Istana Angkat Suara 'Banjir Bandang' Mahoni dan Sengon di Guci Tegal, Sudah Diinvestigasi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 19 Februari 2026
Istana Angkat Suara 'Banjir Bandang' Mahoni dan Sengon di Guci Tegal, Sudah Diinvestigasi

Warga mengumpulkan kayu mahoni dan sengon yang terdampar di Pantai Utara Desa Larangan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Presiden Prabowo Subianto angkat suara terkait dugaan penebangan hutan sebagai pemicu banjir bandang di kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah tindak lanjut melalui investigasi bersama pemerintah daerah dan Kementerian Kehutanan. Menurut dia, tim investigasi dari pemerintah provinsi dan kabupaten sudah dibentuk.

“Kan sudah ada tim investigasinya juga, baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten. Saya juga sudah berkoordinasi,” kata Juru Bicara (Jubir) Presiden Prabowo itu, saat dikonfirmasi media, Kamis (19/2).

Baca juga:

Kawasan Guci Tegal Dihantam Banjir Bandang

Tim Kemenhut Turun Lapangan

Prasetyo menjelaskan Kementerian Kehutanan juga telah diminta melakukan peninjauan langsung di sekitar lokasi wisata Guci untuk memastikan kesesuaian pemanfaatan kawasan dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta Kementerian Kehutanan untuk melakukan review di wilayah sekitar tempat wisata Guci. Nanti kita lihat seperti apa kondisinya,” tuturnya, dilansir Antara

Mensesneg menegaskan mekanisme penanganan kasus ini akan dilakukan sama seperti di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang juga pernah menghadapi kasus serupa. "Di Sumatra kan prosesnya juga seperti itu," tandasnya.

Baca juga:

Kondisi Warga Terdampak Banjir Sumatera, Tumpukan Kayu Ganggu Akses Jalan

'Banjir Bandang' Kayu Sengon dan Mahoni

Sebelumnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut kemungkinan adanya penebangan hutan yang memperparah banjir bandang di kawasan wisata Guci.

“Ini sebenarnya sudah hulu. Di atasnya terjadi hujan besar, kemudian ada sepertinya penebangan,” kata Muzani saat meninjau lokasi, Senin (16/2).

Banjir bandang dari Gunung Slamet beberapa hari lalu membawa kayu gelondongan hingga ke Pantai Utara Desa Larangan, Tegal. Kayu yang terbawa arus terdiri dari berbagai jenis, termasuk sengon dan mahoni.

#Tegal #Banjir Bandang #Kayu Gelondongan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyapu permukiman, jalan, lahan pertanian, serta berbagai infrastruktur yang berada di sepanjang jalur alirannya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Indonesia
Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Banjir bandang tercatat menewaskan lebih dari 1.000 orang, sedangkan lebih dari 3.900 orang masih dinyatakan hilang.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
  Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Bagikan