Istana Akui Perbicangan Negatif UU Cipta Kerja Lebih Dominan Demo Buruh. (MP/ Rizky Fitrianto).

MerahPutih.com - Perbincangan negatif mengenai Undang-Undang Cipta Kerja, khususnya terkait klaster ketenagakerjaan lebih memdominasi. Hal ini tidak terlepas karena publik lebih percaya dengan konten yang tersebar di media sosial. Padahal, banyak informasi yang dapat dikategorikan sebagai hoaks.

"Saya juga susah menjelaskan kepada publik karena kita lebih percaya dengan dunia medsos, yang beredar di media sosial," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan. Sabtu (17/10).

Irfan mengatakan, dengan kondisi saat ini, pihaknya mengembalikan kepada publik apakah mau menyimak atau tidak.

Baca Juga:

UU Cipta Kerja Diklaim Mudahkan Usaha Syariah

"Saya yakini tidak ada yang disembunyikan, tidak ada yang ditutupi terhadap pembahasan-pembahasan dari UU Cipta Kerja. Itu tadi mungkin waktu kita saja yang tidak cukup kuat untuk mencermati secara keseluruhan proses yang ada di DPR," tuturnya.

Beberapa informasi yang menurut Irfan hoaks antara lain soal ketiadaan pesangon bagi pekerja yang kena PHK hingga hak cuti. Istana memastikan hal-hal tersebut tidak benar dan pemerintah mengakomodasi aspirasi publik.

"Banyak informasi yang kita dapatkan di medsos tentang hal-hal yang negatif, apalagi tentang klaster ketenagakerjaan. Terkait misalnya pesangon tidak ada lagi, cuti, dan sebagainya," tutur politisi PPP ini.

Pengesahan UU Cipta Kerja
Pegesahan UU Cipta Kerja. (Foto: Antara).

Mantan Direktur Tim Hukum Joko Widodo saat Pilpres 2019 ini mengatakan, pada prinsipnya semakin cepat omnibus law tersebut dirumuskan dan disahkan, semakin cepat pula bisa diberlakukan.

"Agar kandungan atau penerapan Undang-undang tersebut bisa dimanfaatkan kepentingan umum," kata pria asal Medan ini.

Ade Irfan membeberkan salah satu tujuan omnibus law untuk menciptakan lapangan kerja yang besar. Hal ini memperlihatkan perhatian besar pemerintah kepada para pencari kerja.

"Setiap tahunnya yang lulusan SMA itu membutuhkan kerjaan, dan ini belum bisa disahuti pemerintah, artinya setiap tahunnya itu potensi pengangguran di kita sangat besar, terjadi kesenjangan yang cukup berarti di kita," ungkapnya. (Knu)

Baca Juga:

Demo Penolakan UU Cipta Karya Diduga Ditunggangi Buat Bikin Rusuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies dan Pemprov DKI Raih TOP Digital Awards 2020
Indonesia
Anies dan Pemprov DKI Raih TOP Digital Awards 2020

Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meraih penghargaan TOP Digital Awards 2020.

Marak Begal Sepeda, Sudin Jakbar Hanya Bisa Imbau Lewat Medsos
Indonesia
Marak Begal Sepeda, Sudin Jakbar Hanya Bisa Imbau Lewat Medsos

Jambret itu memang mobilenya tinggi tuh

Lapas Tangerang Kebakaran Bermula dari Blok C2, 41 Narapidana Meninggal Dunia
Indonesia
Lapas Tangerang Kebakaran Bermula dari Blok C2, 41 Narapidana Meninggal Dunia

Kapolda menyatakan kondisi lapas saat ini sudah aman terkendali dan telah kondusif.

[HOAKS atau FAKTA]: Habib Rizieq Dihadiahi Pesawat dari Raja Salman
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Habib Rizieq Dihadiahi Pesawat dari Raja Salman

Dalam video tersebut juga terdapat judul berita yang menyatakan bahwa pesawat tersebut merupakan hadiah dari Raja Salman untuk Habib Rizieq.

Kasus Edhy Prabowo, KPK Buka Peluang Jerat PT ACK Tersangka Korporasi
Indonesia
Kasus Edhy Prabowo, KPK Buka Peluang Jerat PT ACK Tersangka Korporasi

"KPK tidak segan untuk menetapkan pihak-pihak lain sebagai tersangka dalam perkara ini termasuk tentu jika ada dugaan keterlibatan pihak korporasi," kata Ali

Punya Tunggakan PDAM Rp25 Juta, Ini Kata Bagyo Penantang Gibran
Indonesia
Punya Tunggakan PDAM Rp25 Juta, Ini Kata Bagyo Penantang Gibran

Tunggakan PDAM tersebut diketahui dari dua rekening atas nama Bagyo dan istrinya yang beralamat di Kelurahan Penumping.

Pecah Rekor, Positif Corona di Jakarta Hari Ini Capai 9.394 Kasus
Indonesia
Pecah Rekor, Positif Corona di Jakarta Hari Ini Capai 9.394 Kasus

Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta terus melonjak. Hari ini angka kasus positif Corona di Jakarta mencapai angka 9.394 kasus.

PSI Minta Anies Waspadai Kerumunan Orang Tua saat Sekolah Tatap Muka
Indonesia
PSI Minta Anies Waspadai Kerumunan Orang Tua saat Sekolah Tatap Muka

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov untuk mewaspadai terjadinya kerumunan orang tua saat antar-jemput siswa di sekolah.

Prabowo Rajai Survei, Jadi Capres Potensial dan Dianggap Menteri Terbaik
Indonesia
Prabowo Rajai Survei, Jadi Capres Potensial dan Dianggap Menteri Terbaik

Prabowo juga jadi menteri dengan kinerja paling memuaskan

Ubah Statuta Demi Rangkap Jabatan Rektor, Pengamat: Perparah Keadaan
Indonesia
Ubah Statuta Demi Rangkap Jabatan Rektor, Pengamat: Perparah Keadaan

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menilai, tidak ada contoh baik dari rektorat, MWA UI, serta pemerintah.