Jadi Tersangka Kasus Pembakar Rumah Dinkes, 8 Anggota TNI AD Terancam Dipenjara 12 Tahun Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad), Letjen Dodik Widjanarko. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Puspom TNI AD terus mengusut kasus pembakaran rumah dinas kesehatan di Hitadipa, Papua. Sejumlah prajurit TNI AD telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembakaran rumah dinas kesehatan tersebut.

Danpuspomad Letnan Jenderal TNI Dodik Wijanarko mengatakan, sebanyak delapan anggota TNI AD telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan ini berdasarkan pernyataan saksi dan barang bukti yang dikumpulkan selama proses penyelidikan.

Baca Juga

Delapan Oknum TNI AD Jadi Tersangka Pembakar Rumah Dinas Kesehatan di Intan Jaya

"Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan alat bukti, maka penyidik menyimpulkan dan menetapkan delapan orang tersangka," Dodik, di Mapuspomad, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).

Dodik melanjutkan, bahwa mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kapten Inf SA, Letda Inf KT, Serda MFA, Sertu S, Serda ISF, Kopda DP, Pratu MI, dan Prada MH. Kedelapan tersangka tersebut berasal dari satuan berbeda.

"Lima tersangka dari Satgas Penebalan apter BKO Kodam XVII/Cenderawasih sudah ditahan di Sub Denpom XVII/1-1 Nabire. Berkas sudah dilimpahkan ke Oditur Militer IV-20 Jayapura pada 10 Desember 2020 lalu," lanjutnya.

Komandan Puspomad Letjen TNI Dodik Widjanarko saat memberikan keterangan pers di Markas Puspomad, Jakarta, Kamis (12/11). (ANTARA/Syaiful Hakim)
Komandan Puspomad Letjen TNI Dodik Widjanarko saat memberikan keterangan pers di Markas Puspomad, Jakarta, Kamis (12/11). (ANTARA/Syaiful Hakim)

Sementara itu, tambahnya, tiga tersangka lainnya dari satuan Yonif Raider 400/BR. Ketiganya belum diperiksa karena masih melaksanakan tugas Operasi Pamtas mobile di bawah kendali Komando Operasi Pinang Sirih. Mereka akan diperiksa setelah melaksanakan tugas tersebut.

"Sekarang juga mereka masih bertugas di bawah kendali Komando Operasi Pinang Sirih," tambah Dodik.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 187 (1) KUHP tentang perbuatan sengaja mengakibatkan kebakaran, ledakan, atau banjir dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kemudian, Pasal 55 (1) KUHP tentang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan pidana. (Knu)

Baca Juga

TNI AD Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Penembakan Pendeta Yeremia

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masa Pandemi, Banyuwangi Ekspor 600 Ton Kopi ke Eropa
Indonesia
Masa Pandemi, Banyuwangi Ekspor 600 Ton Kopi ke Eropa

Banyuwangi mencatatkan rekor pesanan ekspor berkapasitas 600 ton untuk penuhi kebutuhan pasar Eropa.

Dimulai 13 Februari, Kawasan Baduy Tertutup dari Kunjungan Selama Tiga Bulan
Indonesia
Dimulai 13 Februari, Kawasan Baduy Tertutup dari Kunjungan Selama Tiga Bulan

Kawasan pemukiman masyarakat Baduy Dalam, Kabupaten Lebak, Banten tertutup bagi wisatawan selama tiga bulan.

PPP Belum Dapat Bocoran Menteri Yang Bakal Dicopot Jokowi
Indonesia
PPP Belum Dapat Bocoran Menteri Yang Bakal Dicopot Jokowi

Perombakan kabinet yang akan dilakukan presiden kemungkinan tidak mengubah komposisi menteri usulan partai politik dan kelompok profesional.

Angka Kematian akibat COVID-19 Menurun 32 Persen
Indonesia
Angka Kematian akibat COVID-19 Menurun 32 Persen

Jumlah kasus kematian akibat COVID-19 pada pekan ini mengalami penurunan hingga 32 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Bekas Direktur Teknik dan Armada Garuda Jadi Tersangka Pencucian Uang
Indonesia
Bekas Direktur Teknik dan Armada Garuda Jadi Tersangka Pencucian Uang

KPK menemukan adanya perbuatan Hadinoto menempatkan, mentransfer, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atas uang suap yang sebelumnya telah diterima oleh Hadinoto.

Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia 2 Kali Lebih Besar dari Kapasitas SUGBK
Indonesia
Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia 2 Kali Lebih Besar dari Kapasitas SUGBK

Rasio pemanfaatan tempat tidur, ruang gawat darurat atau ruang ICU, dan ruang isolasi mencapai lebih dari 60 persen

Dibekingi Prabowo, Tak Jaminan Muhammad-Rahayu Saraswati Menangi Pilwakot Tangsel
Indonesia
Dibekingi Prabowo, Tak Jaminan Muhammad-Rahayu Saraswati Menangi Pilwakot Tangsel

"Karena nama besar dari klan politik tertentu bertarung dalam Pilkada. Sara klan Prabowo. Siti Nur Azizah klan Ma'ruf Amien," sebut Ujang.

 Soal 'New Normal', Muhammadiyah: Jangan Sampai Mall Dibuka Tapi Masjid Ditutup!
Indonesia
Soal 'New Normal', Muhammadiyah: Jangan Sampai Mall Dibuka Tapi Masjid Ditutup!

“Jangan sampai masyarakat membuat penafsiran masing-masing. Di satu sisi, mall dan tempat perbelanjaan mulai dibuka, sementara masjid dan tempat ibadah masih harus ditutup,” tegas dia.

Aksi Demo di Patung Kuda Ricuh, Massa Serukan Revolusi
Indonesia
Aksi Demo di Patung Kuda Ricuh, Massa Serukan Revolusi

"Revolusi, revolusi, revolusi," terus menggema di langit-langit Medan Merdeka.

Abaikan Instruksi Pemerintah, Gibran Izinkan Warga Solo Mudik Lokal
Indonesia
Abaikan Instruksi Pemerintah, Gibran Izinkan Warga Solo Mudik Lokal

"Sejauh ini masih kita bolehkan (mudik lokal). Solo itu kota kecil banget. Jadi masih kita perbolehkan mudik lokal," ujar Gibran di Balai Kota, Jumat (7/5)