ITB Tawarkan Bayar Uang Kuliah Tunggal Pakai Pinjol
ITB sedang menyiapkan keterangan tertulis untuk menanggapinya. (Foto: itb.ac.id)
MerahPutih.com - Jagat media sosial X gempar oleh unggahan akun @itbfess (25/1). Akun itu membocorkan skema pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang kurang mampu secara finansial.
Dalam unggahan itu, @itbfess juga memuat flyer iklan program cicilan kuliah bulanan di ITB. Di situ tertera logo perusahaan Danacita yang ber-tagline "Solusi Cerdas Bayar Kuliah dan Kursus".
Perusahaan ini lah yang akan menanggung biaya kuliah bagi mahasiswa. Artinya, ITB menawarkan pihak ketiga sebagai penalang biaya kuliah bagi mahasiswa.
Baca juga:
Mahfud Serap Aspirasi Soal UU Perampasan Aset Hingga Pinjol Lewat 'Tabrak Prof'
@itbfess kemudian mencoba uji skema pembayaran dengan nominal Rp 12,5 juta menggunakan platform Danacita dengan pembayaran cicilan selama 12 bulan.
Platform menampilkan jumlah biaya bulanan platform dan biaya persetujuan. Masing-masing sebesar 1,75 persen dan 3 persen.
Dengan begitu, cicilan yang harus dibayar peminjam tiap bulan adalah Rp 1.291.667. Artinya, tiap tahun peminjam dikenakan bunga sekira 24 persen.
Jumlah ini dinilai justru memberatkan mahasiswa peminjam. Karuan unggahan ini dapat respons negatif dari warganet.
Akun @txtdaribrand menyebut itu sebagai "itbpaylater". Sementara akun @urnolan menyindir bahwa huruf 'B' dari ITB adalah kependekan dari kata 'Bunga'.
Anjaaaay, disuruh pinjol sama itb!
— ITBfess ???? ???? (@itbfess) January 25, 2024
Kami segenap civitas akademik ITB mengucapkan
"SELAMAT MEMBAYAR CICILAN BESERTA BUNGANYA" https://t.co/9SGVXldqB6 pic.twitter.com/oghSBS1ABH
Beberapa warganet juga mempertanyakan bagaimana bisa ITB bekerja sama dengan pinjaman online. Melihat rekam jejaknya, Danacita ternyata tak hanya bekerja sama dengan ITB.
Dalam laman danacita.co.id/partners, universitas negeri dan swasta lain juga tercatat menjadi partner Danacita antara lain Universitas Bina Sarana Informatika, Universitas Presiden, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Negeri Surabaya.
Danacita juga disokong oleh sejumlah nama tenar. Jajaran advisornya mencakup Gita Wirjawan, mantan Menteri Perdagangan (2011--2014); Roy H.M. Sembel, mantan dekan IPMI International Business School; dan Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo (2012--2017).
Terkait unggahan itu, ITB sedang menyiapkan keterangan tertulis untuk menanggapinya. (dru)
Baca juga:
Atikoh Ganjar Paparkan Cara agar Pelaku UMKM Tidak Terjerat Pinjol
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Tragedi Siswa SD di NTT, Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan