Irjen Napoleon: Tommy Sumardi Karang Cerita Soal Red Notice Djoko Tjandra Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napolen Bonaparte menyebut Tommy Sumardi yang juga merupakan terdakwa dalam perkara dugaan suap red notice telah mengarang cerita soal keterkaitannya dalam perkara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Napoleon saat membacakan pledoi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap penghapusan red notice terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Tjandra.

Irjen Napoleon menjelaskan, Bareskrim Polri awalnya menyelidiki dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan Tommy Sumardi dan Kepala Bagian Kejahatan Internasional Divhubinter Kombes Tommy Aria Dwiyanto.

Baca Juga:

Irjen Napoleon: Kami Korban Malapraktik Penegakan Hukum untuk Jaga Muruah Polri

"Penyidikan Bareskrim 5 Agustus 2020 yang semula mengarah kepada perbuatan yang diduga dilakukan oleh TS dan Kombes Pol Tommy Aria Dwiyanto sebagaimana laporan polisi nomor 0430 kemudian berubah sasaran dan langsung diarahkan kepada kami," kata Irjen Napoleon di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/2).

Hanya saja, kata Napoleon, Tommy Sumardi mengarang cerita seolah-oleh dirinya memiliki keterlibatan dalam perkara tersebut. Menurut Napoleon, cerita itu memanfaatkan rekaman CCTV yang terpasang di gedung TNCC Interpol.

"Memanfaatkan bukti rekaman CCTV di lantai 1 gedung TNCC Mabes Polri, Tommy mengarang cerita bahwa kedatangannya dimaksudkan utk bertemu dan menyerahkan uang kepada kami yang berkantor di lantai 11," ujarnya.

Pengusaha Tommy Sumardi menjadi saksi untuk bekas Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin. (Desca Lidya Natalia)
Pengusaha Tommy Sumardi menjadi saksi untuk bekas Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin. (Antara/Desca Lidya Natalia)

Bahkan, Irjen Napoleon menyebut Tommy Sumardi memanfaatkan Kepala Biro Koordinator Pengawas (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo. Sebab, jenderal bintang 1 itu diminta untuk membocorkan informasi perihal red notice.

"Fakta persidangan, TS telah memanfaatkan Brigjen Prasetijo untuk memerintahkan Brigadir Junjungan Fortes agar membocorkan informasi dan surat-surat yang dibutuhkannya tanpa sepengetahuan kami selaku Kadivhubinter," kata Napoleon.

Baca Juga:

Irjen Napoleon: Jaksa Tak Bisa Buktikan Suap Hanya Pertemuan

Sebelumnya, JPU menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 3 tahun pidana penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte.

Jaksa meyakini Napoleon menerima suap dari terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Tjandra. Suap tersebut untuk membantu proses penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar pencarian orang (DPO) di Direktorat Imigrasi. (Pon)

Baca Juga:

Sidang Red Notice, Irjen Napoleon Bakal Bacakan Pledoi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penjual Senjata ke Terduga Teroris ZA Ditetapkan Jadi Tersangka
Indonesia
Penjual Senjata ke Terduga Teroris ZA Ditetapkan Jadi Tersangka

Mabes Polri telah menetapkan penjual senjata air gun berinisial MK (29) sebagai tersangka. MK menjual senjata jenis air gun kepada terduga teroris almarhumah ZA.

Pemangkasan Eselon PNS Bikin Pemerintah Hemat Rp5 Triliun Lebih
Indonesia
Pemangkasan Eselon PNS Bikin Pemerintah Hemat Rp5 Triliun Lebih

Kemenpan-RB harus menata proses tersebut bersama Kementerian Keuangan

COVID-19 Ancam Keselamatan Warga, DPR Desak Pemerintah Segera Sediakan Vaksin
Indonesia
COVID-19 Ancam Keselamatan Warga, DPR Desak Pemerintah Segera Sediakan Vaksin

Komisi VII DPR RI meminta Pemerintah untuk mempercepat pengembangan vaksin COVID-19 demi untuk memastikan kemandirian Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan vaksin di tengah Pademi ini.

Cara Anak Buah Ridwan Kamil Perketat Penyebaran COVID-19
Indonesia
Cara Anak Buah Ridwan Kamil Perketat Penyebaran COVID-19

Mobile COVID-19 Test akan dilengkapi dengan 100 alat rapid test

Satgas Beberkan Provinsi yang Alami Penurunan Pesat COVID-19
Indonesia
Satgas Beberkan Provinsi yang Alami Penurunan Pesat COVID-19

Data sederhana ini mencerminkan pentingnya komunikasi yang terjalin

Para Tenaga Ahlinya Terjangkit COVID-19, DPR Batasi Jumlah Hadirin Saat RDP Hingga Raker
Indonesia
Para Tenaga Ahlinya Terjangkit COVID-19, DPR Batasi Jumlah Hadirin Saat RDP Hingga Raker

Adapun mereka yang hadir di gedung Dewan akan diminta menerapkan protokol kesehatan

Ketua KPK Jadi Saksi Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Plt Direktur Dumas
Indonesia
Ketua KPK Jadi Saksi Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Plt Direktur Dumas

Aprizal diduga melanggar kode etik karena tidak melakukan koordinasi saat melakukan operasi tangkap tangan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Inovatif! Polisi Ini Sulap Motornya Jadi Penyemprot Disinfektan Tekan Penyebaran COVID-19 di Jakpus
Indonesia
Inovatif! Polisi Ini Sulap Motornya Jadi Penyemprot Disinfektan Tekan Penyebaran COVID-19 di Jakpus

Awalnya ia melihat water canon dan mobil pemadam kebakaran yang bisa bergerak kemana saja

Belajar tatap muka di Yogyakarta dimulai Juli 2021
Indonesia
Belajar tatap muka di Yogyakarta dimulai Juli 2021

Sebenarnya dari sisi persiapan, semua sekolah itu sudah siap

50 Pasukan Oranye Pulau Harapan Jalani Rapid Test
Indonesia
50 Pasukan Oranye Pulau Harapan Jalani Rapid Test

Pelaksanaan rapid test ini dilakukan bekerja sama dengan petugas medis Puskesmas kelurahan.