Jadi Temuan BPK, PNS DKI Kembalikan Kelebihan Pembayaran Gaji PNS. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta mengklaim, telah menerima uang sebesar Rp 200 juta dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas kelebihan pembayaran gaji yang ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Memang berdasarkan pemeriksaan BPK ditemukan kurang lebih 800 juta data lebih, tetapi 200 sudah dikembalikan. Yang 600 juta sedang dalam proses," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Sabtu (7/8).

Baca Juga:

Temuan BPK, Pemprov DKI Bayarkan KJP Plus Rp 2,3 Miliar ke Siswa yang Sudah Lulus

Terkait sisa Rp 600 juta itu, lanjut Riza, tim yang bersangkutan akan sesegera mungkin untuk menyelesaikan pengembaliannya. Saat ini anak buahnya mengejar proses pengembalian tersebut agar segera tuntas.

"Semua akan dipertanggungjawabkan, ini kan kelebihan Rp 800 juta, Rp 200 juta sudah dikembalikan. Tinggal 600 juta dalam proses," tuturnya.

Ketua DPD Gerindra DKI berpendapat, temuan BPK tersebut hanya soal administrasi pendataan antara yang pensiun, meninggal dunia dan lain sebagainya.

"Itu ada keterlambatan pendataan, terlalu cepat diinput, nah ini penyebabnya sehingga ada kelebihan bayar. Tapi ini tidak ada masalah karena semua akan dikembalikan. Dari BKD akan menyelesaikan ini, dari bagian keuangan juga demikian," jelasnya.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Antara)
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Antara)

BPK menemukan kelebihan pembayatan gaji dan tunjangan kinerja daerah (TKD) pada PNS yang telah wafat atau pensiun pada 2020 dengan jumlah Rp 862,7 juta.

Temuan itu disampaikan Kepala BPK Perwakilan DKI Jakarta Pemut Aryo Wibowo dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah DKI Jakarta Tahun 2020.

"Terdapat pembayaran gaji dan TKD kepada pegawai pensiun, pegawai pensiun atas permintaan sendiri, pegawai wafat, pegawai yang melaksanakan tugas belajar dan pegawai yang dijatuhi hukuman disiplin senilai Rp 862,7 juta," ujarnya. (Asp)

Baca Juga:

MAKI bakal Gugat Puan Maharani ke PTUN Terkait Seleksi Calon Anggota BPK

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus COVID-19 Jateng Naik, Gibran Berlakukan Jam Malam
Indonesia
Kasus COVID-19 Jateng Naik, Gibran Berlakukan Jam Malam

"Jam malam kita berlakukan. Ya, mau gimana lagi. Inmen (Instruksi Menteri Dalam Negeri) seperti itu," ujar Gibran di Balai Kota Solo, Rabu (23/6).

Enam Ribu Anggota Teroris Jamaah Islamiyah di Indonesia Masih Aktif
Indonesia
Enam Ribu Anggota Teroris Jamaah Islamiyah di Indonesia Masih Aktif

Mabes Polri mengungkapkan bahwa penangkapan 23 terduga teroris yang tergabung dalam Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah kota di Sumatera mengungkap fakfa baru.

Polda Sumsel Ungkap Fakta Baru Kasus Sumbangan Keluarga Akidi Tio
Indonesia
Polda Sumsel Ungkap Fakta Baru Kasus Sumbangan Keluarga Akidi Tio

Polda Sumatera Selatan mengungkap fakta baru terkait kasus sumbangan Rp 2 triliun yang dilakukan oleh keluarga Akidi Tio melalui putri bungsunya, Heriyanti Tio.

Firli Bahuri: Pekan Depan KPK Bakal Tahan Dua Kepala Daerah
Indonesia
Firli Bahuri: Pekan Depan KPK Bakal Tahan Dua Kepala Daerah

Firli Bahuri menyatakan pihaknya akan menahan dua kepala daerah pada pekan depan.

PKS Klaim Menang di 120 Pilkada
Indonesia
PKS Klaim Menang di 120 Pilkada

DPP Partai Keadilan Sejahtera mengklaim memenangkan 120 Pilkada 2020 dari laporan pantauan langsung hasil Pilkada 2020 dari seluruh wilayah di Indonesia

WHO Bakal Luncurkan Vaksin COVID-19 Untuk Negara Miskin Pada Januari
Indonesia
WHO Bakal Luncurkan Vaksin COVID-19 Untuk Negara Miskin Pada Januari

Fasilitas Akses Global Vaksin COVID-19 COVAX diprakarsai WHO bersama dengan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) serta Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

[HOAKS atau FAKTA]: Moderna Vaksin Ketiga untuk Masyarakat Umum
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Moderna Vaksin Ketiga untuk Masyarakat Umum

Moderna booster dosis tiga disuntikkan untuk masyarakat umum, selain untuk SDM Kesehatan

Pemerintah Diminta Kontrol Penjualan Obat Terapi COVID-19 di 'Marketplace'
Indonesia
Pemerintah Diminta Kontrol Penjualan Obat Terapi COVID-19 di 'Marketplace'

Penimbunan itu kan niatnya memang untuk meningkatkan harga

Wisata Situ Ciburuy Diharapkan Bisa Selesai Direvitalisasi dengan Dana PEN
Indonesia
Wisata Situ Ciburuy Diharapkan Bisa Selesai Direvitalisasi dengan Dana PEN

Situ Ciburuy sedang direvitalisasi agar semakin meningkatkan daya tariknya sebagai destinasi wisata andalan.

Saksi Sebut Menantu Nurhadi Minta Duit Rp500 Juta untuk Urus Perkara
Indonesia
Saksi Sebut Menantu Nurhadi Minta Duit Rp500 Juta untuk Urus Perkara

Menurut Agung, pertemuan di Hotel Shangri-La Surabaya itu, hanya berlangsung sekitar 15 menit