Jabat Komisaris Utama PT Pertamina, Ahok Ungkap pihaknya Serius Kembangkan Biofuel Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kamis (5/12). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok angkat bicara terkait program kerja selama menjabat di Pertamina. Salah satu fokus utama saat ini di Pertamina adalah pengembangan produksi biofuel.

"Saat ini dewan komisaris akan mendorong perkembangan produksi biofuel. Kami serius mengembangkan produksi biofuel," ujar Ahok saat ditemui usai menghadiri pembukaan gerai KFC ke-700 di Solo, Jawa Tengah, Kamis (5/12).

Baca Juga:

Tiba di Kementerian BUMN, Ahok Terima SK Komisaris Utama Pertamina

Ahok mengaku pengembangan produksi biofuel tersebut sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo yang mendorong untuk penggunaan biofuel 100 persen. Mantan Gubernur Jakarta ini mengungkapkan Indonesia memiliki produksi minyak sawit mentah (CPO) yang besar.

Ahok tegaskan pihaknya saat ini mulai kemangkan produksi biofuel
Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri acara peresmian gerai KFC di Solo, Jawa Tengah, Kamis (5/12). (MP/Ismail).

"Ketersediaan bahan baku lokal ini diyakini menjadi modal bagi Pertamina untuk memproduksi biofuel. Saya optimistis. Avtur saja sudah bisa ekspor,” kata Ahok.

Ahok membocorkan usai dilantik langsung bekerja dengan jajaran PT Pertamina lainnya untuk membahas pekerjaan yang harus dilakukan. Ia pun memberikan tanggapan kalau tim dewan komisaris sangat baik.

Baca Juga:

Jabat Komisaris Utama Pertamina, Ahok Didoakan Bisa Jaga Mulut

"Kita lihat bersama nant hasilnya seperti apa. Ada pekerjaan yang akan dilakukan untuk meningkatkan Pertamina. Khususnya terkait dengan subsidi, efisiensi dan keuntungan," tutup Ahok.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Tantangan Berat Ahok di Pertamina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
LPSK Gandeng Kementerian BUMN Penuhi Hak Psikososial Korban Tindak Pidana
Indonesia
LPSK Gandeng Kementerian BUMN Penuhi Hak Psikososial Korban Tindak Pidana

LPSK mengajukan data 51 nama anak yang menjadi korban TPPO, kekerasan dan kekerasan seksual

Dilaporkan Dugaan Hoaks, Musisi Anji dan Hadi Pranoto Bakal Diperiksa
Indonesia
Dilaporkan Dugaan Hoaks, Musisi Anji dan Hadi Pranoto Bakal Diperiksa

Polda Metro Jaya langsung menyelidiki pelaporan terhadap musisi Anji dan praktisi kesehatan Hadi Pranoto atas dugaan kasus hoaks.

 Gerindra Ungkap Peluang Riza Patria Jadi Wagub DKI Lebih Besar
Indonesia
Gerindra Ungkap Peluang Riza Patria Jadi Wagub DKI Lebih Besar

"Kami menyerahkan empat nama. Kemudian PKS mengembalikan dua nama, satu dari PKS dan satu dari Gerindra," kata Dasco.

Anggota DPRD Jabar Gatot Tjahyono Meningggal Dunia Diduga Terinfeksi COVID-19
Indonesia
Anggota DPRD Jabar Gatot Tjahyono Meningggal Dunia Diduga Terinfeksi COVID-19

Jenazah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sirnaraga, Cicendo, Kota Bandung, pada Sabtu (28/3) pukul 05.00 WIB.

Garuda Indonesia Mulai Berlakukan Insentif Tiket Pesawat
Indonesia
Garuda Indonesia Mulai Berlakukan Insentif Tiket Pesawat

Garuda Indonesia Group melayani penerbangan dari dan ke 10 Destinasi Wisata pilihan

 Kembalikan Eks Kombatan ISIS, Menag Dianggap Lawan Kebijakan Presiden Jokowi
Indonesia
Kembalikan Eks Kombatan ISIS, Menag Dianggap Lawan Kebijakan Presiden Jokowi

Menurut Gus Sahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengatakan untuk memerangi radikalisme, namun Menag justru diam terhadap intoleran dan lemah dalam menindak kaum radikal.

KPK Sita Kebun Sawit Milik Nurhadi
Indonesia
KPK Sita Kebun Sawit Milik Nurhadi

Penyitaan dilakukan dengan koordinasi antara tim penyidik KPK dan Kristanti Yuni Purnawanti selaku Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas.

Jokowi Angkat Anak Buah Luhut Jadi Ketua LPS
Indonesia
Jokowi Angkat Anak Buah Luhut Jadi Ketua LPS

Purbaya merupakan alumni Institut Teknologi Bandung di Bidang Teknik Elektro, dan peraih gelar Doktor bidang Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.

Dua Kali Tak Hadir, Polisi Bisa Jemput Paksa Rizieq
Indonesia
Dua Kali Tak Hadir, Polisi Bisa Jemput Paksa Rizieq

Polisi akan menjemput paksa Rizieq Shihab jika ia tidak memenuhi pemanggilan kedua terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Ada 'King Maker' di Kasus Djoko Tjandra, Siapa Ya?
Indonesia
Ada 'King Maker' di Kasus Djoko Tjandra, Siapa Ya?

Boyamin mengaku tidak dapat membawa bukti soal 'King Maker' ini ke Polri maupun Kejaksaan Agung