Jadi Dubes RI Untuk Amerika, Ini Langkah Lutfi Pelantikan Dubes. (setkab.go.id)

MerahPutih.com - Mantan Menteri Perdagangan serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Muhammad Lutfi dipilih dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Pengangkatan Muhammad Lutfi sebagai Dubes RI di Washington DC tersebut menggantikan posisi Mahendra Siregar yang saat ini, mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI.

Usai pelantikan di Istana Negara, Senin (14/9), Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Muhammad Lutfi mengatakan dirinya segera mendorong dan memastikan persetujuan fasilitas pembebasan tarif bea masuk atau GSP) ke Indonesia diperpanjang.

Baca Juga:

Jokowi Lantik 20 Duta Besar Indonesia

Selain itu akan memulai pembicaraan negosiasi daripada limited trade deal, yaitu barang-barang di AS yang pajaknya kurang dari 5 persen bisa di nol persenkan tanpa melalui kongres.

"Kita memulai negosiasi itu segera, itu prioritas,” kata Lutfi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Indonesia, kata ia, berada di urutan ketiga negara yang banyak memanfaatkan fasilitas GSP AS, yaitu sekitar 14,9 persen ekspor Indonesia ke AS memanfaatkan fasilitas tersebut.

Saat ini pun, Indonesia tengah menunggu hasil tinjauan ulang yang dilakukan pemerintah AS melalui United States Representiative (USTR) terkait pemberian fasilitas GSP.

Lutfi memastikan, diplomasi ekonomi dengan Negara Paman Sam akan diperkuat ke depannya. Seiring era baru perdagangan internasional, ingin menjual barang atau produk ke pasar AS tetapi Indonesia juga mesti membeli produk AS.

“Saya juga ingin memastikan produk-produk AS bisa berkompetisi di pasar Indonesia. Karena pasar kita besar dan prospektif, saya akan memastikan bahwa AS mengetahui bahwa Indonesia selalu memperbaiki iklim investasi,” ungkapnya.

Lutfi bertekad untuk memastikan bahwa investor-investor AS mengetahui dengan baik perbaikan iklim investasi di Tanah Air dan menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari perusahaan-perusahaan asal negara Adidaya tersebut.

Minat investor AS untuk menjadikan Indonesia, tercermin dari langkah Kimberly-Clark Corporation, pionir produk konsumen global yang bermarkas di Texas, AS. Kimberly mengumumkan akan mengakuisisi Softex Indonesia dengan nilai transaksi tunai 1,2 miliar dolar AS, dari sekelompok pemegang saham termasuk CVC Capital Partners Asia Pacific IV.

“Pada akhir era-70an mereka salah satu perusahaan pertama yang investasi besar di Indonesia. Sekarang mereka sudah mulai lagi. Dengan modalitas baru, dengan membuka pasar kita ternyata banyak investasi masuk. Mudah-mudahan mereka membuka pasar baru sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi,” katanya.

Baca Juga:

Jokowi Minta Menkes Terawan Audit dan Koreksi Protokol Keamanan untuk Nakes


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH