Isi Surat Dakwaan Kivlan Zen Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. (MP/Gomes Roberto)

MerahPutih.com - Purnawirawan TNI, Kivlan Zen didakwa atas kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Hal itu tertuang dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/9).

Selain membeli senjata api, Kivlan Zen pernah meminta orang suruhannya memantau pergerakan pejabat negara. Ia juga meminta agar Menko Polhukam Wiranto dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dimata-matai.

Baca Juga:

Motif Kivlan Zen Incar Nyawa Yunarto Wijaya Versi Ahli Intelijen

Terkait biaya operasional, Jaksa menyebutkan total SGD 15 ribu diberikan Kivlan Zen. Setelah ditukarkan ke mata uang rupiah, Kivlan Zen menyerahkan uang pembelian senjata api ke Helmi.

Kivlan Zen didampingi pengacaranya saat diperiksa penyidik Bareskrim terkait kasus dugaan makar (Foto: antaranews)
Kivlan Zen didampingi pengacaranya saat diperiksa penyidik Bareskrim terkait kasus dugaan makar (Foto: antaranews)

"Selanjutnya terdakwa (Kivlan Zen) memerintahkan saksi Helmi Kurniawan alias Iwan untuk menemui saksi Habil Marati dan berpesan apabila diberi uang oleh saksi Habil Marati agar dilaporkan kepada Terdakwa," kata jaksa.

Selanjutnya, saksi Helmi Kurniawan alias Iwan menyerahkan uang sebesar Rp 25.000.000 yang berasal dari terdakwa kepada saksi Tajudin alias Udin sebagai biaya operasional survei dan pemantauan guna memata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Pandjaitan.

Terkait kasus ini, jaksa mendakwa Kivlan Zen atas kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Perbuatan Kivlan Zen menurut jaksa dilakukan bersama-sama dengan Helmi Kurniawan (Iwan), Tajudin (Udin), Azwarmi, Irfansyah (Irfan), Adnil, Habil Marati dan Asmaizulfi alias Vivi.

"Terdakwa Kivlan Zen sebagai orang yang melakukan atau turut melakukan perbuatan tindak pidana, yaitu tanpa hak menerima, menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak yakni berupa 4 pucuk senjata api dan 117 peluru tajam," kata jaksa.

Dalam surat dakwaan, jaksa mengungkap pembelian senpi ilegal alias tanpa disertai dokumen dari pihak berwenang, yakni:

- 1 pucuk senpi jenis Revolver merk Taurus kaliber 38 mm

- 1 pucuk senpi laras pendek jenis Mayer warna hitam kaliber 22 mm

- 1 pucuk senpi laras pendek jenis Revolver kaliber 22 mm beserta 4 butir peluru

- 1 pucuk senjata api laras panjang rakitan kaliber 22 mm

Sedangkan peluru tajam ditemukan polisi saat menangkap orang suruhan Kivlan, Helmi Kurniawan alias Iwan. Iwan ditangkap polisi di parkiran Hotel Megaria, Jakarta Pusat sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa, 21 Mei 2019.

"Saksi Helmi Kurniawan alias Iwan ditangkap oleh petugas Polri karena menguasai 1 (satu) pucuk senjata api dan amunisi yang disimpan dalam mobil warna silver Nopol B 9127 UBA," sambung jaksa.

Rincian barang bukti senpi dan peluru yang ditemukan dari Helmi alias Iwan yakni.

- 1 pucuk senjata api laras pendek jenis Taurus yang di dalam magazinenya berisi 6 butir peluru tajam ukuran 38 mm

- 1 boks peluru tajam kaliber 38 yang berisi 50 butir peluru

- 1 boks peluru tajam kaliber 38 yang berisi 43 butir peluru

Selain itu ditemukan senjata api dan peluru dari penangkapan sejumlah orang yakni

- Azwarni alias Armin dengan barang bukti 1 pucuk pistol jenis Mayer kaliber 22 mm, yang disimpan di rumah Yuda (DPO) di daerah Bogor

- Irfansyah alias Ifan dengan barang bukti 2 butir peluru kaliber 22 mm yang diperoleh dari saksi Azwarmi alias Armi serta 7 butir peluru tajam kaliber 32 mm dan 4 butir peluru tajam kaliber 9 mm yang diperoleh dari Ajad Sudrajat (DPO) di daerah Cawang

- Tajudin alias Udin dengan barang bukti 1 pucuk senjata api laras panjang rakitan kaliber 22 mm tanpa peluru dan 1 pucuk senjata laras pendek kaliber 22 mm tanpa peluru. Disita juga sebagai barang bukti yakni 2 senjata api dari rumah Latifah

Baca Juga:

Pengamat Intelijen Sebut Ada Anomali dalam Kelompok Pembunuh Bayaran Rekrutan Kivlan Zen

"Bahwa perbuatan terdakwa bersama saksi Habil Marati, saksi Helmi Kurniawan alias Iwan, saksi Tajudin alias Udin, saksi Azwarmi alias Armi, saksi Irfansyah alias Irfan, saksi Adnil dan saksi Asmaizulfi alias Vivi yang telah menguasai senjata api tersebut di atas, tanpa dilengkapi dengan surat-surat resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang," kata jaksa.

Kivlan Zen didakwa dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP. (Knu)

Baca Juga:

Kivlan Zen Ganti Status Tahanan


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH