Isu Radikalisme Kembali Mencuat, BPIP sebut Ajaran Pancasila Mesti Dibumikan Romo Benny Susetyo (kanan) saat Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar, Minggu (11/10). (Foto: MP/Istimewa)

MerahPutih.com - Maraknya isu rasial di dalam dan luar negeri mesti dijadikan momentum untuk memperkuat nilai Pancasila.

Anggota Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Benny Susetyo menyampaikan bahwa Pancasila harus dibumikan dalam ruang kegiatan baik dalam sikap dan prilaku bangsa saat ini maupun di masa depan.

"Pancasila harus dibumikan baik dimanapun agar bisa menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia sehingga dapat bersaing dengan dunia global dan memiliki pijakan yang kuat," jelas Benny kepada MerahPutih.com di Jakarta, Jumat (30/10).

Baca Juga

Tiga Orang Tewas Ditikam di Nice Prancis

Selain itu, dirinya menjelaskan bahwa pendidikan Pancasila harus tetap diadakan serta pendidikan di Indonesia harus terintegrasi nilai-nilai Pancasila.

"Pancasila harus diteguhkan dengan integrasi. Menjaga semboyanan Bhineka Tunggal Ika,melawan radikalisme, dan cinta tanah air," tegas Benny yang juga rohaniwan Katolik ini.

Benny memaparkan bahwa pendidikan Pancasila harus diterapkan sejak dini. "Pentingnya merawat kemajemukan itu sejak dini. Bagainana anak bangsa ini memiliki persaudaraan karena ini menjadi persaingan tingkat global," ujarnya.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa sejak lahir sudah dalam pluralisme sehingga kemajemukan ini sudah menjadi rahim dari ibu pertiwi. Maka, kemauan untuk mengaktualisasi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI bisa ditanamkan kepada anak bangsa agar memiliki kecintaaan dan menjadi roh.

"Jika Pancasila menjadi praksis dalam kehidupan sehari hari maka akan menjadi manusia yang merdeka," ungkap Benny.

Tantangan saat ini bagaimana pendidikan yang mampu memilih yang baik serta memerdekaaan dalam memilih dan menentukan pilihan serta membangun karakter. Pancasila ini bisa membangun karakter yang baik yang menghargai perbedaan dan menjaga persatuan.

"Dibutuhkan elit politik membumikan Pancasila dalam setiap kebijakan publik. Salah satunya pendidikan multikultural yang ditanamkan sejak dini hingga perguruan tinggi," pungkasnya.

Kini dibutuhkan role model bagi bangsa dalan membumikan nilai-nilai Pancasila. "Saat ini dibutuhkan role model bagi anak bangsa dalam upaya membumikan Pancasila. Ini yang sulit sekarang," sebut dia.

Baca Juga

PKS Anggap Sikap Presiden Prancis Bisa Ganggu Perdamaian Dunia

Ia meyakini, ancaman dalam era digital adalah rendahnya literasi dan termakan oleh hoaks. "Kemampuan membangun narasi dan dangkalnya dalam memahami dikarenakan hilangnya budaya kritis. Ini menyebabkan masalah SARA muncul," tutup Benny. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gunung Ili Erupsi, Ribuan Orang Mengungsi
Indonesia
Gunung Ili Erupsi, Ribuan Orang Mengungsi

Mengurangi dampak kesehatan dari sebaran abu vulkanik yang ditimbulkan dari aktivitas erupsi, masyarakat diminta agar menggunakan masker.

Jelang Vonis, Tim Advokasi Novel 'Ketuk' Mata Hati Majelis Hakim
Indonesia
Jelang Vonis, Tim Advokasi Novel 'Ketuk' Mata Hati Majelis Hakim

Tak hanya itu, tim advokasi juga meminta Komisi Yudisial aktif mendalami dan memeriksa indikasi dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim.

Anies Berencana Hapus LRT Velodrome-Manggarai, PSI Minta Menhub Turun Tangan
Indonesia
Anies Berencana Hapus LRT Velodrome-Manggarai, PSI Minta Menhub Turun Tangan

Sebab, tersirat kabar jika Gubernur Anies menghapus LRT rute Velodrome-Manggarai.

Menpan RB Tjahjo Kumolo Sambangi KPK, Ada Apa?
Indonesia
Menpan RB Tjahjo Kumolo Sambangi KPK, Ada Apa?

Tjahjo menyebut Ketua KPK Firli Bahuri sudah mempunyai konsep untuk program Stranas PK yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Pemprov DKI Belum Berniat Copot Kasatpol PP Terkait Kerumunan di Pertamburan
Indonesia
Pemprov DKI Belum Berniat Copot Kasatpol PP Terkait Kerumunan di Pertamburan

"Belum sejauh itu lah, sekarang bukan soal copot mencopot," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

Kampanye Terakhir, Gibran Temui NU dan Bajo Bersama Mahasiswa
Indonesia
Kampanye Terakhir, Gibran Temui NU dan Bajo Bersama Mahasiswa

Masuk hari tenang akan digunakan untuk istrirahat setelah 71 hari disibukkan kampanye.

Jabar Antisipasi Lonjakan Limbah Medis Vaksin COVID-19
Indonesia
Jabar Antisipasi Lonjakan Limbah Medis Vaksin COVID-19

Program vaksinasi COVID-19 berpotensi besar meningkatkan produksi limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

[HOAKS atau FAKTA]: Gubernur Anies Mengecat Atap Rumah Warga untuk Antisipasi Banjir
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gubernur Anies Mengecat Atap Rumah Warga untuk Antisipasi Banjir

Akun Facebook bernama Fitriani Habibah membuat posting dengan klaim yang menyatakan bahwa Anies Baswedan mengecat atap rumah warga untuk mengantisipasi banjir di Jakarta.

Dukung Kemerdekaan Palestina di Sidang PBB, Jokowi: No One, No Country Should Be Left Behind
Indonesia
Dukung Kemerdekaan Palestina di Sidang PBB, Jokowi: No One, No Country Should Be Left Behind

Hingga kini, prinsip Dasa Sila Bandung masih sangat relevan

Peringati HUT RI, Ini Perintah Yasonna Pada Anak Buah
Indonesia
Peringati HUT RI, Ini Perintah Yasonna Pada Anak Buah

Seluruh aparatur Kemenkumham untuk turut menyesuaikan pola kerja dengan perubahan situasi dan berkontribusi mempererat semangat persatuan di dalam masyarakat.