Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Nurdin Abdullah: Demi Allah, Saya Tidak Tahu Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah didampingi Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman usai melantik Bupati dan Wali Kota dari 11 daerah di Baruga Pattingalloang, Makassar, Jumat (26/2). ANTARA Foto/

MerahPutih.com - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah membantah melakukan korupsi dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa serta pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020-2021.

"Sama sekali tidak tahu. Demi Allah, Demi Allah," papar Nurdin setelah pemeriksaan oleh KPK pada 03.55 WIB di gedung KPK, Minggu (28/2).

Baca Juga

Sebelum Ditangkap, Gubernur Sulsel Hubungi Ketua DPD PDIP

Nurdin berdalih, dirinya tidak terlibat dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp5,4 miliar itu. Ia menyatakan jika semua kejahatan korupsi itu dilakukan Edy Rachmat (ER), selaku Sekretaris Dinas PUTR provinsi Sulawesi Selatan yang juga orang kepercayaan Nurdin Abdullah.

"Tidak tahu apa-apa kita, ternyata si Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya," papar dia.

Meski demikian, Kader PDIP ini mengaku, dirinya akan mengikuti semua proses hukum yang tengah ditangani KPK ini, agar semuanya terang benderang.

"Saya ikhlas menjalani proses hukum," ucap politikus PDIP ini.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kiri) dikawal petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/2/2021). KPK mengamankan NurdinÊAbdullahÊmelalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama lima orang lainnya dengan barang bukti sebuah koper berisi uang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kiri) dikawal petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/2/2021). KPK mengamankan NurdinÊAbdullahÊmelalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama lima orang lainnya dengan barang bukti sebuah koper berisi uang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sulawesi Selatan yang sudah mengecewakan dan melanggar amanat yang sudah dipercayai.

"Ya saya mohon maaf," ungkapnya.

Sebelumnya, lembaga anti rasuah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (26/2) hingga Sabtu (27/2) dini hari WIB. KPK mengamankan 6 orang dalam OTT tersebut.

KPK juga telah menetapkan tiga orang tersangka. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Edy Rachmat (ER), Sekretaris Dinas PUTR provinsi Sulawesi Selatan (orang kepercayaan Nurdin Abdullah) dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto (AS) sebagai kontraktor.

Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat disangkakan pasal 12 a dan pasal 12 b atau pasal 11 dan pasal 12 B UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi, Agung Sucipto disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b, atau atau pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 5 ayat (1) ke 1 KUHP. (Asp)

Baca Juga

Sebelum Ditangkap, Gubernur Sulsel Hubungi Ketua DPD PDIP

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Saut Situmorang: Mobil Dinas tidak Mendesak, Lebih Baik Naikkan Gaji Pegawai KPK
Indonesia
Saut Situmorang: Mobil Dinas tidak Mendesak, Lebih Baik Naikkan Gaji Pegawai KPK

Saut mengaku saat memimpin KPK, pimpinan hanya meminta kepada pemerintah agar gaji pegawai dinaikkan. Sehingga, masalah mobil dinas untuk keperluan transportasi tidak menjadi masalah.

Dirut Anak Usaha BUMN Mangkir Dari Panggilan KPK
Indonesia
Dirut Anak Usaha BUMN Mangkir Dari Panggilan KPK

Dindin sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Rumah Sakit Kasih Bunda tahun yang menjerat Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

Rumah Sakit Daerah di Banten Dapat Pasokan Gas Oksigen Gratis Selama 2 Bulan
Indonesia
Rumah Sakit Daerah di Banten Dapat Pasokan Gas Oksigen Gratis Selama 2 Bulan

"Sekarang ini banyak pasien COVID-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah dan banyak membutuhkan oksigen," kata M. Yusuf.

Bulan Ini 1.620 Relawan Vaksin COVID-19 Ditargetkan Selesai Disuntik
Indonesia
Bulan Ini 1.620 Relawan Vaksin COVID-19 Ditargetkan Selesai Disuntik

Jumlah orang yang telah lolos penyaringan pada kunjungan pertama (V0) dan menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung, Jawa Barat berjumlah 1.447 orang.

[HOAKS atau FAKTA]: Viral Massa Demo UU Ciptaker Dibayar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Massa Demo UU Ciptaker Dibayar

Akun Facebook Mangkok Sapujagat mengunggah video dengan durasi 37 detik pada Jumat (9/10).

Jaksa Yang Tuntut Ringan Penyiram Novel Baswedan Meninggal
Indonesia
Jaksa Yang Tuntut Ringan Penyiram Novel Baswedan Meninggal

Fedrik juga menangani sejumlah kasus yang menarik perhatian publik. Salah satunya adalah perkara penistaan agama yang menyeret mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Waspadai Potensi Angin Puting Beliung di DKI Jakarta
Indonesia
Waspadai Potensi Angin Puting Beliung di DKI Jakarta

"Kondisi tersebut dapat memberikan potensi pembentukan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut," demikian BPDB.

Jokowi Perintahkan Langsung Penangkapan Djoko Tjandra
Indonesia
Jokowi Perintahkan Langsung Penangkapan Djoko Tjandra

Penangkapan ini merupakan atensi langsung dari Presiden Joko Widodo.

Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap, Rizieq Shihab Segera Diadili
Indonesia
Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap, Rizieq Shihab Segera Diadili

Berkas perkara mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan dinyatakan lengkap. Dengan demikian, Rizieq segera diadili.

Begini Alokasi Anggaran Anyar Buat Insentif Nakes dan Bantuan Sosial
Indonesia
Begini Alokasi Anggaran Anyar Buat Insentif Nakes dan Bantuan Sosial

"Nanti percepatan untuk pencairan Bapak Menteri Kesehatan yang bisa menjelaskan, tapi kita sudah sediakan anggarannya," kata Sri Mulyani.