Ivan, Menjadikan What's Up Berbeda Valentino Ivan, membuat tonkrongan milenial. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MENJADIKAN usahanya selalu berada di kepala pelanggannya bukan urusan mudah, namun bukan hal yang sulit pula. Ini yang membuat Ivan dengan What's Upnya berkibar.

Pria bernama lengkap Valentino Ivan ini mengerti betul bagaimana membuat tamunya kembali lagi ke What's Up. Tak berlebihan bila memasang tagline The Real Hangout Place yang memang menunjukan sebagai tempat asyik untuk nongkrong.

ivan whats up
Iva. Mengangkat mie instan kekinian. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ivan membuka gerai pertamanya di kawasan Margonda, Depok yang menyasar keberadaan mahasiswa di seputaran sana.

"Konsepnya daerah mahasiswa. Saya buka dekat sekali dengan kampus D (Universitas) Gunadarma tapi (yang) saya incar UI (Universitas Indonesia). Awal-awalnya dipenuhin mahasiswa UI, terus UP (Universitas Pancasila)," kata pria penyuka alunan suara Glenn Fredly.

Keberadaan cafenya ini tak bisa dipisahkan dengan generasi milenial yang salah satu kesukaannya makan, minum dan berkumpul bareng teman-temannya.

Ide dasar dari Ivan sebenarnya sederhana sekali, tidak rumit. Hanya saja dia mampu memberikan nilai lebih pada sajian bagi target pasarnya. Pria penyuka warna biru ini mengungkapkan yang paling enak bila di malam hari adalah menyantap mie instan, nasi goreng, roti bakar atau menyeruput kopi. Dari situlah kemudian lahir What's Up.

ivan whats up
What's Up tempat nongkrong kekinian. (Foto: dok.What's Up)

"Kalau malam paling enak, roti bakar, in**mie, nasi goreng dan kopi. Saya angkat, saya buat in**mie kekinian, supaya agak berkelas enggak hanya makan in**mie kornet aja difoto kan enggak keren. Saya buat in**mie pakai hotplate, pakai lada hitam. Dasarnya sama-sama in**mie," ungkap penggemar Barcelona.

Ivan tak menampik bahwa kehadiran-kehadiran tempat sejenis sudah banyak. Namun ia menjamin bahwa untuk Jakarta What's Up adalah pelopornya. What's Up yang sudah memiliki 15 gerai ini memiliki perbedaan dengan tempat-tempat yang sejenis.

Pria berkacamata minus ini menjelaskan gerainya selalu dibayang-bayangi oleh cafe sejenis. Dimana ada What's Up pasti ada cafe yang merupakan jagoan di Bandung itu. Hal itu bukanlah masalah bagi Ivan, karena ia yakin cafenya memiliki perbedaan yang jelas.

"Banyak orang yang menyamakan kita dengan cafe itu, tapi kita berbeda. Bedanya dengan cafe itu, konsep dasarnya, benchmark. Mereka lebih mengacu pada Starbuck, elegan, berkelas, hitam, cokelat, putih. Kalau What's Up itu Hardrock Cafe, berwarna, ada stage, merchandising. Memang makanannya yang diusung kerakyatan. Saya bilangnya Hardrock little brother," ungkapnya yang sudah memiliki outlet di Pontianak dan Manado. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH