Izinkan Tempat Karaoke Dibuka, Dinkes DKI Ingatkan Pakai Masker Saat Nyanyi Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti memberikan pernyataan di Balai Kota Jakarta, Sabtu (12/9/2020). (Antara/Ricky Prayoga)

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI tak mempersoalkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang memberikan lampu hijau terhadap tempat hiburan karaoke untuk dibuka kembali di tengah pandemi COVID-19.

Hanya saja Kepala Dinkes DKI, Widyastuti mengingatkan, agar pengunjung tetap harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan memakai masker saat bernyanyi.

Baca Juga

Pemprov DKI Tolak Beri Izin Pembukaan untuk 58 Tempat Karaoke

"Ini kan bisa pakai masker. Saya nyanyi pakai masker," ujar Widyastuti di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (24/3).

Menurut dia, penggunaan masker saat bernyayi tidak akan menghilangkan suara. Prokes kesehatan penting dilakukan di lokasi karaoke lantaran memiliki ruangan yang tak terlalu luas dan ber AC.

"Kan kalau orang pidato, pakai masker masih kedengaran," terangnya.

Tempat Karaoke. (Foto: Traveloka)
Tempat Karaoke. (Foto: Traveloka)

Tak cuma karaoke, lanjut Widyastuti, perusahaan lain juga wajib memberlakukan prokes jangan sampai abai menjalankannya dan menjadi klaster baru COVID-19.

"Bukan hanya karoke tentu semua perilaku ekonomi, termasuk di kesehatan kan tentunya harus menjaga protokolnya," terangnya.

Seperti diketahui, Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI, Bambang Ismadi mengatakan, sebanyak 58 tempat hiburan karaoke sudah mengajukan pembukaan di tengah pandemi COVID-19 dengan melampirkan ketentuan protokol kesehatan.

Lebih lanjut, pihaknya telah mengkaji ulang dokumen 22 karaoke yang mengajukan diri untuk pembukaan.

"58 usaha atau outlet karaoke sudah mengajukan permohonan. 22 usaha sudah dan sedang direview," ucap Bambang saat dihubungi awak media Selasa (23/3).

Tapi, Bambang menegaskan, pengajuan puluhan proposal perusahaan karaoke yang telah diperiksa itu semuanya ditolak. Hal tersebut lantaran aturan prokes yang belum memenuhi syarat.

"Belum ada (yang disetujui). Enggak ada yang salah, cuma kurang lengkap dari pengetatan protokolnya," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga

Kasus COVID-19 Belum Hilang, PKS Minta Anies Pertimbangkan Pembukaan Karaoke

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indonesia Kembali Menerima 2,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika
Indonesia
Indonesia Kembali Menerima 2,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika

Indonesia kembali kedatangan 2,6 juta dosis vaksin Pfizer yang berasal dari Amerika Serikat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (17/9).

Demokrat Kubu Moeldoko Bakal Beberkan Nama Pengurus, Termasuk Nazaruddin?
Indonesia
Demokrat Kubu Moeldoko Bakal Beberkan Nama Pengurus, Termasuk Nazaruddin?

Partai Demokrat (PD) kubu Moeldoko belum mengumumkan secara resmi nama-nama kepengurusannya.

Berkunjung ke Situ Cisanti, Hulu Sungai Citarum di Desa Tarumajaya
Indonesia
Berkunjung ke Situ Cisanti, Hulu Sungai Citarum di Desa Tarumajaya

Kondisi Situ Cisanti masih alami dan ditutup tegakan pohon, tetapi semakin ke hilir sepanjang aliran Sungai Citarum mengalami banyak pencemaran.

Nadiem Temui Petinggi NU Terkait Kamus Sejarah Tanpa KH Hasyim Asy'ari
Indonesia
Nadiem Temui Petinggi NU Terkait Kamus Sejarah Tanpa KH Hasyim Asy'ari

Nadiem Makarim bertandang ke kantor Nahdlatul Ulama (NU) di tengah kontroversi "hilangnya" nama tokoh NU KH Hasyim Asy'ari dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

MKD Dampingi KPK Saat Geledah Ruangan Azis Syamsuddin
Indonesia
MKD Dampingi KPK Saat Geledah Ruangan Azis Syamsuddin

Penyidik KPK tiba di Gedung Nusantara III DPR, Rabu (28/4) malam, sekitar pukul 18.00 WIB

Luhut Prediksi Kasus Harian COVID-19 3.000 sampai 7.000 Per Hari
Indonesia
Luhut Prediksi Kasus Harian COVID-19 3.000 sampai 7.000 Per Hari

"Indonesia secara umum kasus konfirmasi sudah turun 88,1 dari tanggal puncak kasus 15 Juli," kata Luhut

Pemprov DKI Minta Warga Dapat Maklumi Sistem Ganjil Genap
Indonesia
Pemprov DKI Minta Warga Dapat Maklumi Sistem Ganjil Genap

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya memahami ketidaktahuan warga soal adanya aturan ganjil genap di masa penerapan PPKM Level 4.

Eks Penyidik KPK AKP Robin Bantah Terima Uang dari Azis Syamsuddin
Indonesia
Eks Penyidik KPK AKP Robin Bantah Terima Uang dari Azis Syamsuddin

AKP Stepanus Robin Pattuju membantah menerima uang dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan mantan Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar Aliza Gunado.

Ini Langkah Pemerintah Hilangkan Pekerja Anak
Indonesia
Ini Langkah Pemerintah Hilangkan Pekerja Anak

Dalam periode 2008 sampai dengan 2020 terdapat 143.456 pekerja anak yang telah ditarik dari sekitar 1,5 juta pekerja anak yang berumur 10-17 tahun.