Jadi Tersangka, Jaksa Pinangki Dapat Bantuan Hukum Dari Kejaksaan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung, Pinangki Sirna Malasari (tengah) bersama pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. (Foto: ist)

MerahPutih.com - Kejaksaan Republik Indonesia memberikan pendampingan hukum terhadap Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) yang terjerat dalam kasus korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji dari Djoko Tjandra.

"Kepada yang bersangkutan tetap diberikan haknya untuk didampingi penasihat hukum yang ditunjuk oleh Persatuan Jaksa Indonesia," ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Hari Setyono, di Jakarta, Senin (17/8).

Pemberian pendampingan tersebut karena Jaksa Pinangki masih berstatus pegawai Kejaksaan RI ketika ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, Pinangki juga merupakan anggota Persatuan Jaksa Indonesia, sehingga berhak mendapatkan pendampingan hukum.

Baca Juga:

KPK "Sulit" Ambil Alih Kasus Jaksa Pinangki

Pinangki diduga menerima suap sebesar 500 ribu dollar AS. Dia disangkakan dengan Pasal 5 huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Sebelum itu, Pinangki lebih dulu diberikan sanksi disiplin berupa pembebasan dari jabatan struktural, karena terbukti melanggar disiplin dan kode etik perilaku jaksa.

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (tengah). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (tengah). (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww).

Hukuman tersebut dijatuhkan berdasarkan Surat Keputusan: KEP-IV-041/B/WJA/07/2020 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat berupa Pembebasan dari Jabatan Struktural. Penjatuhan hukuman dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Pinangki.

Pinangki menjabat sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Berdasarkan hasil klarifikasi Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung, diketahui bahwa Pinangki telah melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin pimpinan sebanyak sembilan kali serta bertemu dengan orang yang diduga Djoko Tjandra. (Pon)

Baca Juga:

Jaksa Yang Tuntut Ringan Penyiram Novel Baswedan Meninggal

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Akui PSBB Paling Rasional, Istana: Pertimbangannya Tak Sederhana
Indonesia
Akui PSBB Paling Rasional, Istana: Pertimbangannya Tak Sederhana

Saat peraturan ini diterbitkan, ada ketegasan, koordiasi dan kedisiplinan

DPR Pro Jokowi, Jangan Kaget Perppu COVID-19 Disahkan Jadi UU
Indonesia
DPR Pro Jokowi, Jangan Kaget Perppu COVID-19 Disahkan Jadi UU

Ujang menyatakan walaupun banyak masyarakat dan tokoh masyarakat menolak Perppu COVID-19 tersebut namun DPR sudah pasti menerimanya.

Keluarga Bantah Kakek Legislator PDIP Arteria Dahlan Pendiri PKI Sumbar
Indonesia
Keluarga Bantah Kakek Legislator PDIP Arteria Dahlan Pendiri PKI Sumbar

Penjelasan yang bersifat bantahan ini diberikan sehubungan dengan pernyataan wartawan senior Hasril Chaniago.

 Forum Umat Islam Ingatkan Janji Anies Tutup Diskotek Sarang Narkoba
Indonesia
Forum Umat Islam Ingatkan Janji Anies Tutup Diskotek Sarang Narkoba

Penutupan diskotek Golden Crown, lanjut Al Khaththath, harus dilakukan agar tempat tersebut tidak menjadi sarang narkoba. Terlebih lagi BNN mengungkapkan dalam diskotek tersebut terjadi jual beli narkoba.

Menkes ke Pengungsi Korban Banjir Cipinang Melayu: Sehat-sehat Ya
Indonesia
Menkes ke Pengungsi Korban Banjir Cipinang Melayu: Sehat-sehat Ya

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan meninjau tempat pengungsian korban banjir di Masjid Raya Borobudur.

 Pria Tua Hidup di Rumah Tak Layak Luput dari Perhatian Pemerintah
Indonesia
Pria Tua Hidup di Rumah Tak Layak Luput dari Perhatian Pemerintah

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani selama ini tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pria ini diketahui belum pernah mendapat bantuan pemerintah, seperti BLT, PKH, dan BPNT.

 Komisi E DPRD DKI Anggap Aneh, Anggaran Pos Satpam Lebih Besar dari Rehab Sekolah
Indonesia
Komisi E DPRD DKI Anggap Aneh, Anggaran Pos Satpam Lebih Besar dari Rehab Sekolah

"Seperti contoh pembangunan sekolah, satu per meter sekolah itu Rp5,8 juta, oke kita terima itu ya. Lalu ada lagi pembangunan pos satpam, harga pembangunan Rp9,8 juta, itu bisa dilogika tidak?

AHY Ungkap Hasil Sowannya ke PKB
Indonesia
AHY Ungkap Hasil Sowannya ke PKB

Partai Demokrat dan PKB adalah partai yang sudah sangat lama bekerja sama

 Ganjar Lempar Bola Panas Vonis Mati Koruptor ke DPR
Indonesia
Ganjar Lempar Bola Panas Vonis Mati Koruptor ke DPR

Menurutnya, sanksi tegas bagi koruptor harus dibahas secara matang dan mendalam.

Puluhan Tombak dan Senjata Tajam Disita, John Kei Masih Diperiksa Polisi
Indonesia
Puluhan Tombak dan Senjata Tajam Disita, John Kei Masih Diperiksa Polisi

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, perekam video mengatakan banyak orang memakai topeng berkumpul dan memecahkan kaca mobil di kawasan Green Lake City.