ISIS Masih Eksis di Indonesia, Pengamat Minta Warga Waspadai Teror Saat Natal Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta. Foto: Net

MerahPutih.com - Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai, salah satu hal yang patut diperhatikan terkait situasi keamanan menjelang dan pada saat perayaan Natal 2019 adalah aksi terorisme.

Stanislaus mennyebut, bom malam natal yang pernah terjadi secara serentak di beberapa kota menjadi momok menakutkan saat perayaan Natal.

Baca Juga

PA212 Nyatakan Umat Islam Haram Hina Agama Lain

Ia mengatakan, sejak kasus bom malam Natal pada tahun 2000, relatih sistem keamanan pada saat pelaksanaan perayaan Natal relatih lebih baik.

"Bom malam Natal yang terjadi secara serentak di Medan, Pematang Siantar, Batam, Pekanbaru, Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Bandung, Pangandaran, Kudus, Mojokerto, dan Mataram menjadi pelajaran berharga bagi aparat keamanan untuk tetap waspasa sekaligus melakukan upaya deteksi dini dan cegah dini ancaman terorisme pada saat perayaan Natal," kata Stanislaus dalam keterangannya, Senin (23/12).

Pengamat
Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta

Ia mengatakan, saat ini kelompok teroris yang eksis adalah kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

"Kelompok teroris tersebut dalam melakukan serangan lebih bersifat sporadis dengan sasaran lebih banyak pada anggota Polri dan markas atau bangunan milik Polri," jelas Stanislaus.

Stansilaus beranggapan, pasca UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Anti Terorisme diberlakukan maka kelompok radikal di Indonesia mendapat tekanan yang sangat kuat dari penegak hukum.

Pasca kasus di Pandeglang dan Medan tahun ini, kelompok radikal di Indonesia nampak kocar kacir. Namun pengaruh situasi global yaitu terdesaknya ISIS di Timur Tengah dan kematian pimpinan ISIS Abu Bakr al-Baghdadi oleh pasukan Amerika justru membuat niat kelompok radikal untuk melakukan aksi balas dendam semakin kuat.

Baca Juga

Putri Gus Dur Anggap Pelarangan Natal di Sumbar Langgar UU

"Hal inilah yang tetap harus diwaspadai," jelas dja.

Untuk mewaspada aksi teror tersebut aparat keamanan sudah melakukan upaya-upaya signifikan untuk mengurai dan mengeleminasi kekuatan kelompok radikal pelaku teror.

Berbagai celah yang bisa menjadi celah masuknya ancaman teror (security gap) ditutup. Selain itu pengamanan di internal Gereja juga terus ditingkatkan. Hal yang paling penting seperti mengenali dan memastikan setiap orang yang masuk ke Gereja adalah orang yang beribadah, bukan untuk tujuan lain, menjadi kunci situasi yang aman.

"Jika hal tersebut bisa dilakukan oleh aparat keamanan dan pihak Gereja dengan baik, serta masyarakat juga ikut peduli dengan situasi keamanan di wilayahnya masing-masing makan prediksi situasi perayaan Natal yang aman dapat terwujud," ungkap peserta program Doktoral Kajian Ilmu Intelijen UI ini.

Teror Bom

Stanislais berharap, menyebut, selain aksi teror, ada catatan khusus terhadap perayaan Natal tahun ini. Aksi intoleransi dan intimidasi untuk menghambat perayaan Natal masih terjadi.

Apapun dalihnya bahwa di Indonesia masih ada orang yang tidak bisa menjalankan ibadahnya karena tekanan pihak lain adalah fakta.

Peristiwa seperti di Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung, Sumatera Barat, lanjut Stanislaus, menjadi catatan buruk bagi kehidupan beragama dan HAM di Indonesia.

Baca Juga

Pelarangan Ibadah Natal di Sumbar Dinilai Bentuk Ketidakhadiran Negara

"Ketegasan dari pemerintah dalam menangani kasus seperti ini sangat dinantikan kecuali jika asumsi bahwa pemerintah terlibat dalam melanggengkan pelanggaran HAM memang benar," tutup dia. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Panggil Komisioner KPU Sumsel Soal Suap PAW DPR dari PDIP
Indonesia
Ada Perusuh yang Gunakan Ambulans ke Lokasi Demo
Indonesia
Ada Perusuh yang Gunakan Ambulans ke Lokasi Demo

Mereka menyiapkan makanan semuanya

Benny Mamoto Jabat Ketua Harian Kompolnas
Indonesia
Benny Mamoto Jabat Ketua Harian Kompolnas

Penunjukan itu disampaikan Mahfud pada saat rapat perdana dengan delapan anggota Kompolnas

Sidik Korupsi Eks Sekretaris MA Nurhadi, KPK Korek Info dari Notaris
Indonesia
Sidik Korupsi Eks Sekretaris MA Nurhadi, KPK Korek Info dari Notaris

KPK menjadwalkan pemeriksaan Notaris Musa Daulay

Begini Kondisi Terakhir WNI di Karantina Natuna
Indonesia
Begini Kondisi Terakhir WNI di Karantina Natuna

WNI yang menjalani masa observasi itu yakni WNI yang dievakuasi dari Wuhan sebanyak 238 orang.

Bareskrim Datangi Rumah Pentolan KAMI Ahmad Yani
Indonesia
Bareskrim Datangi Rumah Pentolan KAMI Ahmad Yani

Yang bersangkutan akan datang hari ini

KPK Temukan Masih Banyak PSU yang Belum Diambilalih Pemkot Jaktim
Indonesia
KPK Temukan Masih Banyak PSU yang Belum Diambilalih Pemkot Jaktim

Pada tahun 2020, Pemkot Jaktim menargetkan lima tambahan pengembang yang akan menyerahkan asetnya

Erick Thohir Benarkan Royke Tumilaar Jadi Dirut Bank Mandiri
Indonesia
Erick Thohir Benarkan Royke Tumilaar Jadi Dirut Bank Mandiri

Har ini Bank Mandiri akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa

 Pemprov DKI: 81.368 Orang Jalani Rapid Test, 3.103 Terkonfirmasi Positif Corona
Indonesia
Pemprov DKI: 81.368 Orang Jalani Rapid Test, 3.103 Terkonfirmasi Positif Corona

"Total sebanyak 81.368 orang telah menjalani rapid test, dengan rincian 3.103 orang dinyatakan COVID-19 dan 78.265 orang negatif," kata Ani

 MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Ma'ruf Amin: APBN Semakin Membengkak
Indonesia
MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Ma'ruf Amin: APBN Semakin Membengkak

"Jika memang diberlakukan nanti, pembatalan (iuran BPJS) oleh MA tentu berdampak terhadap APBN menjadi membengkak" tandas Wapres.