Ironis Jika Warga Natuna Tolak Evakuasi Korban Corona dari Tiongkok Ilustrasi: Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien pada kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/1) (Antaranews)

Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menilai keputusan pemerintah Indonesia untuk menempatkan sementara 238 warga negara indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi dari Tiongkok karena wabah virus Corona di pangkalan militer Natuna sudah sangat tepat.

Hal ini lantaran lokasi yang jauh dari pemukiman warga namun dekat dengan akses transportasi termasuk udara dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Keputusan ini berdasarkan berbagai pertimbangan seperti lokasi jauh dari pemukiman penduduk, akses dari landasan udara sangat dekat, dan paling penting infrastruktur dan personel yang mendukung,” kata Stansilaus kepada wsrtawan, Senin (3/2).

Baca Juga:

Gara-Gara Virus Corona, Pabrik Tesla di Tiongkok Ditutup

Ia menyayangkan sikap Wakil Bupati (Wabup) Natuna Ngesti Yuni Suprapti yang menyalahkan pemerintah pusat dengan penetapan Natuna sebagai lokasi isolasi WNI tersebut sebelum dinyatakan sehat dan diputuskan untuk dikembalikan ke rumah masing-masing.

“Menjadi ironis jika sesama warga negara sendiri justru ditentang padahal risiko-risiko yang dikhawatirkan sudah diantisipasi,” jelas dia.

Menurut Stanislaus, TNI adalah organisasi pemerintah yang sangat siap dengan kondisi isolasi ini. Seharusnya kesiapan TNI tersebut perlu mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia secara luas.

“Organisasi yang selalu siap dalam penanganan kondisi darurat, termasuk infrastruktur dan personelnya adalah TNI. Kesiapan TNI ini, termasuk pangkalan militernya sebagai tempat isolasi, harus diapresiasi,” ujarnya.

Proses pemindahan WNI dari Wuhan di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). ANTARA/Yuniati Jannatun Naim

Ia justru menyayangkan sebagian masyarakat yang menetang isolasi WNI yang usai dievakuasi dari Tiongkok itu.

Penetapan lokasi isolasi ini dikatakan Stanislaus sudah pasti melalui persiapan yang sangat matang. Apalagi wabah virus Corona juga menjadi perhatian khusus dari organisasi dunia yakni WHO.

“Pilihan menggunakan pangkalan militer di Pulau Natuna sebagai tempat isolasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan Tiongkok sudah sangat tepat. Kementerian Kesehatan, Kementrian Luar Negeri dan TNI akan melakukan hal terbaik bagi masyarakatnya,” tegasnya.

“Keraguan dan kekhawatiran atas hal tersebut harus ditepis, kecuali memang jika ada motif tertentu yang jauh melibihi masalah kemanusiaan dan solidaritas sesama warga negara,” imbuhnya.

Baca Juga:

Virus Corona Sudah di Singapura

Perlu diketahui, bahwa Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa pemerintah pusat telah memilih Natuna sebagai lokasi transit observasi sementara sampai mereka dinyatakan bebas dari virus Corona dan bisa bertemu dengan keluarga masing-masing.

Dia juga memaparkan bahwa Natuna adalah pangkalan militer yang memiliki fasilitas rumah sakit yang dikelola oleh tiga matra. Bahkan Natuna juga memiliki landasan pacu yang berdekatan dengan wilayah yang nantinya akan digunakan untuk isolasi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
NasDem Ingatkan Anies Berbagi 'Panggung' Atasi Corona dengan Wagub Baru
Indonesia
NasDem Ingatkan Anies Berbagi 'Panggung' Atasi Corona dengan Wagub Baru

Dia menilai, pembagian tugas semacam ini akan mengoptimalkan kinerja Pemprov DKI.

Ini Tanggapan Asita atas Penunjukan Sandiaga Uno Jadi Menparekraf
Indonesia
Ini Tanggapan Asita atas Penunjukan Sandiaga Uno Jadi Menparekraf

sosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia menilai penunjukan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pilihan tepat.

Sejumlah Akun Sebarkan Video Syur Mirip Artis Sudah Dihapus
Indonesia
Sejumlah Akun Sebarkan Video Syur Mirip Artis Sudah Dihapus

Polda Metro Jaya kini masih meprofiling lima akun media sosial Twitter yang dilaporkan karena diduga menyebarkan video panas mirip artis GA.

Tak Patuhi Larangan Pemkot Solo, Orang Tua Tetap Nekat Ajak Anaknya ke Pasar
Indonesia
Tak Patuhi Larangan Pemkot Solo, Orang Tua Tetap Nekat Ajak Anaknya ke Pasar

"Saya sarankan Pemkot Solo agar melakukan sosialisasi dulu pada masyarakat sebelum memberlakukan Perwali di lapangan," tutup dia.

Jumlah PDP COVID-19 di Kota Cirebon Bertambah
Indonesia
Jumlah PDP COVID-19 di Kota Cirebon Bertambah

Dua PDP dinyatakan negatif COVID-19 dan telah diperbolehkan pulang sementara tiga orang masih dalam perawatan.

Ditemukan Reaktif COVID 19, Pemerintah Sesalkan Warga Tidak Disiplin di CFD
Indonesia
Ditemukan Reaktif COVID 19, Pemerintah Sesalkan Warga Tidak Disiplin di CFD

Masyarakat terus saling menjaga kesehatan dalam melaksanakan adaptasi kebiasaan baru. Gugus Tugas juga mendapati masyarakat yang tidak tertib menerapkan physcial distancing.

2 Terduga Teroris yang Tewas di Makassar Pernah Dicegah Berperang ke Suriah
Indonesia
2 Terduga Teroris yang Tewas di Makassar Pernah Dicegah Berperang ke Suriah

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono menerangkan, keduanya pada 2016 silam pernah mencoba ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teror ISIS.

Perahu Evakuasi Hingga Tempat Pengungsi Korban Banjir Terpapar COVID-19 Dibedakan
Indonesia
Perahu Evakuasi Hingga Tempat Pengungsi Korban Banjir Terpapar COVID-19 Dibedakan

Musim hujan di Jakarta bukan hanya di tengah pandemi yang masih terjadi, tetapi juga akibat fenomena La Nina

Djoko Tjandra Kembali Absen di Sidang PK
Indonesia
Djoko Tjandra Kembali Absen di Sidang PK

Ketua Majelis Hakim memutuskan untuk menunda kembali persidangan Djko Tjandra

 INDEF Paparkan Bantuan Rp200 Ribu Per Bulan untuk Warga Miskin Itu Tidak Cukup
Indonesia
INDEF Paparkan Bantuan Rp200 Ribu Per Bulan untuk Warga Miskin Itu Tidak Cukup

Ahmad menambahkan besaran bantuan untuk sembako setidaknya harus dapat memenuhi 25-30 persen dari pengeluaran masyarakat dalam membeli bahan pangan.