Ivan, Harus Mengerti Tempat What's Up mengerti cita rasa lokal. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MEMBANGUN bisnis yang tersebar di berbagai tempat bukanlah hal yang mudah. Ivan, founder What's Up, mengerti betul apa yang harus dilakukannya.

Tentunya kemitraan dengan partner lokal adalah keharusan bagi Ivan. Terus terang ia mengakui bahwa mitra-mitra lokal lebih paham kebiasaan dan budaya lokal. Apa bisa dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan.

"Kesulitan resources, buka luar kota bagusnya ada partner lokal. Bisa serba salah, belum paham kondisi, chanel-chanel sana, kebiasaan orang-orang sana," ungkap pria yang berpenampilan sederhana.

Masalah selera tak luput dari perhatian penggemar gocekan Messi ini. Ia mengerti bahwa setiap daerah memiliki selera lidah yang berbeda. Ia tidak mau memaksakan selera Jakarta ke wilayah lain. Meskipun tetap mempertahankan kesan Jakarta pada cafenya itu.

ivan whats up
Ivan. Harus menggandeng mitra lokal. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

"Pada saat mau buka di daerah Pontianak dan Manado, tim What's Up survei ke sana. Mempelajari cita rasa dan kuliner daerah tersebut. Tiap daerah punya cita rasa dan keunikan masing-masing. Seperti di Manado, masyarakatnya suka sekali makanan pedas. Jadi kita harus menyesuaikan lagi menu yang ada di kita. Kita naikan level pedasnya sesuai dengan cita rasa masyarakat disana," kata pria penyuka warna biru.

Pun untuk menambahkan cita rasa lokalnya, biasanya What's Up membuat menu spesial sesuai dengan daerahnya masing-masing. "Dan untuk memberi nilai tambah. Kita pun meluncurkan menu spesial masing-masing daerah tapi disesuaikan dengan konsep kekinian What's Up," ungkap pria yang berhasil melebarkan What's Up menjadi 15 gerai dalam dua tahun.

BACA: Ivan, Menjadikan What's Up Berbeda

Meskipun memang berakar di Jakarta, Ivan selalu tak melupakan sentuhan-sentuhan lokal. Ini kemudian yang membuat What's Up lebih eksis di berbagai tempat. Kearifan lokal kemudian diserap dan dimasukan dalam bagian cafe itu. "Eksplorasi kuliner daerah, kebudayaan daerah, tapi tetap dibuat sesuai dengan konsep kekinian ala What's Up cafe," jelas Ivan lagi.

Dengan menggandeng kemitraan dengan partner lokal bukan saja memahami situasi dan kondisi setempat saja. Namun dapat pula menjadi buzzer untuk kepentingan bisnis ini. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH