Isu Kebocoran Data SIM Card, Kominfo Minta Bantuan Bareskrim Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan. ANTARA/HO-Kominfo/am.

MerahPutih.com - Isu dugaan kebocoran 1,3 miliar data SIM Card menyeruak ke publik.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menilai, kebocoran data ini bisa ditelusuri dari sisi sisi pidananya.

Karena itu, Kemenkominfo telah berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Kami undang Cyber Crime, ini juga harus ditindak," tutur dia, Senin (5/8).

Baca Juga:

Dirjen Dukcapil Kemendagri Tanggapi Dugaan Kebocoran Data Registrasi SIM Card

Samuel mengungkapkan, Indonesia saat ini sedang marak diserang dari sisi siber.

Maka, persoalan kebocoran data ini harus ditindak selain dari sanksi administratif juga sanksi pidana.

Sanksi administratif kata dia mulai dari teguran hingga penutupan operasi.

Ia juga meminta operator seluler ikut bertanggung jawab atas kebocoran 1,3 miliar data SIM card.

Pasalnya, operator seluler merupakan pihak yang mengendalikan data.

Samuel menjelaskan, operator seluler merupakan pihak yang menyimpan data penggunanya.

Jika data pelanggan bocor, operator wajib bertanggung jawab.

"Jadi sesuai Undang-Undang ITE, itu setiap pengendali data wajib menjaga keamanan dan juga kerahasiaannya. Memang, mereka harus mempunyai suatu sistem yang comply dan tanggung jawab," ungkap Semuel.

Baca Juga:

Kemenkominfo Telusuri Dugaan Bocor 1,3 Miliar Data Pendaftaran Kartu SIM

Semuel menyebut, Kemenkominfo sudah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh operator seluler.

Dari rapat koordinasi, operator diminta melakukan investigasi mendalam mengenai data-data yang bocor, penyebabnya, hingga mencari siapa pelaku pembocor datanya.

"Sekali lagi ini jadi tanggung jawab pengendali dan mereka harus comply dengan aturan-aturan yang ada," terangnya.

Sekadar informasi, kabar kebocoran data pribadi itu diduga telah diperjualbelikan di salah satu situs hacker.

Data tersebut merupakan hasil registrasi ulang SIM Card yang diunggah oleh sebuah akun bernama Bjorka di forum breached.to.

Bjorka mengeklaim memiliki 1.304.401.300 data registrasi kartu SIM atau sebanyak 87 GB yang berisi nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, operator seluler yang digunakan dan tanggal penggunaan.

Akun itu juga mengaku telah membagikan 2 juta data sampel yang telah dikumpulkan dari 2017 hingga 2020. (Knu)

Baca Juga:

Bareskrim Sebut ACT Bayar Utang Rp 10 Miliar ke Koperasi Syariah 212

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Basuki Ingin Contoh Kota Cerdas Korsel Diterapkan di IKN Nusantara
Indonesia
Basuki Ingin Contoh Kota Cerdas Korsel Diterapkan di IKN Nusantara

Basuki dalam kunjungan kerjanya jKota Busan yang menjadi proyek percontohan pengembangan kota cerdas di Korsel selain Kota Sejong dan Songdo.

 Material Erupsi Lontaran Batuan Pijar Gunung Semeru Capai Radius 8 kilometer
Indonesia
Material Erupsi Lontaran Batuan Pijar Gunung Semeru Capai Radius 8 kilometer

PVMBG memberikan peringatan potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Prakiraan Cuaca Jakarta, Potensi Hujan di Selatan dan Timur
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta, Potensi Hujan di Selatan dan Timur

Namun, pada siang hari ada potensi hujan dengan intensitas ringan di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim).

[HOAKS atau FAKTA]: Indocement Tigaroda Beri Hadiah Pembangunan Rumah Gratis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indocement Tigaroda Beri Hadiah Pembangunan Rumah Gratis

Halaman Facebook “PT Indocement tigaroda FANS” membagikan hadiah pembangunan rumah baru sampai selesai yang dibagikan secara acak di Facebook.

NasDem Wacanakan Duet Anies-Gibran, Demokrat Sewot
Indonesia
NasDem Wacanakan Duet Anies-Gibran, Demokrat Sewot

Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief mengingatkan agar NasDem disiplin ketika memutuskan ingin membangun koalisi dengan Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Komnas HAM Akui Berkomunikasi dengan Istana soal Perkembangan Kasus Brigadir J
Indonesia
Komnas HAM Akui Berkomunikasi dengan Istana soal Perkembangan Kasus Brigadir J

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik mengaku melakukan koordinasi dengan Istana mengenai perkembangan kasus Brigadir J.

 OJK Mudahkan Layanan Legalitas bagi Pinjol Ilegal
Indonesia
OJK Mudahkan Layanan Legalitas bagi Pinjol Ilegal

Dalam pendaftaran pinjol ilegal menjadi legal, perizinan akan dibuat menjadi satu tahap agar lebih mudah.

Temui Kelompok Buruh, Menaker Ida Jelaskan Latar Belakang Permenaker 2 Tahun 2022
Indonesia
Temui Kelompok Buruh, Menaker Ida Jelaskan Latar Belakang Permenaker 2 Tahun 2022

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerima sejumlah pimpinan serikat pekerja dan serikat buruh.

Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 107 Orang
Indonesia
Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 107 Orang

140.174 orang terdaftar dan 135.584 pasien keluar dari Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet selama kurun waktu 23 Maret hingga 31 Januari 2022

[HOAKS atau FAKTA]: PBB Nyatakan Rusia Pemenang Perang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PBB Nyatakan Rusia Pemenang Perang

Hingga saat ini, perang Rusia dan Ukraina belum ada tanda-tanda akan berakhir.