai dari Kecamatan Selogiri, Ngadirejo, Wonogiri Kota, Batu, dan lainnya.

"Penerapan protokol kesehatan tetap diberlakukan di terminal. Pendataan warga mudik dari Jakarta ini diserahkan pada masing-masing kecamatan," kata dia.

Baca Juga:

Pengamat Nilai PSBB di DKI Tak Efektif

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, pihaknya tidak ingin kecolongan dengan banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan dari dan ke Jakarta. Pemkab juga telah membuat surat edaran mengantisipasi adanya pemudik agar kasus COVID-19 tidak bertambah.

"Camat saya diminta untuk meningkatkan sinergitas dan mengoptimalkan peran ketua RT/RW dan lurah untuk pencegahan COVID-19," tutup Joko. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Hari Pertama PSBB Total, Satpol PP DKI Tutup 8 Pelaku Usaha Makanan



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH