Istana Terima Usulan Bintang Jasa Pahlawan Medis Wafat Lawan COVID-19, Setuju? Tim dokter memeriksa awal pasien COVID-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta. (ANTARA/HO/Tim Kesehatan Kogasgabdap Wisma Atlet)

MerahPutih.com - Para tenaga medis yang meninggal saat menangani pasien terinfeksi penyakit karena virus Corona jenis baru (COVID-19) di Jawa Tengah diusulkan mendapat bintang jasa dari pemerintah Republik Indonesia sebagai bentuk penghormatan serta penghargaan untuk pahlawan kemanusiaan.

"Kemarin saya usulkan para dokter, perawat, dan tenaga medis yang meninggal dalam perjuangannya melawan COVID-19 dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Ternyata itu administrasinya tidak mudah, harus ada bintang jasa, maka saya usulkan dokter, perawat, tenaga medis di seluruh Jateng yang menangani COVID-19 mendapat bintang jasa," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Semarang.

Baca Juga:

Lagu 'Semua Kan Berlalu' Jadi Persembahan Selebritas Indonesia untuk Para Tenaga Medis

Menurut Ganjar, usulan tersebut sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo melalui Sekretariat Militer Presiden dan berdasarkan hasil komunikasi yang dilakukan, pihak pemerintah menyambut baik usulan itu.

"Ini upaya kami memberikan penghargaan tertinggi kepada mereka para pejuang kemanusiaan di Jateng," ujar politikus PDIP itu, dikutip dari Antara, Selasa (14/4).

COVID
Ilustrasi penanganan jenazah pasien COVID-19. Foto: Istimewa

Ganjar juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait dengan penyiapan lokasi pemakaman di Taman Makam Pahlawan bagi tenaga medis yang meninggal dunia saat menangani COVID-19.

Baca Juga:

Jenazah Rekan Seprofesinya Ditolak, Persatuan Perawat: Tak Memiliki Rasa Kemanusiaan

Sebelumnya usulan Ganjar itu mendapat kritikan dari salah satu dokter yang disampaikan melalui akun Twitter dan meminta agar Gubernur Ganjar lebih memikirkan kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis daripada menyiapkan tempat pemakaman.

Usulan itu, kata Ganjar, diambil bukan untuk mendoakan para dokter, perawat, dan tenaga medis meninggal, namun ingin memberikan penghormatan tertinggi kepada mereka dan itu konteksnya karena sebelumnya ada penolakan sehingga dirinya mengeluarkan kebijakan itu.

"Itukan karena sebelumnya ada penolakan, kalau begini terus kan tidak boleh, maka kami mengusulkan mereka tenaga medis yang gugur karena berjuang melawan COVID-19 dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Namun ternyata niat baik saya salah diterima oleh salah seorang dokter dan kemudian mengkritik saya di medsos," tutup orang nomor satu di Pemprov Jateng itu. (*)

Baca juga:

Eka Gustiwana dan Warganet dalam Lagu #DiRumahAja dengan 42 Bahasa Daerah


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH