Jadikan COVID-19 Musuh Bersama Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 disebut hanya bisa dilawan jika masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, ketegasan dan konsistensi aparat juga sangat dibutuhkan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi menegaskan, soal ancaman pandemi COVID-19 yang kini masih menghantui masyarakat.

Baca Juga

2.816 Pedagang Pasar Tanah Abang Sudah Disuntik Vaksin COVID-19

"Pandemi tak mengenal siapa saja. Ini musuh bersama. Oleh sebab itu kita harus komitmen bersama mencegah penyebarannya," kata Hengki di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (19/2).

Hengki Haryadi mendatangi Kodim 0501/JP BS. Ia didampingi Plh Wali Kota Jakpus, Irwandi untuk memperkuat soliditas melawan COVID-19. Dalam kunjunganya, ia disambut langsung Dandim 0501/JP BS, Kolonel (Inf) Luqman Arief.

Hengki menuturkan, pandemi telah memicu terjadinya peningkatan gangguan keamanan. Ini seiring dengan bertambahnya angka kemiskinan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

"Ini harus kita cegah dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat," kata Hengki.

Dalam kesempatan sebelumnya, Hengki menyebut, berdasarkan penelitian yang ada, penyebaran virus Corona meningkat seiring dengan menurunnya tingkat kedisiplinan masyarakat.

"Oleh karenanya, kita dari level terbawah di RT harus kuat dalam protokol kesehatan. Kita usulkan untuk membentuk relawan protokol kesehatan di tingkat RT. Hampir 12 ribu lebih (relawan yang dibentuk)," ungkapnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi. Foto: MP/Kanu

Ia menuturkan, dari data Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia dan UNICEF, ketidakdisiplinan masyarakat berpengaruh terhadap meningkatnya angka penyebaran COVID-19.

Hengki mencontohkan Amerika Serikat yang angka tes PCR tinggi namun karena pemberlakukan protokol kesehatan minim, angla COVID-19 sangat tinggi.

Hengki menyebut, relawan protokol kesehatan tingkat RT pun perlu diperkuat untuk mendisiplinkan masyarakat. Ini merata di seluruh RT di Jakarta Pusat dengan jumlah 12 ribu orang.

"Kami usulkan relawan protokol kesehatan di tingkat RT agar diperkuat," kata Hengki.

Baca Juga

Mulai Hari Ini Pemprov DKI Vaksinasi COVID-19 Lansia

Hengki menjelaskan, Polisi RW, Satpol PP dam TNI yang sudah ada bakal diperkuat untuk bersinergi bersama relawan. "Kami kerja bersama. Backup dengan TNI dan Pemerintah Kota," jelas Hengki.

Hengki menambahkan, relawan yang bekerja ini untuk mendisiplinkan masyarakat. Seperti penggunaan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan. Mereka hanya mengingatkan dan mengawasi masyarakat. Sementara penindakan tetap pada aparat berwenang.

"Kunci dari untuk mengatasi pandemi adalah kerja bersama," terang Hengki.

Hengki berharap, di wilayah komunitas ini dikoordinasikan oleh RT dan RW. Biasanya setiap RT akan ada dua relawan.

"Kuncinya kedisiplinan. Mereka punya tanggungjawab masing-masing. Ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa disana yang membantu," jelas Hengki.

Lulusan AKPOL 1996 ini menjelaskan, relawan ini bukan hanya saat PPKM saja, melainkan untuk seterusnya.

Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, mengklaim tidak ada lagi zona oranye COVID-19 di daerahnya. Jakarta Pusat kini masuk zona kuning dan hijau.

"Jakarta Pusat alhamdulillah tak ada lagi zona oranye, kita sudah zona kuning, dan zona hijau paling banyak 82,6 persen. Mudah-mudahan kita pertahankan," kata Irwandi

Irwandi berharap, dengan adanya pembentukan relawan pengawas prokes di tingkat RT, kasus COVID-19 di Jakarta Pusat bisa ditekan. Jadi, bulan depan bisa ditargetkan masuk zona hijau. (Knu)

Baca Juga

Pasien Sembuh Lampaui Jumlah Penambahan Kasus COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Limpahkan Berkas Adik Ratu Atut ke Pengadilan Tipikor Bandung
Berita
KPK Limpahkan Berkas Adik Ratu Atut ke Pengadilan Tipikor Bandung

Dalam konstruksi perkara, Wawan diduga telah memberikan mobil Toyota Kijang Innova kepada Deddy Handoko

Polisi Bongkar Jaringan Mafia Tanah Intimidasi Warga di Jakarta Pusat
Indonesia
Polisi Bongkar Jaringan Mafia Tanah Intimidasi Warga di Jakarta Pusat

Polres Metro Jakarta Pusat terus menelusuri jaringan mafia tanah yang melibatkan seorang pengacara berinisial AD.

Sespri Edhy Prabowo Rekayasa Posisi Komisaris Perusahaan Penampung Suap Benur
Indonesia
Sespri Edhy Prabowo Rekayasa Posisi Komisaris Perusahaan Penampung Suap Benur

Sekretaris Pribadi (Sespri) mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Amiril Mukminin, merekayasa posisi Komisaris PT Aero Citra Kargo (ACK).

Polisi Bubarkan Massa yang Geruduk DPP Partai Demokrat
Indonesia
Polisi Bubarkan Massa yang Geruduk DPP Partai Demokrat

Polisi membubarkan massa yang nekat menggeruduk kantor DPP Partai Demokrat.

Kubu Eks Mensos Juliari Sebut Sejumlah Saksi Tidak Konsisten
Indonesia
Kubu Eks Mensos Juliari Sebut Sejumlah Saksi Tidak Konsisten

Kubu eks Mensos Juliari Peter Batubara merasa sejumlah saksi yang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor menunjukkan inkonsistensi.

Pembantu Jokowi yang 'Sentil' Demokrat Diminta Jangan Bertindak Seperti Buzzer
Indonesia
Pembantu Jokowi yang 'Sentil' Demokrat Diminta Jangan Bertindak Seperti Buzzer

Pak Wamen memang sedang merangkap jabatan jadi buzzer?

Perwira Polisi Pemeras Wali Kota Tanjungbalai Layak Dihukum Mati dan Dipecat
Indonesia
Perwira Polisi Pemeras Wali Kota Tanjungbalai Layak Dihukum Mati dan Dipecat

Bahkan, dengan adanya dua kasus ini publik akan menilai kok KPK saat ini bisa diisi oleh pencuri dan tukang peras?

Menag: Ada Segelintir Kasus Berupaya Cederai Kerukunan Umat Beragama
Indonesia
Menag: Ada Segelintir Kasus Berupaya Cederai Kerukunan Umat Beragama

Potensi terulangnya kasus serupa di masa mendatang masih terbuka

Anggaran Vaksinasi COVID-19 Setera 34 Kali Pembangunan Wisma Atlet
Indonesia
Anggaran Vaksinasi COVID-19 Setera 34 Kali Pembangunan Wisma Atlet

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan program vaksinasi COVID-19 yang memakan anggaran Rp130,03 triliun itu didanai oleh APBN .

Bom Palsu di Depan Rumah Petinggi KAMI Diduga Berisi Serbuk Petasan
Indonesia
Bom Palsu di Depan Rumah Petinggi KAMI Diduga Berisi Serbuk Petasan

Mabes Polri sendiri menyatakan bahwa perbuatan ini menyebabkan kecemasan di masyarakat