Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Moeldoko: Gue Nggak Ngerti Kepala KSP Moeldoko. (Foto: setkab.go.id).

MerahPutih.com - Ketua relawan Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer menyebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Isu tersebut sampai ke telinga Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko. Mantan Panglima TNI itu menegaskan keputusan perombakan kabinet ada di tangan Jokowi.

Baca Juga

Ditanya Keinginan Maju Capres 2024, Moeldoko: Kalau Diorbitkan Alhamdulillah

"Ah, enggak ngerti lah. Itu urusan Bapak Presiden. Enggak usah mengira-ngira," kata Moeldoko di rumahnya, Menteng, Jakarta, Rabu (3/2).

Dia pun meminta agar tidak ditanya soal isu itu. Dia menegaskan tidak tahu soal itu.

"Udah, jangan tanya itu. Gue enggak ngerti," ujarnya.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Foto: MP/Kanu
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Foto: MP/Kanu

Saat ditanya soal respons Presiden terkait isu itu, mantan Panglima TNI itu berdalih bahwa masih banyak hal yang lebih penting untuk diurus oleh Kepala Negara.

"Emang orang kurang kerjaan apa Pak Presiden bicara ini? Ngurusi COVID-19 aja enggak keru-keruan kita pusing, ngapain mikirin yang enggak-enggak begini?" cetus dia.

Sebelumnya, DPP Partai Demokrat menuding Moeldoko sebagai salah satu otak rencana kudeta Partai Demokrat lewat jalur Kongres Luar Biasa (KLB) demi meraih tiket Pilpres 2024.

Sejumlah pertemuan antara Moeldoko dengan eks kader dan kader Partai Demokrat pun disebut dilakukan untuk memuluskan rencana tersebut, termasuk acara di sebuah hotel.

Pihak Demokrat pun meminta Moeldoko mundur dari jabatannya sebagai pejabat di KSP dan menjadi kader parpol.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun mengirim surat kepada Presiden untuk mengklarifikasi informasi itu.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga menjelaskan soal pertemuannya dengan sejumlah kader Demokrat di kediaman dan juga di sebuah hotel.

Ia mengaku heran dengan AHY yang sampai mengadu ke Presiden Jokowi. "Ya artikan sendiri lah [soal suratnya]. Orang ngopi-ngopi kok, masa lapor presiden," dalihnya. (Knu)

Baca Juga

Dituding Ingin Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Kenapa Mas AHY Takut

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyebab Anton Medan Meninggal Dunia
Indonesia
Penyebab Anton Medan Meninggal Dunia

Ramdhan Effendi, atau yang biasa disapa Anton Medan meninggal dunia pada Senin (15/3). Mantan perampok dan bandar judi ini wafat di usia 63 tahun.

DPR Bakal Cecar Dirut PLN soal Kenaikan Tarif Listrik
Indonesia
DPR Bakal Cecar Dirut PLN soal Kenaikan Tarif Listrik

Ratna mengakui, bahwa sebenarnya keluhan terkait kenaikan tagihan listrik ini telah bergulir sejak bulan April.

Jika Operasi Yustisi Tak Efektif, Polisi Siap Ganjar Pelanggar Protokol Kesehatan Pakai UU
Indonesia
Jika Operasi Yustisi Tak Efektif, Polisi Siap Ganjar Pelanggar Protokol Kesehatan Pakai UU

Ada beberapa UU yang bisa digunakan bagi warga yang tidak disiplin protokol COVID-19

Proses PPDB Picu Keberatan dan Sulitkan Orang Tua Peserta Didik
Indonesia
Proses PPDB Picu Keberatan dan Sulitkan Orang Tua Peserta Didik

KPAI mengakui banyak keluhan dari masyarakat terkait proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Pansus Banjir Beri Lima Rekomendasi Atasi Banjir ke Pemprov DKI
Indonesia
Pansus Banjir Beri Lima Rekomendasi Atasi Banjir ke Pemprov DKI

"Mau digunakan atau tidak, yang jelas kami sudah bekerja dengan serius agar DKI bebas banjir," terangnya

WHO: Anak 12 Tahun ke Atas Harus Gunakan Masker seperti Orang Dewasa
Dunia
WHO: Anak 12 Tahun ke Atas Harus Gunakan Masker seperti Orang Dewasa

Sedangkan anak usia 6 - 11 tahun harus menggunakan masker dengan prosedur berbasis risiko.

Agar Tak Tambah Angka PHK, Apindo Minta PSBB Dijaga
Indonesia
Agar Tak Tambah Angka PHK, Apindo Minta PSBB Dijaga

Penerapan PSBB penting untuk ditaati oleh seluruh pemangku kepentingan

RUU Cipta Kerja Bisa Benahi Sektor Perpajakan
Indonesia
RUU Cipta Kerja Bisa Benahi Sektor Perpajakan

"Kami berharap ini bisa cepat selesai dan mendapatkan persetujuan DPR sebelum akhir tahun. Ini akan menjadi basis baru di Indonesia, khususnya dalam iklim investasi," kata Suahasil.

Gubernur Sulawesi Selatan Diciduk KPK
Indonesia
Gubernur Sulawesi Selatan Diciduk KPK

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah yang baru ditangkap tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2) malam, tercatat memiliki total kekayaan Rp51.356.362.656 per 29 April 2020

Utamakan Keselamatan Siswa, Anies Belum Berani Buka Sekolah
Indonesia
Utamakan Keselamatan Siswa, Anies Belum Berani Buka Sekolah

"Mulainya masih di dalam pembelajaran jarak jauh. Tetap pembelajaran jarak jauh. Tetapi di rumah," tutupnya.