Ironis, Beginilah Keadaan Museum Perjoangan Museum Perjoangan di Bogor (Foto: MerahPutih/ Noer Ardiansjah)

MerahPutih Budaya - Menjaga serta melestarikan museum merupakan salah satu yang diamanahkan dalam konstitusi Republik Indonesia. Di antaranya menjelaskan tentang tanggung jawab pemerintah untuk melestarikan cagar budaya, memberikan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya.

Selain itu, dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 juga menyebutkan perlunya pelestarian dan pengelolaan secara tepat melalui upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Hal demikian ternyata sangat bertentangan dengan keadaan yang terjadi di Museum Perjoangan, yang terletak di kota Bogor, Jawa Barat. Kondisi atap langit yang kian memprihatinkan, membuat siapa pun terenyuh tatkala menyaksikan dari dekat kondisi museum tersebut.

"Ya seperti inilah keadaan Museum Perjoangan. Atap langit yang sudah mulai lapuk, bisa dilihat secara jelas," ucap Ma'ruf selaku Pemandu Museum Perjoangan di Jalan Merdeka, Bogor, Rabu (17/2).

Belum lagi bagian depan museum yang terlihat kumuh karena terhalang pedagang kaki lima yang begitu liar menutupi keberadaan Museum Perjoangan ini. Ditambah pula, dengan kehadirian salah satu lembaga bantuan hukum, pedagang jasa reklame, dan sebuah lembaga intermediasi keuangan.

Ihwal tersebut tentunya sangat bertentangan dengan UU Tentang Cagar Budaya yang seharusnya mensterilkan lokasi situs. "Kalau di sini kan, tidak. Saya juga tidak tahu mereka di sini ngontrak atau bagaimana. Fungsi museum di sini, sudah sedikit tergeser. Di satu sisi kami memperjuangakan eksistensi museum, di sisi lainnya justru ada yang memanfaatkannya. Siapakah yang bertanggung jawab? Saya tidak tahu. Coba tanya pimpinan," ucap Ma'ruf.

Meski berada di tengah kondisi yang memprihatinkan, Ma'ruf tetap berharap agar ke depannya Museum Perjoangan dapat menjadi lebih baik lagi dari keadaan sebelumnya. Dan kondisi ini, dapat menjadi pelajaran bagi para pemangku kekuasaan di museum tersebut. (Ard)

BACA JUGA:

  1. Melacak Jejak Sejarah TNI di Museum PETA Bogor
  2. Berlibur Sambil Belajar Sejarah di Museum Arsip
  3. Ada Fosil Kuda Nil di Museum Nasional
  4. Menembus Lorong Waktu di Museum Nasional
  5. Liburan Sambil Belajar di Museum Gajah

Tags Artikel Ini

Selvi Purwanti

LAINNYA DARI MERAH PUTIH