Jadi Dirut BNI, Royke Tumilaar Janji Bawa BNI ke Tingkat Global Logo BNI. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Royke Tumilaar dipilih Kementerian Badan Usaha Milik Negara menjadi Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI). Ia mengaku, siap untuk melakukan transformasi di bank milik negara tersebut bermodalkan pengalaman panjang menjadi bankir di Bank Mandiri.

Namun, pihaknya berjanji tidak akan melakukan perubahan banyak dari strategi yang lama dan akan menyesuaikan dengan ekspektasi para pemangku kepentingan, termasuk karyawan.

BNI, kata ia akan berkontribusi aktif membangun ekonomi Indonesia serta membawa BNI mewakili industri perbankan Indonesia di tingkat global.

Baca Juga:

Pimpinan KPK Tertarik dengan Data Dugaan Korupsi BUMN dari Erick Thohir

"Pemegang saham tentunya menginginkan adanya suatu perubahan-perubahan dengan tingkat ekspektasi tertentu supaya BNI bisa menjadi kebanggaan yang punya kekuatan dalam transaksi luar negeri, alternative funding, inovasi funding lainnya, yang menjadi kekuatan dari Bank BNI selama ini," kata Royke.

Royke menyadari penunjukan tersebut akan membawa konsekuensi yang harus dijalani, antara lain target atau ekspektasi dari pemegang saham, dalam hal ini Kementerian BUMN.

Royke Tumilaar
Dirut BNI Royke Tumilaar. (Foto: Antara)

"Target ini menjadi tantangan bagi saya untuk membawa dewan direksi baru dalam sebuah sinergi yang produktif dan strategis untuk bisa memenuhi target tersebut," ujar Royke.

Royke Tumilaar merupakan bankir berpengalaman yang menghabiskan 11 tahun di Bank Dagang Negara dan 21 tahun di Bank Mandiri. Sebelumnya, bankir kelahiran tahun 1964 itu merupakan Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Baca Juga:

Erick Thohir Minta Bos-Bos BUMN Belajar Akhlak Jujur dari Pekerja Kontrak KRL

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tjahjo Anggap Usulan ASN Diberdayakan Jadi 'Influencer' Baik-Baik Saja
Indonesia
Tjahjo Anggap Usulan ASN Diberdayakan Jadi 'Influencer' Baik-Baik Saja

Pemerintah membebaskan setiap usulan kebijakan apa pun selama dikoordinasikan

Aplikasi Fight COVID-19 Butuh Dukungan Penuh Untuk Digunakan Secara Nasional
Indonesia
Aplikasi Fight COVID-19 Butuh Dukungan Penuh Untuk Digunakan Secara Nasional

Aplikasi itu digunakan untuk menyimpan riwayat perjalanan pendatang

Bioskop di Jakarta Batal Dibuka 29 Juli
Indonesia
Bioskop di Jakarta Batal Dibuka 29 Juli

bioskop bakal beroperasi kembali jika kondisi di ibu kota aman dari penyakit COVID-19.

Sejumlah Terduga Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Papua
Indonesia
Sejumlah Terduga Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Papua

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap delapan terduga teroris di Jayapura, Papua.

Update COVID-19 DKI Selasa (12/8): 27.242 Positif, 17.349 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Selasa (12/8): 27.242 Positif, 17.349 Sembuh

jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 27.242 kasus.

Dubes RI Percaya Korea Bisa Tangani Corona, WNI di sana Diminta Tenang
Indonesia
Dubes RI Percaya Korea Bisa Tangani Corona, WNI di sana Diminta Tenang

KBRI terus menyebarkan berbagai informasi penting mengenai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan virus COVID-19

Puluhan Karyawan Positif COVID-19, Menkominfo Kerja di Rumah
Indonesia
Puluhan Karyawan Positif COVID-19, Menkominfo Kerja di Rumah

Terdapat 49 karyawan yang positif COVID-19, 18 dinyatakan sembuh dan tidak ada yang meninggal.

Bapemperda: Reklamasi Ancol Harus Masuk dalam RDTR dan RTRW
Indonesia
Bapemperda: Reklamasi Ancol Harus Masuk dalam RDTR dan RTRW

Proses pembangunan reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 120 ha dan Dunia Fantasi (Dufan) 35 ha itu tak diperkenankan tanpa RDTR dan RTRW.

DPR: Hukuman Berat dan Maksimal Pantas Bagi Terdakwa Jiwasraya
Indonesia
DPR: Hukuman Berat dan Maksimal Pantas Bagi Terdakwa Jiwasraya

Menurutnya, berdasarkan fakta yang muncul dengan total kerugian negara mencapai Rp16,8 triliun, hukuman berat dinilai pantas.

 Bentuk Pansus Banjir, Haji Lulung: DPRD DKI Ga Ada Kerjaan
Indonesia
Bentuk Pansus Banjir, Haji Lulung: DPRD DKI Ga Ada Kerjaan

"Pansus? Saya menghormati dan menghargai. Tapi apa yang mau dipansusin?," kata Lulung di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (14/1).