Isu Kepulangan Rizieq Propaganda Politik Karena Pamornya Menurun? Imam Besar FPI, Rizieq Shihab (MP/Dery Ridwansah)

Merahputih.com - Isu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bukanlah isu baru. Sebab sebelumnya juga pernah diisukan mau pulang tapi batal tanpa ada alasan yang jelas.

Pemgamat politik Wempy Hadir menilai, isu polemik soal keberadaan Rizieq di Arab Saudi kembali menguat tak lepas dibuat agar jadi alat propaganda politik belaka.

Baca Juga: Upaya Memulangkan Rizieq Demi Rekonsiliasi Terlalu Pragmatis

"Kita ketahui bahwa selama masa kampanye HRS getol melakukan kampanye secara online untuk mendukung paslon 02. Jadi tidak heran kalau HRS dijadikan sebagai salah point yang hendak dimasukan dalam point rekonsiliasi," kata Wempy kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (12/7)

Direktur Indo Polling Netwrok ini menambahkan, kabar kepulangan Rizieq bisa saja untuk tetap menjaga pamor HRS di ruang publik. "Sebab sudah sekian lama dia tidak bisa melakukan komunikasi langsung dengan pendukungnya," jelas dia.

Habib Rizieq Shihab. (MP/Widi Hatmoko)
Imam besar FPI Rizieq Shihab. (MP/Widi Hatmoko)

Namun kepulangan Rizieq sebagai salah satu point dalam rekonsiliasi adalah sebuah kegenitan. Terutama bagi kubu Prabowo Subianto. Sebab tidak ada kaitan ada keberadaan Rizieq di Arab Saudi dengan pilpres yang baru saja selesai.

"Jadi sangat tidak masuk di akal jika hal tersebut dijadikan sebagai point bargaining dalam rekonsiliasi. Lagi pula tidak ada yang melarang HRS untuk pulang ke tanah air. Dia bisa kembali ke tanah air kapan saja,"jelas Wempy.

"Sekarang kembali kepada HRS sendiri, mau pulang ke tanah air atau tidak. Jadi bukan pemerintah yang menghalangi dia pulang, tapi dia sendiri," tambah Wempy.

Baca Juga: Dahnil Sisipkan Pemulangan Habib Rizieq di Agenda Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

Wempy menyebut, saja yang melanggar ketentuan hukum maka wajib untuk ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Apalagi Rizieq selalu berdakwa dengan nada keras dan terkadang menyinggung kepercayaan orang lain, tentu bisa menciptakan instabilitas sosial.

"Oleh sebab itu, saya kira kedepan pihak keamanan untuk tidak segan-segan menindak jika hal tersebut terjadi kembali. Sehingga tidak ada orang yang seenaknya menggunakan mimbar agama untuk kepentingan pribadi," tandas Wempy. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH