Jadi Saksi Eddy Rumpoko, Rektor Unibraw Tak Tahu KPK Panggil Dosennya Walikota Batu Eddy Rumpoko tiba di gedung KPK. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

MerahPutih.com - Rektor Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang Prof Dr Muhammad Bisri mengaku tidak tahu terkait pemanggilan salah seorang dosennya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi yang melibatkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

"Saya tidak tahu secara detail bagaimana dan seperti apa serta sejauh mana keterlibatan salah seorang dosen kami dalam proyek di lingkungan Pemkot Batu itu," kata Bisri saat dikonfirmasi di Malang, Jawa Timur, Jumat (13/10).

Dia juga mengaku pihak kampus juga sudah menelusuri data proyek yang melibatkan dosennya tersebut, tapi belum juga terlacak.

KPK memanggil tiga orang saksi dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Wali Kota Batu Eddy Rumpokoan adalah seorang pengusaha, Rabu (11/10). Salah seorang saksi yang dipanggil KPK tersebut adalah dosen Unibraw, yakni Yusuf Risantoso.

Yusuf merupakan dosen muda yang mengajar di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unibraw dan saat ini sedang melanjutkan studi di Tiongkok.

Lebih lanjut, Bisri mengatakan LPPM sudah melacak data proyek, namun belum menemukan.

Pihak rektorat juga tidak menerima surat tembusan panggilan KPK kepada yang bersangkutan, sehingga dirinya tidak mengetahui pemanggilan itu mengenai apa.

Bisri menerangkan dosen dibebani dengan beban kerja 12 SKS, riset, dan lain sebagainya dan paling penting dosen memenuhi beban kerja, presensi, serta kinerja keseharian dengan baik.

"Proyek pribadi seperti itu tidak tercatat. Memang banyak dosen yang mengerjakan proyek di luar kampus, seperti menjadi konsultan. Kalaupun tercatat, misal proyek penelitian, institusi pasti mendapat laporan dari LPPM fakultas (FEB)," ujarnya. (*)

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH