IT Kengerian yang Meningkat IT menyuguhkan kengerian dan teror dari badut yang seharus lucu. (newsapi)

STEPHEN King membuat IT hampir 30 tahun yang lalu, tentang badut yang mengerikan, namun Andy Muschietti agaknya mampu memolesnya kembali lebih mengerikan. IT ditangan Andy dimasukan dalam wadah kekinian yang sangat dekat dengan kehidupan kebanyakan orang.

Perubahan jaman ternyata tak membuat kengerian menjadi sirna, atau orang meninggalkan kengerian karena lebih percaya pada logika. Tak ada hantu atau sejenisnya pada jaman teknologi digital ini. Dimana bentuk maya atau tak terlihat dapat dinikmati kapan saja dan dimana saja.

Toh, Georgie, seorang anak di kota fiksi Derry, Maine, tertarik dengan sosok badut yang memanggilnya. Entah mengapa saluran air kotor atau got masih menjadi tempat favorit anak-anak bermain dan menghilang. Georgie menghilang begitu saja, entah memang ditelan got atau badut hantu yang dikenal dengan nama Pennywise yang menculiknya.

Sebulan kemudian Bill, kakaknya Georgie, bersama teman-temannya dari Losers Club berusaha untuk menghapuskan kengerian yang ada. Semakin berusaha dihapuskan semakin nyata Pennywise menghampiri mereka semua. Melihat segerombolan remaja-remaja tanggung dalam film ini seolah melihat film Stand by Me yang dirilis di tahuin 1980an. Hanya saja suasananya lebih kelam dibalut dalam kengerian.

Meskipun kengeriannya tidak sama dengan Nightmares on Elm Street yang dirilis di tahun 1980an juga. Masih menempatkan sekelompok remaja tanggung yang melawan sosok mengerikan yang hadir menebar teror pada mimpi mereka. Tak boleh tidur, harus tetap terjaga jika ingin selamat dari cengkraman Freddy Krueger.

Musim panas yang seharusnya menyenangkan dan penuh aktivitas luar ruangan. Dalam beberapa film horor atau thriller, malah menjadi saat-saat dimana banyak hantu penuh teror yang mengintai. Agaknya dalam musim panas sisi gelap selalu ada dan meneror orang-orang yang dipilih untuk merasakan kengerian.

Bila dalam Nightmares on Elm Street, karakter Freddy Krueger memang langsung dikenali penontonnya. Bahkan seolah ikut menonton pula di dalam gedung bioskop. Kengerian mencengkram penonton dari awal hingga akhir. Sayangnya dalam film IT semakin sering Pennywise muncul, semakin menipis kengerian itu jadinya. Meskipun rasa ngeri menonton film itu masih melingkupi. (psr)


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH