Isi Surat Pengunduran Diri Febri Diansyah dari KPK Jubir KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Merahputih.com - Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Febri Diansyah resmi mengajukan surat pengunduran diri dari lembaga antirasuah. Febri mengajukan surat pengunduran diri pada 18 September 2020 yang ditujukan kepada Pimpinan, Sekjen, dan Kepala Biro SDM KPK.

Baca Juga:

Laode M Syarif: Febri Diansyah Aset Penting dalam Menjaga Marwah KPK

Berikut isi surat pengunduran diri Febri Diansyah tersebut

Jakarta, 18 September 2020

Yth:PimpinanSekretaris JenderalKepala Biro SDM

Dengan hormat,

Saya, Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK, NPP: 000956 mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Biro Humas sekaligus sebagai Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPKRI).

Pilihan menjadi Pegawai KPK sejak awal berangkat dari kesadaran tentang pentingnya upaya pemberantasan korupsi dilakukan secara lebih serius. Bagi saya, selama menjadi pegawai KPK bukan hanya soal status atau posisi jabatan namun lebih dari itu, ini adalah bagian dari ikhtiar yang utama untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi. KPK adalah contoh sekaligus harapan bagi banyak pihak. Untuk dapat bekerja dengan baik, independensi merupakan keniscayaan.

Namun kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri bersam dua Plt Jubir KPK dan Febri Diansyah (Foto: ANTARA)
Ketua KPK Firli Bahuri bersama dua Plt Jubir KPK dan Febri Diansyah (kanan). (Foto: ANTARA)

Melalui surat ini saya juga ingin sampaikan terima kasih pada Pimpinan KPK, atasan langsung saya, Sekjen KPK dan kolega lain di KPK dengan segala proses pembelajaran, perbedaan pendapat dan kerja bersama yang pernah dilakukan sebelumnya. Semoga insan KPK dapat terus loyal pada nilai dan berjuang bersama untuk mencapai cita-cita membersihkan Indonesia dari korupsi. Kalaupun terdapat perbedaan pendapat atau ketersinggungan, saya mohon maaf. Semua itu tidak pernah saya tempatkan sebagai persoalan pribadi, melainkan semata karena hubungan pekerjaan yang profesional.

Demikian surat pengunduran diri ini Saya ajukan dengan sadar dan sungguh-sungguh. Mohon kiranya proses pemberhentian Saya dapat diproses tertanggal 18 Oktober 2020. Proses lebih lanjut terkait pelaksanaan dan transfer tugas serta aspek administrasi lain akan Saya selesaikan sesuai masa waktu tersebut.

Meskipun kelak saya keluar dari KPK, tapi Saya tidak akan pernah meninggalkan KPK dalam artian yang sebenar-benarnya.

Terima kasih atas perkenan Bapak-bapak.

Hormat Saya,

Febri Diansyah

Febri sebelumnya menjabat sebagai Juru Bicara KPK sejak 6 Desember 2016 hingga 26 Desember 2019, tidak lama setelah Firli Bahuri dilantik sebagai Ketua KPK. Febri menyatakan tugasnya sebagai Juru Bicara KPK telah selesai dan memilih untuk fokus menjadi Kepala Biro Humas KPK.

Saat itu Febri menjelaskan ketika dilantik sebagai Kabiro Humas dan Jubir KPK, aturan yang berlaku adalah Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2015 yang mengatur Kepala Biro Humas adalah sekaligus juga Juru Bicara KPK, namun karena ada perubahan aturan pada 2018 maka ada pemisahan antara juru bicara dan kepala biro Humas.

Baca Juga:

Febri Diansyah Mundur Dari KPK

Sebelum bergaung ke KPK, Febri memulai karir-nya sebagai aktivis antikorupsi di Indonesia Corruption Watch (ICW).

Selama di ICW, Febri bergerak di bagian program monitoring hukum dan peradilan. Ia juga pernah mendapatkan Charta Politika Award pada 28 Februari 2012. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
JK: Bagaimana Mengkritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi?
Indonesia
JK: Bagaimana Mengkritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi?

Dalam demokrasi yang baik dibutuhkan kontrol terhadap pemerintah.

DPR Minta KPK Turun Tangan Selidiki Kasus Gagal Bayar Sektor Keuangan
Indonesia
DPR Minta KPK Turun Tangan Selidiki Kasus Gagal Bayar Sektor Keuangan

Lembaga yang dipimpin Firli Bahuri itu juga diminta untuk menelusuri adanya dugaan konspirasi antara lembaga pengawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan para tersangka korupsi di sektor tersebut.

Anies Akui Pernah Minta Pemerintah Pusat Batalkan Cuti Bersama
Indonesia
Anies Akui Pernah Minta Pemerintah Pusat Batalkan Cuti Bersama

Bukan tanpa alasan Pemprov DKI meminta hapus libur cuti bersama, karena dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus COVID-19 saat libur panjang.

Kasus COVID-19 Naik, Pembelajaran Tatap Muka di Kota Bogor Ditunda
Indonesia
Kasus COVID-19 Naik, Pembelajaran Tatap Muka di Kota Bogor Ditunda

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memutuskan menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh sekolah di wilayahnya hingga kasus COVID-19 aman dan terkendali.

BRI Kucurkan Rp1,5 Triliun di Bisnis Fintech
Indonesia
BRI Kucurkan Rp1,5 Triliun di Bisnis Fintech

Dengan layanan digital, BRI mampu mencatat efektivitas dalam pengajuan dan penyaluran kredit melalui sistem biometri.

PPKM Darurat Diprediksi Bikin Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Soetta Merosot
Indonesia
PPKM Darurat Diprediksi Bikin Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Soetta Merosot

Sebelum PPKM darurat diterapkan, jumlah total penumpang pesawat mencapai 60 ribu-70 ribu orang

Shell Indonesia Kembangkan SPBU One Stop Shop di Bandara Soetta
Indonesia
Shell Indonesia Kembangkan SPBU One Stop Shop di Bandara Soetta

Shell terus mendorong perekonomian Indonesia dengan memberikan kesempatan kepada para pengusaha untuk memiliki dan mengelola SPBU.

Anies Targetkan 100 Bus Listrik TransJakarta Mengaspal Tahun Ini
Indonesia
Anies Targetkan 100 Bus Listrik TransJakarta Mengaspal Tahun Ini

"Dengan rencana elektrifikasi transportasi 100 unit Transjakarta tahun 2021 ini," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Densus 88 Amankan Ibu Muda di Sukabumi Terkait Dugaan Kasus Terorisme
Indonesia
Densus 88 Amankan Ibu Muda di Sukabumi Terkait Dugaan Kasus Terorisme

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan seorang ibu muda berinisial RA (22) di Kampung Pamoyanan, RT 04/08, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ratusan Aparat Gabungan Diturunkan Awasi Prokes di Pasar Tanah Abang
Indonesia
Ratusan Aparat Gabungan Diturunkan Awasi Prokes di Pasar Tanah Abang

Sebanyak 963 personel gabungan Polri, TNI hingga Satpol PP diturunkan untuk menindak kerumunan warga yang mengabaikan protokol kesehatan di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.