Jadi Kritikus Makanan, Hannah Al Rashid Terinspirasi Anthony Bourdain Hannah Al Rashid berkaca pada Anthony Bourdain. (Foto: MP/Albi)

ARTIS peran Hannah Al Rashid harus memiliki pemahanan secara mendalam mengenai makanan. Pasalnya dalam film terbarunya bertajuk Aruna dan Lidahnya wanita 32 tahun itu harus menjadi seorang kritikus makanan.

Film tersebut memang bertemakan kuliner. Hannah memerankan tokoh bernama Nadezhda. Karakter tersebut memang ahli betul menilai soal makanan. Karena ingin mendalami karakter, ia pun akhirnya terinspirasi oleh mendiang Anthony Bourdain, seorang selebriti dan chef yang belum lama ini tutup usia.

"Referensi lebih ke sisi food critic dan reference yang paling main adalah Anthony Bourdain," ungkap Hannah baru-baru ini di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Menurut Hannah sosok Anthony Bourdain ialah paket lengkap. Bagaimana tidak, sosok itu mencakup beberapa profesi. Dari presenter, chef, dan juga food critic. Karenanya Hannah mengambil banyak pelajaran darinya.

Demi mendapatkan inspirasi dari Anthony sampai-sampai ia menonton ulang salah satu episode acara kuliner Athony Bourdain bertajuk No Reservation. Seperti diketahui acara tersebut memang memiliki episode saat dia mengunjungi Indonesia. "Gue nonton ulang episode No Reservation dan acara TV dia lainnya," tambahnya.

Hannah Al Rashid jadi paham mengritik makanan (Foto: MP/Albi)

Selain itu, Hannah juga mengaku bukan karena kehebatan Anthony menilai makanan saja yang membuatnya terinspirasi. Pria yang meninggal di usia 61 tahun itu juga memiliki etika yang baik dalam berkomunikasi dengan orang dari negara lain yang ia kunjungi. "Gue sangat suka cara dia bisa mengeksplorasi makanan di negara lain tapi juga suka cara dia had conversation dengan orang lain," imbuhnya.

Karena mendalami karakterlah akhirnya Hannah menjadi lebih paham cara menikmati makanan dengan benar. Caranya adalah dengan benar-benar menghayati rasa dari makanan itu sendiri. Jadi tidak sekadar dicicipi begitu saja lalu ritual menyantap makanan selesai. "To be honest the most important thing saat kita makan kita harus enjoy, itu yang aku terapin. Enggak hanya eat something lalu dikelarin," imbuhnya lagi.

Semua makanan pun dicicipi Hannah demi film itu. Bahkan ada beberapa menu makanan yang sebenarnya tidak ia sukai. Namun, karena telah mempelajari cara menikmati makanan, ia pun sadar bahwa setiap makanan sebenarnya memiliki ciri khas tersendiri. "Pada akhirnya aku sadar kita enggak perlu jaim untuk makan," tutup Hannah Al Rashid. (ikh)

Baca juga: Perankan Sosok Perempuan Jelek, Hannah Al Rashid Ketagihan

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH