Isu Gempa Susulan dan Sumbangan Abal-abal Resahkan Warga Polisi paramiliter China membawa korban selamat setelah terjadi gempa di wilayah Jiuzhaigou, perfektur Ngawa, provinsi Sichuan, China, Selasa (8/8). (ANTARA FOTO/China Daily via REUTERS)

MerahPutih.com - Informasi mengenai adanya gempa susulan yang tersebar di media sosial dan lembaga amal abal-abal meresahkan warga Tiongkok yang masih diliputi kedukaan gempa mematikan di Provinsi Sichuan.

Kementerian Keamanan Publik Tiongkok berjanji akan menindak tegas penyebar informasi palsu dan lembaga amal abal-abal tersebut.

Rumor mengenai gempa yang akan terjadi di beberapa wilayah berbeda di daratan Tiongkok menyebar melalui media sosial sehingga menyebabkan kepanikan masyarakat dan mengganggu stabilitas sosial.

Pihak berwajib akhirnya berhasil menangkap empat orang yang diduga menyebarkan informasi meresahkan tersebut melalui Wechat, aplikasi pesan media sosial yang digunakan oleh jutaan warga Tiongkok.

Aparat setempat juga sedang menyelidiki lembaga amal abal-abal yang mengambil keuntungan dari simpati masyarakat terhadap korban gempa sebagaimana dikutip People's Daily.

"Pengguna internet seharusnya tidak membuat dan memercayai rumor gempa," demikian imbauan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok yang membawahi instansi kepolisian itu.

Gempa berkuatan 7 pada skala Richter di Kabupaten Jiuzhaigou, Selasa (8/8) malam, merenggut 24 nyawa dan melukai 493 lainnya.

Hingga berita ini diturunkan petugas masih melakukan pencarian terhadap adanya kemungkinan korban lain di Taman Nasional Jiuzhaigou yang pada saat bencana terjadi dikunjungi 38 ribu wisatawan.

Sementara itu, petugas penyelamatan juga dikerahkan ke Kabupaten Wenxian, Provinsi Gansu, yang dilanda banjir hingga menyebabkan delapan orang tewas, satu hilang, dan empat lainnya luka-luka, demikian laporan Kantor Berita Xinhua. (*)

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE