Jadikan Ramadan Waktu yang Tepat untuk Berhenti Merokok Ramadan bisa jadi kesempatan terbaik untuk berhenti merokok (Foto: Pixabay/Myriams_Fotos)

SEBAGIAN besar dari kita mungkin tahu, puasa ramadan tidak hanya menahan lapar dan haus. Satu dari banyak kegiatan lain yang tidak boleh dilakukan saat puasa adalah merokok, setidaknya selama lebih dari 14 jam. Tentu, itu akan menjadi hal berat bagi orang yang sudah terbiasa dengan nikotin (rokok) setiap harinya.

Ketahui apa yang terjadi pada tubuh ketika seseorang berhenti merokok, saat puasa misalnya, dan bagaimana cara mengatasi masalah “kecanduan” yang datang dengan perubahan drastis saat ramadan.

1. Penghilangan atau Penarikan

Jadikan Ramadan Waktu yang Tepat untuk Berhenti Merokok
Berhenti merokok tiba-tiba akan memberikan pengaruh (Foto: Pixabay/markusspiske)

Seringkali dikaitkan dengan obat-obatan terlarang dan zat adiktif lainnya, gejala penghilangan atau penarikan merujuk pada reaksi tubuh terhadap pengurangan secara tiba-tiba dan drastis dalam asupan zat tersebut.

Sementara beberapa reaksi ini dapat dilakukan oleh sebagaian orang, untuk sebagian lainnya ini dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari, mobilitas, dan kesehatan mental. Hal yang sama juga berlaku untuk kegiatan merokok.

2. Kecanduan Merokok

Jadikan Ramadan Waktu yang Tepat untuk Berhenti Merokok
Kecanduan nikotin dari rokok (Foto: pixabay/free-photos)

Merokok adalah kegiatan yang membuat orang mudah kecanduan dan terpengaruh walaupun bahayanya sering diiklankan pada produk itu sendiri. Sementara merokok terus-menerus mungkin dianggap lebih dari kecanduan, Satu batang rokok sehari bahkan dianggap sebagai kecanduan, jika kamu tidak dapat melakukannya tanpa itu.

3. Penghilangan Nikotin saat Ramadan

Jadikan Ramadan Waktu yang Tepat untuk Berhenti Merokok
Coba berhenti merokok saat ramadan (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

Zat yang membuat orang kecanduan akan rokok adalah nikotin. Perokok aktif yang mencoba berhenti selama Ramadan dapat mengalami gejala penarikan tiga sampai lima hari setelah mulai berhenti, termasuk diantaranya gampang marah dan kesulitan berkonsentrasi.

Mereka mungkin juga sangat ingin merokok sehingga mereka merokok setelah berbuka puasa, menghirup banyak asap dalam waktu yang sangat singkat, dan setelah makan. Dorongan untuk makan terlalu banyak karbohidrat untuk menghindari merokok adalah efek samping lainnya, yang mengarah pada kenaikan berat badan.

Baca juga:

Puasa, Solusi Terbaik Atasi Kecanduan Merokok

Kabar Bahagia! Ini Manfaat Puasa Bagi Para Perokok

Terlepas dari gejala penarikan fisik yang dapat berlangsung selama beberapa hari, aspek psikologis dari keinginan untuk merokok dapat bertahan lebih lama, dan lalu menyebabkan kambuh atau kembali aktif merokok.

4. Berhenti Merokok saat Ramadan dan untuk Selamanya

Jadikan Ramadan Waktu yang Tepat untuk Berhenti Merokok
Berhenti merokok untuk selamanya (Foto: Pixabay/Myriams_Fotos)

Bulan ramadan bisa menjadi waktu yang tepat untuk berhenti merokok selamanya. Fakta bahwa kebanyakan orang tidak merokok selama lebih dari 14 jam adalah bukti bahwa mereka dapat mencoba, dan berhenti untuk selamanya. Jam puasa yang lama menyebabkan penurunan kadar nikotin dalam darah sehingga membuat perokok lebih mudah untuk berhenti, teorinya.

Beberapa tips yang mungkin bisa kamu lakukan untuk berhenti merokok diantaranya yakni; Manfaatkan tanda nikotin jika diperlukan saat ramadan karena itu dapat mengendalikan gejala penghilangan dan membantumu keluar dari kebiasaan yang tidak sehat tersebut.

Konsumsi makanan yang lebih sehat saat berbuka puasa dengan pilihan seperti wortel, mentimun, dan makanan berserat lainnya untuk menghindari kecenderungan terlalu memanjakan diri dengan menu favorit berbuka puasa, karbohidrat.

Terakhir, ambil resolusi untuk berhenti merokok karena tidak ada yang lebih kuat dari keinginan untuk berhenti dari diri sendiri. (ADP)

Kredit : anandadimas


Ananda Dimas Prasetya