Jadi Bencana Nasional, Kebijakan Daerah dalam Tanggulangi Corona Mesti Ikuti Pemerintah Pusat Presiden Jokowi. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo meneken Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 yang menetapkan virus corona sebagai bencana nasional.

Dalam putusannya, Jokowi menyatakan bencana nonalam yang diakibatkan oleh penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19) sebagai bencana nasional. Keppres ditandatangani hari ini di Jakarta dan mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Baca Juga:

Jerat Pidana Para Provokator Penolakan Jenazah COVID-19

"Penanggulangan bencana nasional yang diakibatkan oleh penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dilaksanakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2O2O tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2O2O tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) melalui sinergi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah," ujar Jokowi dalam Keppres itu.

Presiden Jokowi. (ANTARA)
Presiden Jokowi. (ANTARA)

Dengan adanya aturan ini, gubernur, bupati, dan wali kota sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di daerah, dalam menetapkan kebijakan di daerah masing-masing harus memperhatikan kebijakan pemerintah pusat.

Sebenarnya pernyataan bahwa COVID-19 bencana nasional sudah disampaikan secara lisan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto.

Baca Juga:

Simak, Ini Syarat Pemudik yang Mau Masuk Wilayah Yogyakarta

Saat itu, Yuri menanggapi surat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang meminta Presiden Jokowi mendeklarasikan darurat nasional virus corona.

Keppres penetapan bencana nasional itu baru diteken Presiden pada sebulan kemudian atau Senin (13/4) hari ini. (Knu)

Baca Juga:

Permenhub Terkait Ojol Dianggap Berbahaya dan Terkesan Plin-Plan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Begini Protokol Aktivitas Kebiasaan Baru di Pasar Kata Dokter Reisa
Indonesia
Begini Protokol Aktivitas Kebiasaan Baru di Pasar Kata Dokter Reisa

Pasar tradisional termasuk dalam kategori tempat yang rentan terjadinya penularan virus corona penyebab COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA] Ulama Windusari Diculik karena Terpapar COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Ulama Windusari Diculik karena Terpapar COVID-19

penculikan Kiai pengasuh Pondok Pesantren tersebut yaitu dengan memvonis positif virus corona.

59 Negara Tolak WNI, Pemerintah Diminta Prioritaskan Keselamatan Rakyat
Indonesia
59 Negara Tolak WNI, Pemerintah Diminta Prioritaskan Keselamatan Rakyat

Prioritas pemerintah yang terlalu economic heavy justru berpotensi mengorbankan nyawa rakyat

Ketidakdisiplinan Masyarakat Jadi Biang Kerok Peningkatan Kasus COVID-19
Indonesia
Ketidakdisiplinan Masyarakat Jadi Biang Kerok Peningkatan Kasus COVID-19

"Sudah saatnya kita saling mengingatkan dengan cara yang baik untuk mematuhi protokol kesehatan,'' kata Yurianto

Tujuh PPSU Positif Corona, Kantor Kelurahan Petojo Selatan Ditutup
Indonesia
Tujuh PPSU Positif Corona, Kantor Kelurahan Petojo Selatan Ditutup

Penutupan itu dilakukan selama 3 hari berturut-turut.

 Polisi dan Tentara Disiagakan di Tol Cikampek Hingga Merak
Indonesia
Polisi dan Tentara Disiagakan di Tol Cikampek Hingga Merak

"Memang sudah ada posko di sana, artinya cek poin. Sudah disiapkan personelnya dengan dibuat lima regu yang setiap regu itu masih di bagi-bagi lagi," imbuh Argo.

Sadis, Begini Detik-detik Sepasang Kekasih Gergaji Tubuh Manajer Konstruksi hingga 11 Potongan
Indonesia
Sadis, Begini Detik-detik Sepasang Kekasih Gergaji Tubuh Manajer Konstruksi hingga 11 Potongan

Korban pembunuhan di Apartemen Kalibata City Rinaldi Harley Wismanu (32 tahun) dimutilasi menjadi 11 bagian oleh pelaku.

Indonesia Jadi Negara Tertinggi Penderita Corona di Asia Tenggara, DPR 'Semprot' Pemerintah
Indonesia
Bareskrim Lakukan Rangkaian Persiapan Periksa Maria Pauline
Indonesia
Bareskrim Lakukan Rangkaian Persiapan Periksa Maria Pauline

BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor

Jam Sibuk, Jumlah Penumpang KRL Naik 4 Persen
Indonesia
Jam Sibuk, Jumlah Penumpang KRL Naik 4 Persen

"Dari data KCI puncak jumlah pengguna pada pagi hari terjadi pada pukul 06.00-09.00 dengan jumlah pengguna 125.143 orang,"jelas Anne