Isu Dalam Film Enak Tho Zamanku - Piye Kabare Film garapan Akhlis Suryapati mengangkat realita dengan gamblang. (Foto: istimewa)

FILM merupakan karya seni yang salah satu pendekatannya mengangkat realita yang terjadi di masyarakat. Banyak cara yang dilakukan sutradara untuk menyampaikan realita tersebut ke masyarakat. Ada yang secara implisit dan ada pula yang secara eksplisit.

Sutradara Enak Tho Zamanku - Piye Kabare, Akhlis Suryapati memilih untuk menuangkan realita secara gamblang pada karyanya. Dirinya bahkan menyentil beberapa isu yang sedang hangat. Meski nuansa politik begitu kental dalam film Enak Tho Zamanku-Piye Kabare, Akhlis juga mengangkat isu-isu sosial.

Lembaga Sensor Film mengkategorikan film tersebut dalam genre drama/kriminal untuk usia dewasa.
Berikut isu yang muncul dalam film tersebut:

film enak jamaku
Terdapat banyak isu kontroversi di dalam film ini. (Foto: istimewa)

LGBT

Akhlis secara berani memasukkan isu yang menimbulkan kontroversial tersebut ke dalam filmnya. Meski tidak mengangkat isu tersebut secara mendalam, ia tetap mengangkat isu tersebut ke dalam filmnya. Hal tersebut terlihat dari adegan Darmo Gandul (Panji Addiemas) yang baru tiba di hotel warisan keluarganya. Ia memilih untuk menginap di salah satu kamar hotel tersebut. Ketika ia menyusuri lorong hotel, ia melihat sepasang wanita sedang asyik bercumbu.

Tenaga Kerja Asing

Isu mengenai tenaga kerja asing mencuat setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden tentang penggunaan tenaga kerja asing. Tenaga Kerja Asing yang mayoritas berasal dari Tiongkok mudah masuk ke Indonesia. Tak hanya masuk, Tenaga Kerja Asing ini juga memiliki KTP palsu. Resah dengan isu tersebut, Akhlis mengangkat film tersebut secara detil. Hotel warisan pusaka keluarga yang semula dikelola Pinuntun (Dolly Martin) berubah menjadi kartel kejahatan saat dikelola Saladin (Soultan Saladin). Hotel tersebut diubah menjadi tempat penampungan tenaga kerja asing. Dalam salah satu adegan bahkan memperlihatkan pembagian Kartu Tanda Penduduk untuk para tenaga kerja asing.

film enak jamanku
Melihat realita dalam film Enak Tho Zamanku-Piye Kabare. (Foto: istimewa)

Prostitusi

Prostitusi merupakan salah satu isu sosial yang tak pernah berhenti di Indonesia. Isu prostitusi diangkat melalui penokohan dalam film tersebut. Salah satu tokoh Retno (Ismi Melinda) merupakan pelacur yang kerap mendapat perlakuan buruk dari pelanggannya. Retni memperlihatkan sisi gelap prostitusi di Indonesia seperti kekerasan seksual, pelecehan, hingga perdagangan manusia ke luar negeri. Dalam film tersebut, Retno berusaha menyelamatkan adik perempuannya yang hendak di kirim ke negara lain untuk dieksploitasi. Film tersrlebut juga mengungkapkan posisi wanita penghibur yang lemah di masyarakat. "Pelacur berani berbuat apapun meski dia selalu kalah," tutur Retno saat pertama berkenalan dengan Darmo Gandul.

Premanisme

Isu premanisme juga sempat diangkat dalam film tersebut. Sosok Darmo Gandul yang baru kembali dari pencarian jati diri harus berhadapan dengan gerombolan yang dipimpin GatoLoco (Eko Xamba). Komplotannya bahkan tak segan memalak dan mencoba menghabisi Darmo Gandul. GatoLoco juga nerupakan kaki tangan Saladin, yang jaringan kejahatannya tidak sesederhana yang dibayangkan orang. (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH