Israel Mundur Pencalonan Dewan Keamanan PBB, Sisa Tinggal Indonesia dan 5 Negara Markas PBB New York Amerika Serikat. Foto: Antara

MerahPutih.com - Israel resmi menarik diri dalam persaingan memperebutkan kursi keanggotaan Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Kini persaingan memperebutkan lima kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tinggal menyisakan 6 negara, meliputi Indonesia, Maladewa, Afrika Selatan, Dominica, Jerman, dan Belgia.

Keenam negara tersisa nantinya akan mengisi kursi yang ditinggalkan Bolivia, Kazakhstan, Belanda, Ethiopia, dan Swedia. Dewan Keamanan PBB memiliki lima anggota tetap dengan hak veto, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China dan Rusia.

Badan ini satu-satunya yang bisa membuat keputusan mengikat, juga menjatuhkan sanksi serta mengizinkan penggunaan kekuatan dalam struktrur organisasi PBB.

israel palestina

Kerabat remaja Palestina yang tuli Tahreer Wahba, 17, yang tewas akibat luka yang didapatkannya saat aksi protes di perbatasan Israel-Gaza, berduka pada upacara pemakaman di Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Senin (23/4). ANTARA FOTO/REUTERS/Suhaib Salem

Untuk memastikan keterwakilan secara geografis dalam keanggotaan, Dewan memberikan lima kursi untuk negara-negara Afrika dan Asia, satu kursi untuk Eropa Timur, dua untuk Amerika Latin dan Karibia serta dua untuk negara-negara Eropa Barat dan lainnya.

Israel sebelumnya bersaing dengan Jerman dan Belgia memperebutkan dua kursi jatah dari Eropa Barat. Dengan penarikan Israel dari pencalonan, Jerman dan Belgia saat ini tidak memiliki saingan. Namun, untuk dapat terpilih kedua negara Eropa itu tetap harus mendapatkan suara dukungan sebesar dua pertiga suara majelis umum PBB.

Informasi yang beredar di internal PBB, Israel menarik pencalonan karena peluangnya untuk menang rendah. Meski mundur, Israel tetep akan menggunakan haknya dalam memberikan pilihan di sidang majelis umum.

Warga Palestina berlari dikejar tentara Israel

Pengunjuk rasa Palestina berlari saat bentrok dengan pasukan Israel di selatan Jalur Gaza (ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

"Sudah diputuskan bahwa kami akan tetap bergerak bersama sekutu-sekutu kami guna membuka kemungkinan bagi Israel mewujudkan haknya berpartisipasi dan dilibatkan secara penuh dalam proses pengambilan keputusan di PBB," kata misi Israel untuk PBB dalam pernyataan dilansir Reuters, Sabtu (5/5).

Mundurnya Israel menjadi peta persaingan yang masih terbuka hanya untuk negara perwakilan dari Asia. Eropa yang memiliki jatah dua kursi tinggal menyisakan Jerman dan Belgia.

Adapun, Afrika Selatan dan Republik Dominika mencalonkan diri tanpa pesaing untuk mengamankan dua kursi bagi kelompok negara-negara Afrika serta Amerika Latin dan Karibia.

Anggota Pasukan Perdamain Polri
Pasukan yang terdiri dari 200 orang diantaranya pasukan pendukung, pasukan taktis, dan pasukan SWAT, dipersiapkan untuk memastikan Indonesia siap mengirimkan pasukan dan logistik bagi perdamaian dunia. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Indonesia Tetap Optimistis

Satu kursi jatah Asia-Pasifik untuk periode 2019-2020 kini masih diperebutkan Indonesia dan Maladewa. Meski demikian, Indonesia tetap optimistis terpilih karena sudah lebih dari 120 negara yang menyatakan dukungannya bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

"Kita cukup percaya diri untuk posisi di DK PBB. Sudah ada lebih dari 120 negara yang mendukung Indonesia untuk keanggotaan di DK PBB," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta, dilansir Antara.

Anggota Polri latihan
Sejumlah personel pasukan perdamaian Garuda Bhayangkara melakukan simulasi pengamanan di wilayah konflik di Gedung Multi Fungsi Polri, Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Bahkan, dukungan ini datang dari sejumlah negara besar dunia. Mulai dari Rusia, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB sekaligus pemegang hak veto, Turki, hingga Kazakhstan, negara Asia yang kini duduk di kursi anggota tidak tetap Dewan keamanan PBB.

Nasib Indonesia dan lima negara lainnya akan ditentukan dalam sidang Majelis Umum PBB yang bakal digelar bulan depan. Sidang yang beranggotakan 193 negara bakal menggelar pemungutan suara bulan depan untuk memilih lima anggota baru Dewan Keamanan, yang akan bertugas mulai 1 Januari 2019. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH