'Islamophobia' Harus Dilawan, Ma'ruf Amin: Umat Juga Perlu Introspeksi Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Rabu (11/3). (MP/Ismail)

Merahputih.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan sikap ketakutan dan kebencian terhadap Islam atau Islamophobia harus dilawan dan menjadi sarana bagi umat Islam untuk introspeksi diri.

“Cara pandang yang selalu menggeneralisasi dan negatif ini harus kita lawan. Namun di saat yang sama umat juga perlu introspeksi,” tegas Ma’ruf Amin saat menyampaikan pidato kunci pada Dies Natalis ke-17 FISIP Universitas Brawijaya Malang secara daring dari Jakarta, Selasa (10/11).

Baca Juga:

Buntut Pernyataan Presiden Prancis, Jokowi Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik

Tren Islamophobia di negara-negara Barat mengalami peningkatan. Wapres mencontohkan adanya serangan dan pelecehan terhadap Muslim di Amerika Serikat dan Eropa yang terus bertambah setiap tahunnya.

"Pelecehan terhadap orang Islam di Amerika Serikat pada 2016 meningkat 36 persen jika dibandingkan tahun 2001. Begitu juga di Eropa di mana rata-rata satu dari tiga Muslim mengalami diskriminasi dan prasangka buruk pada 2017," beber Ma’ruf.

“Terakhir, baru saja terjadi sebuah peristiwa di Prancis yang mendiskreditkan agama Islam dan melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia, karena memposisikan Islam sebagai agama teroris,” katanya.

Sementara itu, persepsi negatif terhadap Islam juga terus berkembang karena berbagai konflik banyak terjadi di negara Islam, khususnya Timur Tengah. Ma’ruf Amin menyebut konflik yang melibatkan negara-negara Islam di dunia meningkat hingga 60 persen.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/HO-Asdep Komunikasi dan Informasi Publik Setwapres)

Merujuk pada hasil penelitian PEW Research Tahun 2017, Ma’ruf mengatakan lebih dari 41 persen warga Amerika Serikat menganggap Islam berkaitan erat dengan tindak terorisme dan kekerasan, lebih dari 44 persen melihat Islam dan demokrasi tidak berjalan bersama, serta hampir 50 persen warga negeri Paman Sam menilai sebagian Muslim dunia anti-Amerika.

“Di Eropa, persepsi terhadap Islam juga tidak jauh berbeda. Dari hasil survei di 10 negara Eropa tercatat lebih dari 50 persen warga Eropa memandang Islam secara negatif,” katanya.

Selain itu, pusat-pusat pendidikan berbasis Islam juga mendapat stigma negatif karena dianggap sebagai tempat pembibitan ideologi ekstrem dan radikal. "Generalisasi terhadap peran negatif madrasah diperoleh hanya karena orang Barat melihat bahwa beberapa pelaku teroris merupakan alumni madrasah.

Baca Juga:

Presiden Turki Serukan Warganya Boikot Produk Prancis

Ma’ruf mengatakan kebencian dan ketakutan terhadap Islam dan Muslim tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan terhadap ajaran agama Islam sesungguhnya.

“Sumber utama dari kebencian terhadap Islam itu adalah ketidaktahuan atau ketidakpahaman terhadap apa Islam itu. Al-Insaanu Aduwwu maa Jahilu, manusia itu memang cenderung memusuhi apa yang tidak diketahui,” ujarnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien Positif COVID-19 di RS Wisma Atlet Berkurang 20 Orang
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 di RS Wisma Atlet Berkurang 20 Orang

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I bertanggung jawab dalam operasionalisasi empat pusat perawatan dan penanggulangan Covid-19,

Berani Baru, Jadi Bapak Rumah Tangga Jaga Anak dan Usaha Online
Hiburan & Gaya Hidup
Berani Baru, Jadi Bapak Rumah Tangga Jaga Anak dan Usaha Online

"Jadi bapak rumah tangga saya bilangnya pekerjaan, karena ternyata duh penuh tantangan nya, ga gampang ternyata ngurus anak,” ujar Chandra.

Baleg Usulkan Perubahan Nama RUU Minol
Indonesia
Baleg Usulkan Perubahan Nama RUU Minol

Pembahasan RUU Minuman Beralkohol di Baleg DPR sangat dinamis

Libur Nataru, Penumpang Bandara YIA Diprediksi Naik 30 Persen
Indonesia
Libur Nataru, Penumpang Bandara YIA Diprediksi Naik 30 Persen

PT Angkasa Pura I (Persero) memprediksi penumpang Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada libur Natal dan Tahun Baru 2021 akan mengalami kenaikan sampai 30 persen.

PBNU Didorong Tingkatkan Literasi Digital dalam Berdakwah
Indonesia
PBNU Didorong Tingkatkan Literasi Digital dalam Berdakwah

Masih sedikit ulama-ulama NU yang memanfaatkan teknologi.

PMI Butuh Rp200 Miliar Buat Operasi Penanganan COVID-19
Indonesia
PMI Butuh Rp200 Miliar Buat Operasi Penanganan COVID-19

JK mengatakan, agar PSBB dapat menunjukkan hasil yang sesuai harapan, maka perlu ada ketegasan dan sanksi dari pemerintah untuk mendisiplinkan masyarakat.

Pasien Dirawat di RSD Wisma Atlet Masih 1.656 Orang
Indonesia
Pasien Dirawat di RSD Wisma Atlet Masih 1.656 Orang

Aris juga menyampaikan perkembangan pasien COVID-19 di Wisma Atlet Pademangan

Polemik Evi Novida Ginting, DKPP: PTUN Urusi Masalah Hukum, Bukan Etik
Indonesia
Polemik Evi Novida Ginting, DKPP: PTUN Urusi Masalah Hukum, Bukan Etik

Ini dua hal yang berbeda antara problem hukum dengan problem etik

Polres Metro Jakpus Tunggu Hasil Puslabfor Ledakan di Menteng
Indonesia
Polres Metro Jakpus Tunggu Hasil Puslabfor Ledakan di Menteng

Ledakan mengakibatkan mobil jenis Pajero Sport yang terparkir alami kempes ban di bagian mobil sebelah kiri.