Jabar Klaim Kawasan Hijau Sudah Capai 37 Persen Wagub Jabar Deddi Mizwar saat penghijauan di kawasan Rancaekek, Bandung. (MP/Yogi Prasetyo)

MerahPutih.com - Kawasan hijau atau hutan lindung di seluruh wilayah Jawa Barat saat ini sudah mencapai angka 37 persen. Angka itu dicapai dari target penghijauan sebesar 45 persen dari keseluruh wilayah.

Pemerintah Provinsi Jabar bekerja sama dengan komunitas masyarakat dan para pengusaha berkomitmen untuk terus melakukan penghijauan di berbagai daerah dan mengecam keras aksi penebangan pohon.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar usai melakukan penanaman 70 ribu bibit pohon produktif bersama masyarakat di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

"Dari target 45 persen Jabar menjadi kawasan lindung saat ini kita sudah mencapai 37 persen, masih 8 persen persen yang harus kita hijaukan karena itu saya apresiasi gerakan penanaman 70 ribu pohon ini," kata Demiz.

Ia mengatakan, banyaknya jumlah penduduk Jabar saat ini yaitu 47 juta jiwa atau dua kali lipat dari penduduk Benua Australia mengancam kelestarian lingkungan bila tidak ada kajian tentang daya dukung lingkungan hidup. Pertumbuhan jumlah penduduk tersebut akan diiringi dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur seperti jalan, perumahan, dan industri yang tak jarang memakan lahan hijau.

"Karena itulah setiap pembangunan semestinya harus ada kajian tentang lingkungan hidup dan daya dukung lingkungan sebab kalau tidak maka bencana yang terjadi," ujarnya.

Pada penanaman pohon ini, sebanyak 70 ribu bibit pohon produktif disebar ke-12 desa dan satu kelurahan se-Kecamatan Rancaekek. Pohon yang dibagikan seperti pohon nangka, mangga, kopi, tangkil, dan jeruk yang memiliki daya serap air yang tinggi sehingga meminimalisir terjadinya potensi banjir yang sering terjadi di wilayah Rancaekek. Dari sisi ekonomi, pohon-pohon tersebut juga memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat karena hasilnya bisa dimanfaatkan atau dijual setelah dua sampai tiga tahun.

"Saya kira ini inisiatif masyarakat yang perlu kita apresiasi, partisipasi masyarakat juga luar biasa. Saya kira ini sebuah gerakan yang sangat baik kalau tidak seperti tak akan berhasil," kata Demiz.

Dipilihnya kawasan Rancaekek sebagai lokasi penanaman pohon karena daerah tersebut merupakan langganan banjir dan terparah saat musim hujan. Kawasan tersebut juga berdekatan dengan Sungai Citarum yang kini tengah dalam penanganan khusus pemerintah.

"Kenapa di Kabupaten Bandung karena inilah yang terparah yang perlu penanganan khusus. Presiden sendiri menaruh perhatian khusus kepada Citarum. Artinya sebagai penopang Ibu Kota, Jabar menjadi strategis dalam menjaga lingkungan kalau tidak bencana yang terjadi dan Jakarta terkena dampaknya," tuturnya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Yugi Prastyo, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Penghijauan Lereng Merapi Pascaerupsi Baru 90 Hektare

Kredit : yugi

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH