Jabar Berambisi Tingkatan Investasi dari Timteng Bagian acara West Java Investor Forum dengan tema Think investment, think West Java. (MP/Yugi Prasetyo)

MerahPutih.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyebutkan total realisasi investasi PMA dan PMDN di Jawa Barat pada Semester I Tahun 2017 sebesar Rp 54,11 triliun atau sekitar US$ 4,06 miliar.

“Nilai tersebut dengan jumlah proyek sebanyak 4.018 proyek LKPM dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 101.452 orang,” beber Deddy Mizwar di hadapan peserta West Java Investor Forum dengan tema Think investment, think West Java di Gedung Sate, Bandung, Jumat (06/10).

Sebagai perbandingan, pada tahun 2016 total realisasi investasi PMA dan PMDN Wajib LKPM di Jawa Barat sebesar Rp 105,34 triliun, dengan jumlah proyek sebanyak 7.192 proyek LKPM dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 367.228 orang.

"Sejauh ini, jumlah investasi dari negara-negara Timur Tengah di Jawa Barat masih terbilang rendah. Sepuluh negara dengan investasi terbesar di Jawa Barat, diduduki oleh Jepang, Singapura, Belanda, Taiwan, Hongkong, Perancis dan British Virgins Island. Menyusul kemudian Malaysia, Korea Selatan dan Tiongkok," terang Deddy.

Ajang West Java Investor Forum mengundang para investor dari negara-negara Timur Tengah, Negara-Negara ASEAN dan Anggota OKI lainnya, untuk menjadi bagian dari pelaku bisnis di Jawa Barat, mulai dari manufaktur, konstruksi, pertanian, hingga pariwisata.

Tak sampai di situ, Deddy juga menyebutkan terdapat sejumlah peluang investasi utama di Jawa Barat yang dapat dielaborasi pada ajang ini, seperti; proyek pengembangan jalur kereta api LRT Bandung Metropolitan Area dan jalur kereta api Tanjungsari-Kertajati-Arjawinangun, proyek pembangunan pelabuhan internasional Patimban dan Indonesia Halal Hub Logistik, proyek pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB Kertajati) dan Bandara Nusawiru di Pangandaran.

Adapula pengembangan kawasan industri yang berada di daerah Depok, Bekasi dan Karawang; proyek pengembangan Legok Nangka Solid Waste Treatment and Disposal, sistem penyediaan air bersih kawasan Cirebon Raya, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Mini (PTLM) Cikembang, serta kawasan wisata (hotel, restoran dan fasilitas pendukung lainnya) di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Sementara itu, Alwi Shihab, selaku Utusan Khusus Presiden RI untuk Negara-Negara Timur Tengah dan Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat membantu dalam memfasilitasi semua apa yang diinginkan investor. Ia pun berharap forum ini bisa menjadi jembatan untuk bisa mengetahui lebih lanjut karena Jawa Barat adalah tempat investasi yang baik.

Alwi pun menyebutkan, bahwa IDB selaku lembaga keuangan internasional memiliki anggaran US$ 5 miliar untuk diinvestasikan. Anggaran tersebut juga berpeluang untuk digunakan di beberapa proyek strategis di Jawa Barat. Dia menekankan, negara-negara di Timur Tengah cukup tertarik untuk berinvestasi di Jawa Barat. Alwi mengungkapkan bahwa dari segi budaya, hingga potensi sumber daya alamnya, menjadi keunggulan tersendiri.

"Jabar adalah tempat yang mereka minati dari kultur, lebih dekat ke jiwa orang Timur Tengah, ketimbang investasi di Bali. Ini keunggulan harus ditunjukkan," tutur Alwi.

CEO Islamic Corporation for The Development Khaled Al Aboodi menuturkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat cukup menggairahkan. Dia sangat meyakini, pengusaha asal Timur Tengah bisa menanamkan modalnya di sejumlah proyek di Jawa Barat.

"Pertumbuhan ekonomi yang sedang terjadi di Jabar sangat bagus dalam investasi. Saya pikir ini bisa dimanfaatkan oleh negara-negara di Timur Tengah untuk lebih berani menanamkan investasi di Jawa Barat," pungkas Khaled. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Yugi Prasetyo, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Satgas Waspada Investasi Perintahkan Talk Fusion Segera Hentikan Kegiatan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH