Istana Sudah Terima Draf Final UU Ciptaker Sekjen DPR Indra Iskandar menyerahkan naskah final UU Cipta Kerja di gedung Sekretariat Negara Jakarta, Rabu (14/10). (ANTARA)

Merahputih.com - Kementerian Sekretariat Negara telah menerima draf final Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dari DPR.

"Kami sudah menyampaikan berdasarkan penugasan pimpinan DPR, RUU tersebut sudah kami serahkan kepada Sekretariat Negara dan sudah diterima dengan baik," kata Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar di Gedung Kementerian Sekretariat Negara Jakarta, Rabu (14/10).

Draf itu diserahkan kepada Asisten Deputi Bidang Perekonomian, Asisten Deputi Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kementerian Sekretariat Negara Lydia Silvanna Djaman.

Baca Juga

Antisipasi Tindakan Anarkistis, Belasan Ribu Personel TNI-Polri Jaga Demo PA 212 cs

Saat menyerahkan naskah tersebut, Indra mengaku juga tidak ada hal substansial yang dibicarakan meski ia berada di gedung Setneg selama sekitar 2 jam.

"Tidak ada pembahasan, sambil dilihat-lihat isinya prinsipnya tidak ada masalah," jelas Indra.

Naskah UU Ciptaker yang diserahkan Indra adalah naskah setebal 812 halaman meski sebelumnya beredar berbagai draf UU Ciptaker ini pasca disahkan.

Draf elektronik pertama beredar dengan nama "5 OKT 2020 RUU Cipta Kerja-Paripurna.pdf", beredar pada 5 Oktober 2020, saat RUU Cipta Kerja disahkan DPR menjadi UU. Draf tersebut dibagikan oleh pimpinan Badan Legislasi DPR kepada media.

Demo Buruh
Demo Buruh menolak UU Ciptaker (Foto: Antara).

Draf elektronik tersebut terdiri dari 905 halaman. Belakangan keberadaan draf tersebut dipersoalkan lantaran sejumlah anggota DPR termasuk anggota Baleg masih ada yang belum menerimanya.

Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi mengatakan adanya anggota dewan yang belum menerima draf karena masih ada hal yang harus diperbaiki di dalam draf tersebut.

Selanjutnya pada Senin (12/10) pagi, beredar dokumen elektronik lain dengan nama "RUU CIPTA KERJA - KIRIM KE PRESIDEN.pdf setebal 1035 halaman.

Berbeda dari dokumen sebelumnya, pada bagian akhir terdapat kolom tanda tangan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin. Menurut Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar, draf tersebut merupakan hasil perbaikan yang dilakukan Baleg pada Minggu (11/10) malam dengan sejumlah perbaikan redaksional.

Baca Juga

350 Personel Satpol PP DKI Diterjunkan Amankan Aksi Demo UU Ciptaker

Selanjutnya masih pada Senin (12/10) namun sore harinya muncul lagi draf elektronik UU Cipta Kerja berjudul "RUU CIPTA KERJA - PENJELASAN.pdf". Jumlah halaman pada dokumen itu menyusut menjadi 812 halaman.

Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan terjadi perubahan format pengaturan kertas dari A4 menjadi legal.

Dalam draf elektronik tersebut, sebagaimana dikutip Antara, terjadi perubahan di Bab IV Ketenagakerjaan terkait program jaminan sosial. UU Cipta Kerja ini memuat 11 kluster, 15 bab, 186 pasar dan merevisi 77 undang-undang. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satu Keluarga Positif Usai Ikut Salat Tarawih, Ratusan Warga Jalani Rapid Test
Indonesia
Satu Keluarga Positif Usai Ikut Salat Tarawih, Ratusan Warga Jalani Rapid Test

Rapid test massal dilakukan setelah adanya kasus tujuh orang terpapar COVID-19 usai ikut salat tarawih di masjid setempat.

JHL Group Kembali Beri Bantuan APD untuk 5 Rumah Sakit di Tangerang Raya
Indonesia
JHL Group Kembali Beri Bantuan APD untuk 5 Rumah Sakit di Tangerang Raya

Bantuan itu diberikan kepada RS Mitra Keluarga, RS Sitanala, RS Qadr Islamic, RS Daan Mogot, RS Tiara Beringin, RS Melati, dan Puskesmas Pakuhaji.

Atasi Kelangkaan Tahu Tempe, Pemprov DKI Ganti Kedelai Impor dengan Lokal
Indonesia
Atasi Kelangkaan Tahu Tempe, Pemprov DKI Ganti Kedelai Impor dengan Lokal

Pemerintah DKI langsung mengambil langkah terkait kelangkaan tahu dan tempe di pasar-pasar Jakarta akibat tingginya harga kedelai impor.

[Hoaks atau Fakta]: Wakil Wali Kota Terpilih Surabaya Meninggal
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Wakil Wali Kota Terpilih Surabaya Meninggal

Armuji diketahui masih dalam perawatan dan sudah membaik menuju kesembuhan.

 Merebaknya Virus Corona, Penyelenggara Ingin Formula E Terus Berjalan
Indonesia
Merebaknya Virus Corona, Penyelenggara Ingin Formula E Terus Berjalan

Sebab hingga kini, kata Hilbram, belum ada keputusan apapun dari Gubernur Anies Baswedan terutama untuk menghentikan mobil balap bertaraf internasional itu di Jakarta.

Belum Ada Antivirus, Tiongkok Uji Coba Obat HIV untuk Pasien Corona
Indonesia
Belum Ada Antivirus, Tiongkok Uji Coba Obat HIV untuk Pasien Corona

Tiongkok sedang menguji coba obat HIV (Human Immunodeficiency Virus) sebagai penyembuhan gejala virus corona baru

KPK Limpahkan Kasus OTT Rektor UNJ ke Polri
Indonesia
KPK Limpahkan Kasus OTT Rektor UNJ ke Polri

Dalam operasi senyap itu KPK sempat menyita barang bukti berupa uang sebesar USD 1.200 dan Rp 27.500.000

Pastikan Tak Ada Pasien Virus Corona di Jakarta, Dinkes DKI: Masyarakat Jangan Cemas
Indonesia
Pastikan Tak Ada Pasien Virus Corona di Jakarta, Dinkes DKI: Masyarakat Jangan Cemas

"Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan instansi terkait dalam melaksanakan pengawasan dan pemantauan," papar dia.

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 561 Pasien COVID-19
Indonesia
RS Darurat Wisma Atlet Rawat 561 Pasien COVID-19

424 di antaranya positif terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut

Alasan MRT Jakarta Pilih Ancol Barat Jadi Depo MRT 2B
Indonesia
Alasan MRT Jakarta Pilih Ancol Barat Jadi Depo MRT 2B

Secara teknis dan kajian dari para ahli, kata William, lokasi Ancol Barat lebih efisien dari sisi pembiayaan maupun dari sisi lingkungan.