Istri Nurhadi Bungkam Usai Diperiksa KPK Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida di gedung KPK, Senin (22/6) malam. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida, Senin (22/6) malam. Tin diperiksa dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA yang menjerat sang suami.

Ini merupakan pemanggilan ulang terhadap Tin, setelah sebelumnya, ia tidak memenuhi panggilan penyidik KPK. Saat itu, sedianya Tin diperiksa untuk tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Baca Juga:

KPK Periksa Dua GM San Diego Hills Terkait Kasus Nurhadi

Pantauan MerahPutih.com di lapangan, Tin rampung menjalani pemeriksaan pada pukul 18.50 WIB. Istri dari tersangka kasus suap mafia peradilan di MA itu bungkam saat dicecar pertanyaan oleh awak media.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, perihal materi pemeriksaan terhadap Tin.

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA itu, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA Nurhadi, menantunya Rezky Herbiono dan Hiendra Soenjoto.

Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar, Nurhadi (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/6/2020). Nurhadi yang merupakan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) diperiksa sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar, Nurhadi (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/6/2020). Nurhadi yang merupakan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) diperiksa sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

Tim penyidik KPK menangkap Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono pada Senin (1/6) malam. Keduanya dibekuk di sebuah rumah di Simprug, Jakarta Selatan. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Baca Juga:

Anak Nurhadi Bungkam Usai Diperiksa KPK

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN. (Pon)

Baca Juga:

KPK Cecar Anak Nurhadi Soal Tas hingga Mobil Mewah Milik Sang Ayah

Penulis : Zulfikar Sy Zulfikar Sy
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Eks Penasehat KPK Said Zainal Abidin Meninggal Dunia
Indonesia
Eks Penasehat KPK Said Zainal Abidin Meninggal Dunia

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga alm dan mendoakan semoga Allah SWT mengampuni dosa dan membalas jasa serta amal ibadah beliau," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Upadate Kasus Corona di DKI Minggu (5/7)
Indonesia
Upadate Kasus Corona di DKI Minggu (5/7)

Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 27.604 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 18.234 orang.

Bos Garuda Indonesia Umumkan Gaji Karyawan Ditunda, tapi THR Tetap Cair
Indonesia
Bos Garuda Indonesia Umumkan Gaji Karyawan Ditunda, tapi THR Tetap Cair

Sebanyak 25.000 karyawan Garuda Indonesia Group terdampak penundaan gaji akibat dampak pandemi COVID-19.

Target Usia Produktif, Kasus COVID-19 Bertambah Hampir 4 Ribu Sehari
Indonesia
Target Usia Produktif, Kasus COVID-19 Bertambah Hampir 4 Ribu Sehari

Total kasus yang terjadi di Indonesia sebanyak 236.519 pasien positif virus corona.

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Dapat Penghargaan Bergengsi Tak Pernah Diekspose Media
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Dapat Penghargaan Bergengsi Tak Pernah Diekspose Media

Akun Facebook @DjunaidiNawawiArifin mengunggah tangkapan layar berisi klaim narasi bahwa tidak ada satu pun media yang memberitakan Pemprov DKI Jakarta meraih tiga penghargaan dari KPK.

Jaksa Pinangki Jalani Sidang Eksepsi di Pengadilan Tipikor Jakarta
Indonesia
Jaksa Pinangki Jalani Sidang Eksepsi di Pengadilan Tipikor Jakarta

Pinangki juga didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010

 RSUD Dokter Soetomo Surabaya Rawat Seorang Warga Tiongkok di Ruang Isolasi Khusus
Indonesia
RSUD Dokter Soetomo Surabaya Rawat Seorang Warga Tiongkok di Ruang Isolasi Khusus

"Benar kami rawat. Namun belum didiagnosis sebagai Wuhan Flu (virus corona). Karena baru tadi siang ditangani," terang dia di Surabaya, Minggu (26/1) malam.

Pemerintahan Jokowi Terus Mendapat Kritik Soal Penanganan COVID-19
Indonesia
Pemerintahan Jokowi Terus Mendapat Kritik Soal Penanganan COVID-19

"Pemerintah masih saja berasumsi. Seandainya langsung cepat dicegah maka dipastikan tidak akan menyebar luas seperti sekarang ini;" imbuh Jerry.

KCI Tegaskan Operasional KRL Masih Ikuti Aturan PSBB
Indonesia
KCI Tegaskan Operasional KRL Masih Ikuti Aturan PSBB

Adli mengatakan nantinya PT KCI akan menaati keputusan akhir yang tercipta dalam pembahasan bersama yang dilakukan dengan pemerintah daerah terkait serta PT KAI.

Berlangsung di Tengah Pandemi COVID-19, Aksi KAMI Tuai Kritikan
Indonesia
Berlangsung di Tengah Pandemi COVID-19, Aksi KAMI Tuai Kritikan

Langkah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menggelar kegiatan di tengah pandemi COVID-19 menuai kritik.