Jadi Tersangka, Wanita Emas Langsung Dipenjara di Rutan Salemba Hasnaeni Moein alias Wanita Emas (Foto: Facebook /Hasnaeni Moein)

MerahPutih.com - Hasnaeni atau biasa dikenal sebagai 'wanita emas' kembali memicu kontroversi.

Kali ini, ia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam kasus jual beli proyek dengan PT WBP. Hasnaeni merupakan Direktur PT MM.

Baca Juga:

Partai Besutan Wanita Emas Bersiap Daftar ke Kemenkumham

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Kuntadi, mengatakan, Hasnaeni menawarkan pekerjaan ke PT WBP dengan syarat membayarnya.

Saat itu, PT MMM dengan dalih sedang melakukan pekerjaan pembangunan PAM Semarang menawarkan pekerjaan kepada PT WBP WBP.

"Dengan syarat PT WBP harus menyetorkan sejumlah uang ke PT MMM dengan dalih penanaman modal, adapun pekerjaan yang ditawarkan senilai Rp 341 miliar," ucap Kuntadi saat jumpa pers di Kejagung, Kamis (22/9).

Kuntadi mengatakan demi mendapat proyek pekerjaan itu PT WBP menyanggupi permintaan Hasnaeni.

PT WBP melalui General Managernya berinisial HJ, yang juga ditetapkan tersangka, menyetor Rp 16,8 triliun ke PT MMM.

HJ selaku GM PT WBP dibuatkan invoice pembayaran seolah-olah PT WBP membeli material kepada PT MMM.

"Sehingga atas dasar tagihan fiktif dari PT MMM maka PT WBP menyetor Rp 16.844.363.402 (miliar) yang belakangan diketahui bahwa uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi," paparnya.

Baca Juga:

Hasnaeni alias Wanita Emas: Kalo Ahok Dipenjara, Saya Tak Ada Saingan

Kasus ini merupakan pengembangan dan merupakan bagian dari tindak pidana korupsi di PT WBP yang total senilai Rp 2,5 triliun.

Selain itu, Kejagung juga menemukan indikasi penerbitan SCF dari invoice fiktif PT WBP.

"Kasus ini sedang kita dalami untuk pengembangannya kita tunggu," tutur Kuntadi.

Sebelumnya Hasnaeni diperiksa sebagai saksi perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan/atau penyelewengan dalam penggunaan dana PT WBP pada tahun 2016-2020.

Ia langsung ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejari Jakarta Selatan selama 20 hari. Sebagai informasi, Hasnaeni dikenal dengan julukan Wanita Emas. Hasnaeni diketahui pernah ingin ikut dalam Pilkada DKI 2017, namun gagal.

Hasnaeni mengaku julukan Wanita Emas memang sengaja disematkan pada dirinya. Kala itu dia menyebut Emas sebagai kependekan dari 'Era Masyarakat Sejahtera'.

Julukan Wanita Emas pun diakuinya dipakai untuk mencoba maju pada Pilkada Tangerang Selatan 2010. (Knu)

Baca Juga:

Kejagung Enggan Komentari Kebebasan Mantan Jaksa Pinangki

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
NasDem Apresiasi Keberanian Anies Siap Nyapres 2024
Indonesia
NasDem Apresiasi Keberanian Anies Siap Nyapres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan siap maju sebagai calon presiden (capres) 2024.

KPK Kembangkan Kasus Suap Ketok Palu Provinsi Jambi
Indonesia
KPK Kembangkan Kasus Suap Ketok Palu Provinsi Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengembangan perkara dugaan suap atau kasus ketok palu dalam pembahasan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018.

Paus Fransiskus Semakin Dekat untuk Berkunjung ke Indonesia
Indonesia
Paus Fransiskus Semakin Dekat untuk Berkunjung ke Indonesia

Pemimpin tertinggi umat Katolik Paus Fransiskus tinggal selangkah lagi dipastikan bakal berkunjung ke Indonesia.

Anies Ungkap Sejumlah Peluang Jakarta setelah Tanggalkan Status Ibu Kota
Indonesia
Anies Ungkap Sejumlah Peluang Jakarta setelah Tanggalkan Status Ibu Kota

Dalam sambutannya, Anies memandang pemindahan Ibu Kota ke Nusantara bisa memberi peluang pada Jakarta untuk mempercepat pembangunan menjadi kota global dunia.

Pandemi Terkendali, Masyarakat Masih Penting Gunakan Masker
Indonesia
Pandemi Terkendali, Masyarakat Masih Penting Gunakan Masker

Pada hari ini, Selasa (20/9), Indonesia mencatat sebanyak 2.518 kasus baru COVID-19.

4 Pejabat BPN Terlibat Mafia Tanah Dijerat UU Tipikor
Indonesia
4 Pejabat BPN Terlibat Mafia Tanah Dijerat UU Tipikor

Disidik dengan UU Tipikor bagi penyelenggara negara yang terlibat kasus mafia tanah

KPK Lelang Tanah dan Bangunan dari Perkara Tubagus Chaeri Wardana
Indonesia
KPK Lelang Tanah dan Bangunan dari Perkara Tubagus Chaeri Wardana

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang dua bidang tanah yang berkaitan dengan perkara Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Dua bidang tanah itu berada di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Volume Kendaraan pada Mudik Lebaran 2022 Diprediksi Naik 10-15 Persen
Indonesia
Volume Kendaraan pada Mudik Lebaran 2022 Diprediksi Naik 10-15 Persen

"Naik antara 10-15 persen dibandingkan dengan mudik tahun 2019," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo

JAMPidsus Klaim Selamatkan Kerugian Negara Rp 21,2 Triliun Sepanjang 2021
Indonesia
JAMPidsus Klaim Selamatkan Kerugian Negara Rp 21,2 Triliun Sepanjang 2021

Bidang Tindak Pidana Khusus untuk akan lebih optimal melakukan penanganan perkara tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana.

Penjelasan Polda Metro Jaya Terkait Video Viral Tol Becakayu Ambruk
Indonesia
Penjelasan Polda Metro Jaya Terkait Video Viral Tol Becakayu Ambruk

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo memastikan narasi video tersebut adalah hoaks